Oleh humas2 on October 28, 2016

Semarang (28/10) – Bertempat di lapangan Kelurahan Padangsarai, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, 15 E-Warong KUBE PKH diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Jum’at pagi (28/10).   

Menurut Menko PMK, Elektronik-Warung (E-Warong) Gotong royong Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH), bertujuan untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial non tunai, jual beli sembako murah dan stabilisasi harga sembako. “E-Warong KUBE PKH merupakan wadah dalam pemasaran hasil produk KUBE/UEP, dan yang paling penting E-Warong ini dimiliki dan dikelola oleh Keluarga Sangat Miskin Penerima Bantuan,”tambah Menko PMK.

Dalam upaya penanggulangan kemiskinan, menurut Menko PMK, pemerintah telah melakukan intervensi berupa kebijakan, program, kegiatan dalam berbagai bentuk, dari berbagai pihak, khususnya oleh Pemerintah agar masyarakat sasaran dapat segera keluar dari himpitan yang dialami selama ini.

“Namun, yang lebih penting dari semua upaya itu, adalah bagaimana kita semua melakukannya secara bersama, dengan mengedepankan nilai-nilai: integritas, kerja keras, dan bergandengan tangan untuk bergotong royong dalam menyelesaikan semua masalah yang ada secara mandiri,” jelas Menko PMK.

Menko PMK berpesan kepada lebih dari 600 orang yang terdiri  dari penerima bantuan, pelajar, aparat serta masyarakat setempat yang hadir di lokasi peluncuran supaya bantuan yang diterima selalu digunakan sebaik baiknya untuk kesejahteraan keluarga.

“Bahwa uang bantuan itu digunakan untuk hal yang bermanfaat bagi keluarga, dan jangan digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat” ujar Menko PMK di tengah dialog dengan warga penerima dan pendamping PKH.

Adapun kegiatan ini adalah menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar bantuan sosial dan subsidi diserahkan secara non tunai.  Penyaluran bantuan sosial non tunai menggunakan sistem perbankan agar dapat mengontrol, memantau, dan mengurangi kemungkinan terjadinya penyimpangan.

“Untuk siswa yang menerima KIP supaya bisa digunakan untuk meningkatkan prestasi dan semangat untuk terus belajar” pesan Menko PMK kepada salah satu siswa SMA penerima KIP yang diundang berdialog.

Dengan adanya penyaluran bantuan sosial non tunai, masyarakat yang tadinya tidak mengerti perbankan dengan adanya penyaluran bantuan non tunai sehingga menjadi melek perbankan.  Dengan memiliki rekening perbankan, semua bantuan non tunai akan masuk ke rekening penerima manfaat sehingga mereka bisa mengelola sendiri bantuan yang diterima.

Selain melakukan peluncuran E-Warong, Menko PMK juga menyaksikan penandatanganan MoU Pemanfaatan Jasa dan Layanan Perbankan, dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah serta penyerahan secara simbolis mesin EDC E-Warong dari Menko PMK kepada Walikota Semarang.  Sebagai penutup acara, Menko PMK berkesempatan meninjau E-Warong dan menyaksikan simulasi pembelian barang oleh masyarakat.