Oleh humas on October 28, 2018

Jakarta (27/10) --- Di hari kedua Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental yang berlangsung pada 26-27 Oktober di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) diisi dengan Rembuk Nasional GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental), Rapat Koordinasi Pengendalian dan Pembangunan Perbatasan Tahun 2018, serta pemutaran sejumlah film bertema Revolusi Mental. 

Rembuk Nasional dibagi ke dalam lima tema besar, yakni Gerakan Indonesia Melayani (di bawah koordinator Kemenpan RB), Gerakan Indonesia Tertib (Kemenko Polhukam), Gerakan Indonesia Bersih (Kemenko Kemaritiman), Gerakan Indonesia Mandiri (Kemenko Perekonomian), dan Gerakan Indonesia Bersatu (Kemendagri).

Kelima acara tersebut digelar di lima tempat berbeda di Manado, yakni Swissbell Hotel, Novotel, Hotel Arya Duta, Four Points, dan Hotel Peninsula. Peserta rembuk adalah perwakilan pemerintah daerah se-Indonesia, akademikus, ormas/kelompok masyarakat, mahasiswa, dan umum.

Dalam kegiatan ini juga diputarkan tiga film  dengan judul Lima, Jalan Pipikoro dan Darah Garuda yang merupakan film inklusi sebagai strategi mendukung Revolusi Mental yang menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Bersatu. 

"Gerakan Indonesia Bersatu, di sini kita memutar film mengenai inklusi dan juga kebhinnekaan agar kita memahami bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup di luar kota yang seharusnya terhibah dalam pembangunan negara tercinta ini," ungkap Dewi Rizki selaku Direktur Program LSM Kemitraan.

Selain itu booth/stand Kemenko PMK dan Revolusi Mental juga menyediakan berbagai souvenir untuk diberikan kepada para pengunjung yang bisa menjawab pertanyaan seputar Revolusi Mental. (Cr: berbagai sumber).

Categories: