Oleh humas2 on September 28, 2016

Malang (27/09)--- Mengawali kunjungan kerjanya hari ini di Malang, Jawa Timur, MenKo PMK, Puan Maharani, pagi ini memberikan sambutan dalam acara peringatan hari kontrasepsi se-dunia 2016 (World Contraception Day/WCD) di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sekaligus menyalurkan sejumlah paket bantuan kepada masyarakat setempat.

Setibanya di lokasi, Menko PMK yang didampingi Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty dan Anggota DPR RI, Ahmad Basarah, disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf; Bupati Malang, Rendra Kresna; Wakil Bupati Malang, Sanusi; Deputi Menko PMK bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, Sigit Priohutomo; jajaran muspida Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Malang serta masyarakat setempat.

Peringatan Hari Kontrasepsi Dunia tahun 2016 berthema: “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia melalui Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi Menuju Keluarga Bahagia Sejahtera” ini dicermati Menko PMK bahwa pembangunan bidang kependudukan dan Keluarga Berencana di tanah air mengalami stagnasi. Hal ini terlihat dari Contraceptive Prevelance Rate dengan metode modern selama 15 tahun terakhir tidak berkembang. Hampir 98% pasangan usia subur mengetahui tentang program KB, namun hanya 57% yang ikut KB.

“BKKBN harus lakukan terobosan, Program KB tak hanya dimaknai sebagai pembatasan kelahiran, namun lebih dari itu untuk mendukung pembangunan kesehatan dan kesejahteraan keluarga”, tegas Menko PMK.

Menko PMK menekankan beberapa hal penting untuk mencapai hasil pembangunan kependudukan dan Keluarga Berencana yang optimal, antara lain adalah strategi komunikasi dan sosialisasi ajakan ber KB yang lebih inovatif sehingga masyarakat tertarik ber KB, memastikan ketersediaan alat kontrasepsi dan distribusi yang tepat di suatu daerah dan melakukan monitoring pelaksanaan program Kampung KB.

“Masyarakat harus diedukasi, konseling, advokasi yang efektif dengan muatan dan pesan yang mudah dipahami. Bangun kesadaran untuk menjadi peserta KB. Inilah peran penting Tenaga konselor, petugas lapangan KB (PLKB), bidan, serta kader kesehatan dalam membangun kesadaran masyarakat”, urai Menko PMK

“Melalui peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2016 ini, Saya mengajak semua mitra kerja BKKBN, dari mulai para dokter, bidan, penyuluh KB, kader kesehatan, pemerintah daerah dan pihak swasta untuk bergotong royong mensukseskan Program KB. Pastikan bahwa setiap keluarga mampu merencanakan masa depannya dengan baik. Berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Program KB bermanfaat untuk wujudkan keluarga bahagia lahir batin dan sejahtera secara ekonomi”, ajak Menko PMK di akhir sambutannya. (fin/ed.:IN)