Oleh humas2 on November 17, 2016

Jakarta (17/11) – Pagi ini Menko PMK, Puan Maharani, menghadiri Kegiatan Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta Pusat.  Kegiatan ini melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo mengenai keuangan inklusi, maka kemudian digulirkan suatu terobosan baru baik bentuk barang maupun model distribusi bantuan yang sepenuhnya memanfaatkan sistem perbankan, hari ini secara resmi dilakukan penyerahan bantuan non tunai bagi para penerima manfaat yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Kebijakan ini diambil demi memudahkan kontrol, pemantauan, dan memenuhi syarat penyaluran tepat sasaran, tepat waktu dan tepat jumlah. dalam kesempatan ini, Menko PMK juga secara simbolis menyerahkan bantuan sosial non tunai PKH 2016 dan menyerahkan apresiasi kepada anak-anak berprestasi dari keluarga penerima PKH. Menko PMK mengaku merasa senang dengan kehadiran  para ibu penerima bantuan sosial non tunai PKH, “Yang diharapkan dari pemberian bantuan non tunai ini adalah supaya ibu-ibu penerima bantuan dapat menabung,” ujar Menko PMK lagi.

Dengan penyaluran model non tunai ini, tambah Menko PMK, terdapat sejumlah manfaat antara lain Pertama, penerima tidak harus menarik seluruh bantuan yang diterima sehingga penerima manfaat dapat menyimpan dan mengelola keuangan keluarganya. Kedua, kontrol penerima manfaat terhadap uang yang diterima lebih tinggi. Ketiga, tingkat transparansi lebih tinggi karena kartu menyimpan semua data transaksi yang dilakukan. Keempat, kecepatan dan waktu penyaluran bansos menjadi lebih efisien; dan kelima, fleksibilitas waktu dan tempat penarikan bagi penerima. Diharapkan dengan manfaat-manfaat di atas, penyaluran penyaluran bansos non tunai ini juga dapat meng-edukasi dan mendorong masyarakat kita untuk menabung dan bukan berhutang. Menko PMK berpesan kepada para pendamping PKH agar paham cara pencairan bantuan sosial non tunai PKH “Jangan sampai para pendamping PKH tidak menguasai cara pencairan bantuan sosial non tunai ini,” pesan Menko PMK.

Di tengah arahan kepada para penerima manfaat, Menko PMK sempat berdialog dengan ibu Nerti dari Tanah Tinggi Barat yang sudah menerima PKH selama hampir tiga tahun. Menurutnya, bantuan PKH sangat bermanfaat untuk membeli kebutuhan pokok dan kesejahteraan keluarga. “Untuk memastikan keluarga miskin memperoleh bantuan perlindungan, jaminan dan pemberdayaan sosial secara integratif holistik, maka penyalurannya menggunakan kartu kombo, yang ditunjang oleh teknologi dengan sistem e-wallet dan tabungan yang terintegrasi,” papar Menko PMK lagi. “Dalam kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih pihak-pihak yang telah berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Juga kami sampaikan terima kasih kepada Kementerian/Lembaga terkait dan Badan Usaha yang tetap memberikan perhatian besar pada upaya serupa. Kedepan, kiranya Program Keluarga Harapan ini manfaatnya dapat lebih dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat.”

Pada acara ini diserahkan pula secara simbolis bantuan sosial non tunai PKH tahun 2016 kepada 10 orang penerima manfaat, penyerahan apresiasi kepada anak-anak berprestasi dari Keluarga Penerima PKH dan diakhiri dengan simulasi pencairan bantuan sosial PKH non tunai. Turut hadir pula dalam acara ini Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa; Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad; serta jajaran direksi dari Bank Indonesia dan HIMBARA (Himpunan Bank-Bank Negara). (iht)