Oleh humasnew on March 27, 2018

Jakarta(27/03)—Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu kegiatan intrakurikuler dan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan tinggi S1 yang menekankan pada aspek pengalaman belajar. KKN juga dapat disinergikan dengan program-program pemerintah yang di tunjukan kepada masyarakat luas di daerah-daerah. Salah satu program pemerintah yang dapat disinergikan dengan KKN adalah program Gerakan Nasional Revolusi Mental. Dalam rangka implementasi secara luas Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kemenko PMK bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program KKN Tematik. KKN Tematik yang orientasi program kegiatannya terfokus pada bidang tertentu.

Untuk itu, dalam rangka persiapan pelaksanaan KKN Tematik Revolusi Mental Tahun 2018, Kemenko PMK melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama menggelar Rapat Koordinasi(Rakor) dan Penandatanganan MoU Pelaksanaan KKN-RM Tahun 2018, di Jakarta. MoU secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Y.B. Satya Sananugraha dengan Rektor Universitas Negeri Gorontalo dan Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Tarutung.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Prof. Agus Sartono dalam sambutannya menegaskan kegiatan KKN Tematik Revolusi Mental bukanlah suatu kegiatan yang berhubungan dengan politik. KKN ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang luar biasa bagi mahasiswa sebagai bekal untuk menjadi pemimpin di masa depan. Terdapat tiga values strategis yang ditanamkan kembali melalui kegiatan ini yaitu, Integritas; Etos Kerja; dan Gotong-royong.

“KKN tematik revolusi mental agar tidak disamakan presepsinya dengan politik. Karena kegiatan ini murni untuk mengirimkan para mahasiswa ke daerah-daerah agar paham dengan keadaan masyarakat di desa,” ujarnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan demi mensukseskan kegiatan ini diperlukan gotong-royong karena revolusi mental merupakan never ending process. Untuk kegiatan KKN Tematik Revolusi Mental 2018 hanya pada nilai integritas. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat mewujudkan satu program/aksi nyata pengabdian di masyarakat yaitu Indonesia Melayani.

Acara dilanjutkan dengan paparan terkait konsep pelaksanaan dan materi kegiatan KKN tahun 2018 yang dipandu oleh Asisten Deputi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan IPTEK, Kemenko PMK, Asril sebagai moderatornya. Hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Advokasi, Badan Pembinaan Ideologi pancasila, Hariyono yang memberikan materi terkait Internalisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Mahasiswa dan Masyarakat; serta Perwakilan Deputi Bidang Pencegahan, Komisi Pemberantasan Korupsi, yang menyampaikan materi pencegahan korupsi. Turut hadir dalam kesempatan ini Perwakilan dari Kemristekdikti; Kemenag; dan para Rektor Perwakilan dari 33 Perguruan Tinggi di Indonesia.

 

Categories: