Oleh humas2 on December 08, 2016

Jakarta (7/12)--- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, memberikan sambutan dalam Pagelaran Pesona Kebaya Nusantara Dalam Rangka Menyongsong Hari Ibu Tahun 2016 diselenggarakan oleh Perhimpunan Kebayaku, di Hotel Raffles Jakarta.

Sejarah kebaya bisa ditelusuri sejak ratusan tahun lalu yang menyebar hampir ke seluruh penjuru Nusantara dengan berbagai bentuk dan variasi sesuai dengan perkembangan budaya setempat. Bentuk Kebaya yang sederhana merupakan wujud kesederhaan masyarakat Indonesia yang memancarkan nilai-nilai kepatuhan, kehalusan, dan perilaku wanita yang serba lembut.   “Kebaya merupakan icon wanita Indonesia yang anggun dan berbudaya, yang selalu mengayomi, serta memberikan ketenteraman hati,” jelas Menko PMK.

Menurut Menko PMK, dari berbagai busana tradisional yang ada, kebaya oleh Presiden Soekarno ditetapkan sebagai salah satu busana nasional, khususnya bagi wanita karena dianggap paling ideal mencerminkan karakter dan keanggunan sosok perempuan Indonesia. Untuk itu,menurut Menko PMK, kegiatan dan hasil karya yang dirintis dan dibina oleh Perhimpunan Kebayaku yang kini telah banyak menghasilkan prestasi yang membanggakan baik secara individu, lembaga maupun sebagai anak bangsa, di dalam negeri maupun di luar negeri patut diapresiasi.  

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Perhimpunan Kebayaku selaku penyelenggara. Demikian pula kepada para mitra dan pihak-pihak terkait lainnya atas segala kepedulian, peran-serta dan partisipasinya dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” kata Menko PMK. Menurut Menko PMK, adalah tepat apabila mengangkat tema ini sekaligus memperingati Hari Ibu Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Kebaya dan Ibu, dua karakter yang melambangkan wanita Indonesia yang kuat, teguh, namun lembut dan selalu menginspirasi.  

Pagelaran ini dihadiri oleh beberapa orang penting dalam bidangnya antara lain Pendiri Mustika Ratu Muryati Sudibyo, Komisaris MNC Group Liliana tanoesoedibjo, ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau Tity Hatta, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Inggrid Kansil, Founder Perhimpunan Kebayaku Nunun Daradjatun dan Desainer Ami Atmanto. (ris/ysf)

Categories: