Oleh humas2 on December 08, 2016

Jakarta (8/12) --- Presiden Joko Widodo pada Rabu, 7 Desember 2016, menggelar sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan Jakarta. Sejumlah permasalahan kebangsaan dibahas dalam sidang kali ini, salah satu di antaranya adalah yang berkaitan dengan pendidikn kejuruan atau vocational school dan vocational training.

Mengingat jumlah vocational school dan vocational training yang ada di Indonesia masih sangat terbatas, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya segera membuat kebijakan yang dapat mendorong swasta untuk berinvestasi di bidang pendidikan.

"Itu yang paling penting adalah membuat kebijakan, membuat regulasi agar swasta berbondong bondong masuk kesini," ujar Presiden Joko Widodo.

Dalam sidang kabinet yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri anggota Kabinet Kerja, Presiden Joko Widodo meminta kementerian terkait untuk berperan serta mengajak para investor bergerak di bidang pendidikan.

"Kementerian Dikti, Kementerian Dikbud, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, semuanya minta untuk berkerja sama mendorong agar swasta juga ikut bergerak dalam bidang ini terutama yang vocational training," imbuhnya.

Selain itu, peran serta sejumlah kementerian juga diharapkan Presiden Joko Widodo dalam hal pengembangan pariwisata tanah air. Sebagaimana diketahui, sektor pariwisata sangat membantu pergerakan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh kementerian membantu mewujudkan salah satu program pemerintah mendatangkan 15 juta wisatawan pada tahun 2017 mendatang.

"Saya kira semua kementerian saya harapakan dukungannya terhadap program ini," ucap Presiden Joko Widodo.

Categories: