Oleh humas on March 09, 2018

Jakarta (09/03)- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengajak perempuan untuk saling menginspirasi dan lebih percaya diri karena ternyata perempuan bisa. 

"Ternyata kita itu bisa. Harus mau membuka diri, menambah pengetahuan, mau belajar, mencari pengalaman, dan tidak boleh takut bertanya. Itu salah satu hal yang menjadi kunci,"ujar Menko PMK Puan Maharani. 

Dengan semangat Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret kemarin, Menko Puan mengajak perempuan untuk memandirikan dirinya sebelum mensejahterakan orang lain. 

"Bagaimana perempuan bisa mensejahterakan diri kita dulu, baru kemudian mensejahterakan keluarga kita, baru lingkungan kita. Itu dulu yang harus dimiliki semua perempuan," ujar Menko Puan. 
Sebagai Menteri Koordinator termuda, Menko Puan juga mengajak semua perempuan mempunyai mimpi. Sebab tanpa impian bagaimana bisa menjadi perempuan-perempuan hebat.

Keterwakilan Perempuan

Menko PMK juga mengungkapkan bahwa saat ini peluang bagi perempuan sudah terbuka luas. Di dunia politik misalnya, Undang-Undang Partai Politik telah memberikan kesempatan perempuan di legislatif (30 persen). Meski masih banyak kendala untuk memenuhi kouta keterwakilan perempuan tersebut, dirinya optimis bahwa kuota tersebut secara bertahap akan bisa terpenuhi. 

"Insya allah secara bertahap, saya optimis bahwa nantinya 30 persen kuota perempuan itu akan terpenuhi," ujarnya.

Terkait masih adanya kendala budaya, pendidikan serta pola pikir, Menko PMK mengajak perempuan untuk memiliki keyakinan dan kemampuan yang salah satunya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk mengatasi kendala ini, pemerintah telah memiliki program bantuan sosial, diantaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar pada perempuan. Bantuan sosial pada kaum perempuan penting karena perempuan adalah penentu masa depan bangsa.

"Masa depan anak itu juga ditentukan oleh ibunya yang harus bisa memberikan pengajaran atau pengetahuan pada anak-anaknya khususnya perempuan, bahwa mereka itu sama dengan anak-anaknya yang laki-laki. Mereka itu harus diberikan kesempatan dan harapan," tegasnya.