Oleh humasnew on November 21, 2018

Sumbawa Barat (20/11) -- Mengakhiri Kunker Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Provinsi NTB, bersilaturahmi dengan Kelompok Masyarakat  Penerimaan Dana Stimulan Rumah Pasca Bencana Gempa NTB, Fasilitator, Aplikator, dan Tim Pendamping Masyarakat KSB. Silaturahmi diselenggarakan di depan Kantor Kecamatan Alas Barat, KSB, Prov. NTB.

Di tempat yang sama, Menko PMK menyerahkan bantuan berupa sembako, alat kelengkapan sekolah, Al-Qur'an, dan bibit tanaman kepada masyarakat Alas Barat. Menko PMK juga berdialog dengan masyarakat, fasilitator, aplikator, dan Anggota Komando Tugas Gabung Terpadu TNI. Isi dialog terkait dengan proses pembangunan rumah pasca gempa bagi korban gempa.

“Banyak hal yang sudah dilakukan sinergi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah untuk membantu agar NTB segera bangkit. Banyak hal yang juga sudah kita lakukan namun saya berharap agar bapak/ibu yang terdampak bencana bisa sabar menanti bagaimana realisasi bantuan segera terwujud,” kata Menko PMK di awal sambutannya.

Menurut Menko PMK, pemerintah tidak melupakan NTB karena setelah bencana yang menimpa NTB, saudara kita yang berada di Sulawesi Tengah juga mengalami hal yang serupa. Maka dari itu pemerintah juga segera mengambil tindakan agar Sulteng juga bisa segera bangkit. Namun semuanya ini kita lakukan bersama-sama, seiring sejalan sehingga bukan hanya NTB saja yang bangkit namun juga Sulawesi Tengah bisa bangkit kembali.

“Karenanya kami meminta bapak/ibu untuk melakukan apa yang mesti bapak/ibu lakukan yaitu mentaati semua aturan. Kami juga tidak ingin menahan lama-lama apa yang menjadi hak bapak/ibu yang terdampak bencana. Silahkan bapak/ibu pilih RISHA, RIKO atau RIKA untuk model rumahnya,” terang Menko PMK.

Namun demikian, menurut Menko PMK, apabila dalam pelaksanaan dilapangannya ada kendala dan hambatan maka sama-sama kita jaga. Jangan sampai setelah menerima uang kemudian uangnya tidak terbangun rumah. Jangan sampai setelah menerima uang bapak/ibu mendapat masalah karena salah dalam menggunakan uang negara. 

“Kita juga ingin mempercepat proses dengan memangkas 17 syarat menjadi 1 syarat saja. Cukup dengan mengisi 1 formulir yang ada syarat tertentu, hal ini guna menjaga kalau ada masalah di kemudian hari. Kita juga ingin mempercepat karenanya Pokmas-Pokmas harus segera dibentuk. Pokmas inilah yang nantinya bertanggung jawab dalam memberikan pendampingan dan memberikan masukan, sehingga bapak/ibu yang mempunyai hak untuk membangun rumah dapat segera membangun rumahnya,” jelas Menko PMK.

Menko PMK juga menyampaikan agar memaksimalkan pemanfaatan dana stimulan yang telah disediakan pemerintah untuk membangun kembali rumah dengan konstruksi tahan gempa. Dukungan fasilitator, aplikator, dan tenaga pendamping harus ditingkatkan pasca ditariknya dukungan TNI yang tergabung dalam Kogasgabpad dalam waktu dekat. 

“Pesan saya agar masyarakat yang terdampak harus bangkit dan bergotong royong bersama fasilitator, aplikator, dan tenaga pendamping lainnya untuk mempercepat pembangunan rumah. Pemda sesuai kewenangannya harus memverifikasi data kerusakan akibat bencana, memfasilitasi pembentukan tim pendamping masyarakat dan Pokmas, mendorong partisipasi pengusaha lokal hingga memastikan pembangunan berjalan dengan lancar,” terang Menko PMK.

Turut mendampingi Kunker Menko PMK, Anggota DPR RI Komisi VIII Alfia Reziani, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dan Bupati KSB Musyafirin.