Oleh humas2 on December 10, 2016

Labuan Bajo (10/12)--- Sekretariat Revolusi Mental Kemenko PMK mulai pagi hingga siang ini melanjutkan kegiatan Aksi dari Gerakan Budaya Bersih dan Senyum di tiga sekolah yang ada di sekitar Labuan Bajo, antara lain SMPN 1 Komodo, MTS Darussalam, dan SMPK Ignasius Loyola. 

Masih dengan tema dan paparan yang sama dengan hari kemarin, kegiatan aksi hari ini juga banyak menyampaikan makna dan nilai yang terkandung dari ajakan menjaga kebersihan dan gemar tersenyum itu. Seperti di SMPN 1 Komodo misalnya, kegiatan aksi dimulai dengan saling adu yel yang berisi janji para siswa SMP agar tetap bersemangat dan siap menjaga kebersihan lingkungan serta keramahtamahan khas Labuan Bajo. Anggota Sekretariat Revolusi Mental Kemenko PMK, Yupi Hendriansah, dalam kegiatan aksi itu juga membagikan hadiah untuk pertanyaan yang berhasil dijawab oleh para siswa SMPN 1 Komodo. 

Kegiatan aksi berikutnya berlangsung di SMPK Ignatius Loyola. Sebelum memulai aksi, Kepala Sekolah SMPK Ignatius Loyola, Rm. Heribertus Karno, sedikit menceritakan sejarah SMPK Ignatius Loyola hingga kebiasaan sekolah yang mengharuskan tiap siswanya juntuk setiap hari membawa plastik kresek dari rumah yang nantinya digunakan mengangkut sampah di sekitar sekolah sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. "SMPK Ignatius Loyola dengan fasilitas seadanya dan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak (160 orang) sudah membudayakan kegiatan membawa plastik kresek masing-masing dari rumah, sehingga lingkungan sekolah tetap bersih."

Para siswa juga dibiasakan untuk menonton berita dan membaca buku pelajaran setiap harinya, sehingga di pagi hari, guru dan siswa berdiskusi mengenai berita dan buku yang mereka baca. Para siswa juga guru mengikuti kegiatan aksi dengan antusias. Setiap pertanyaan yang diberikan Holy Glora Saragie Sijabat, salah satu anggota Sekretariat Revolusi Mental dijawab dengan penuh semangat. 

Setelah sosialisasi yang berlangsung di laboratorium IPA, para siswa serta guru bergotong royong membersihkan sekolah, mulai dari kelas, toilet, hingga halaman dan lapangan. Beberapa siswa juga dipilih oleh guru untuk menanam pohon. Aksi yang berlangsung selama kira-kira satu jam ini terasa sangat menyenangkan walaupun harus dilakukan di tengah teriknya sinar matahari. 

Terakhir, Tim Sekretariat Revolusi Mental dan Humas Kemenko PMK mengajak para siswa serta guru untuk melakukan challenge yang sedang viral di media sosial, yaitu mannequin challenge, dimana para siswa dan guru diharuskan bergaya seperti patung selama beberapa menit sementara mereka melakukan aksi bersih-bersih di sekolah. (olv/IN)

Categories: