Oleh humas on October 15, 2018

Jakarta (14/10)--- Keberadaan museum sesungguhnya amat diperlukan untuk menyimpan bukti-bukti peradaban suatu bangsa. Museum memiliki fungsi sebagai pengumpulan, dokumentasi dan penelitian ilmiah, konservasi dan preservasi, penyebaran dan pemerataan ilmu untuk umum, pengenalan dan penghayatan kesenian, pengenalan kebudayaan dan lain sebagainya. Di era globalisasi saat ini, tugas-tugas museum semakin terasa berat karena seolah-olah perannya dapat digantikan dengan media digital yang menyediakan informasi tanpa batas. Selain itu, di tengah maraknya informasi yang amat diragukan kebenarannya atau hoax, tentunya masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang benar dan terarah. Di sinilah perlunya keberadaan Museum dan insan permuseuman, karena sejak berdirinya, Museum masih berkomitmen untuk memunculkan informasi yang dapat menyajikan data valid dan berkualitas. Demikian penegasan Menko PMK, Puan Maharani, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Deputi Warisan Budaya, Pamuji Lestari, dalam acara Indonesia Museum Awards 2018 di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu sore. Hadir dalam acara ini antara lain para anggota Dewan Juri; Perwakilan Kemendikbud dan Pemprov DKI Jakarta; Jajaran Pengurus Asosiasi Museum Indonesia (AMI) dan Asosiasi Museum Daerah (AMIDA) se-Indonesia; Para Pemerhati Museum di Indonesia; dan media massa. 
 
Dalam arahannya, Menko PMK minta agar di era globalisasi ini museum sebagai salah satu gudang informasi peradaban manusia untuk ”berbenah diri” dan membuat program-program terobosan yang akan menjadikan Museum dilirik dan digemari oleh masyarakat yang haus akan informasi. “Selain itu, perlu juga rasanya menjadikan Museum sebagai sebuah tempat yang terkesan ”instagramable”, mengingat sebanyak 81 juta (31,76%)  penduduk Indonesia adalah generasi milenial dan kita ketahui bersama bahwa para generasi milenial saat ini amat gemar berselfie ria di tempat yang terkesan unik, tidak terkecuali Museum,” katanya lagi. 

Acara pemberian Anugerah Purwakalagrha 2018 ini, tambah Menko PMK, memiliki arti dan makna yang penting dan mendalam bagi terwujudnya pengelolaan museum di Indonesia yang lebih baik. Hari ini adalah waktu yang tepat untuk kembali menggaungkan “Gerakan Cinta Museum” yang sempat redup. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata Gerakan Cinta Museum yang bertujuan memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap museum dan tokoh permuseuman, serta ilmu pengetahuan dan warisan peradaban. 

“Semoga dengan adanya pengelolaan yang lebih optimal, potensi museum dapat lebih tergali dengan maksimal dan hasilnya berguna untuk membangun peradaban di masa depan. Untuk mewujudkan hal ini, kiranya ke depan kita harus segera membuat tata kelola permuseuman dengan sistem yang terintegrasi pada semua objek dengan dukungan teknologi informasi yang ada di kawasan tersebut, dengan memperhatikan pada aspek pemberdayaan masyarakat sekitarnya dan daya dukung lingkungan museum,” papar Menko PMK. “Semoga melalui kegiatan Anugerah Purwakalagrha IMA 2018 ini, akan meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kita dalam memajukan museum sebagai ruang publik yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta tempat kunjungan wisata yang aman, maju dan bermanfaat guna,” katanya lagi seraya secara resmi membuka acara. 

Indonesia Museum Awards 2018 merupakan ajang apresiasi kepada para individu dan penggiat museum di tanah air yang digelar masih dalam rangka Hari Museum Indonesia setiap tahun pada tanggal 12 Oktober. Acara yang digagas oleh Komunitas Jelajah ini diselenggarakan untuk ketujuh kalinya pada 2018 sekaligus mengumumkan tokoh atau individu penerima penghargaan sesuai kategori dan penilaian dewan juri yaitu Wiendu Nuryanti, Indroyono Soesilo, Anggit Hernowo, Samuel Wattimena, dan Yuliandre Darwis. Pamuji, sebagai yang mewakili Menko PMK, selanjutnya didapuk untuk menyerahkan Anugerah Purwakalagrha 2018 kepada Tokoh Peduli Museum.

Adapun individu Penerima Anugerah Purwakalagrha 2018 antara lain: Tokoh Peduli Museum: Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X; Pejabat Peduli Museum: Walikota Surabaya, Tri Risma Harini; Perguruan Tinggi Peduli Museum, Akademi Militer Magelang, Jateng; Media Peduli Museum: NET TV; Pelaku Usaha Peduli Museum: Pemilik Museum MACAN, Haryanto Adikoesoemo; dan Tokoh Pengabdi Museum Sepanjang Hayat: Wardiman Djojonegoro. 

Dewan Juri juga memberikan Anugerah Purwakalagrha 2018 untuk beberapa kategori sesuai jenis museum, yaitu untuk kategori Museum Cerdas kepada Museum Pendidikan Nasional milik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jabar; Museum Lestari: Museum Pasifika, Bali; Museum Bersahabat: Museum Tekstil, Jakarta; Museum Etnografi Unik: Museum Kematian milik FISIP Universitas Airlangga, Jatim; Museum Populer: Museum MACAN, Jakarta; dan Museum Inspiratif: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Komplek Istana Bogor, Jabar. (*)

Categories: