Oleh humasnew on September 21, 2018

Situbondo, Jatim (20/09)--- “Keterlibatan seluruh elemen bangsa sangat diharapkan, terutama dalam mencari solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat dan bangsa kita. Oleh karena itu, peran seluruh elemen bangsa dalam pembangunan manusia dan kebudayaan bangsa ini sangat penting dan harus terlibat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Hal tersebut sangat tergantung dengan bagaimana memajukan dan meningkatkan kualitas SDM bangsa ini,” demikian imbauan Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono, di sela-sela kunjungan kerjanya di Yayasan Nurul Anshar, Situbondo, Jawa Timur, Kamis pagi. Turut hadir dalam acara ini Bupati Situbondo, Dadang Wigiaryo; Perwakilan dari Pimpinan Cabang BRI Situbondo,  Yanuar Eko Budiono;

Sebagai bagian dari lembaga pendidikan di tanah air, Yayasan Nurul Anshar menurut Agus adalah Pelaku dalam upaya pembangunan manusia Indonesia dan pada era Revolusi Industri 4.0 sekarang ini, kalangan lembaga pendidikan mesti menjadi motor yang menentukan keberhasilan dalam menghadapi tantangan global. Eksistensi dan kiprah dalam mengelola lembaga pendidikan banyak mengalami tantangan sesuai dengan dinamika yang berkembang. Sebagai agen transfer pengetahuan dan nilai, lembaga pendidikan merupakan mitra pemerintah dalam hal peningkatan pendidikan dan pembinaan masyarakat. Karena itu, idealnya berbagai lembaga pendidikan yang ada, melalui induk organisasinya, dapat bekerjasama dan berkolaborasi untuk meningkatkan perannya dalam rangka mewujudkan kemandirian dan memajukan negara dengan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saya berharap, berbagai lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Yayasan Nurul Anshar Situbondo, mampu menyelaraskan antara pemahaman keagamaan dan ilmu pengetahuan umum untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di berbagai aktivitas ekonomi dan implementasi Islam yang toleran, moderat, menjunjung tinggi kebhinnekaan, dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” imbau Agus lagi. “Demi keutuhan NKRI, dalam pembangunan bidang keagamaan di tanah air, kita sebagai umat Islam, khususnya para ulama, para pendidik, dan cendekiawan muslim harus menanamkan paham keagamaan yang kaaffah (utuh), baik dan benar, tidak berdasarkan dari keyakinan dan penafsiaran untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok masing-masing. Tapi berilah pembinaan pemahaman keagamaan yang dapat mewujudkan harmonisasi, kerukunan antarumat beragama.

Agus juga meminta Yayasan Nurul Anshar diharapkan mampu menjadi bagian dari agen perubahan yang dapat membantu pemerintah dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi kepada masyarakat dan sebagai agen perubahan menuju bangsa yang maju, cerdas, berbudaya, dan unggul dalam Iman dan Takwa (IMTAK) dan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Sains (IPTEKS). Di sela-sela sambutannya, Agus mengajak para siswa Yayasan Nurul Anshar bercengkarama lalu meminta lima orang siswa untuk naik ke panggung dan menceritakan cita-citanya.

Kunjungan kerja yang juga silaturahmi dengan para pengurus Yayasan Nurul Anshar ini dimanfaatkan pula oleh Kemenko PMK untuk menggelar kegiatan hasil kerjasamanya dengan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) yaitu layanan kesehatan gratis, bantuan paket pendidikan dan sembako. Jumlah bantuan yang yang diberikan berjumlah total Rp115 juta berupa: bantuan pembangunan  sarana prasarana sebesar Rp30 juta; bantuan sembako untuk fakir miskin Rp15 juta; layanan kesehatan Rp30 juta; paket pendidikan Rp20 juta; dan bantuan beasiswa Rp20 juta. “Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada YBM BRI dan berbagai pihak yang telah berkontribusi atas terselenggaranya kegiatan iniSemoga Allah SWT menjadikannya sebagai amal ibadah untuk Kita semua,” kata Agus dalam penutup sambutannya. (sumber: Kedep 4 Kemenko PMK) 

Categories: