Oleh humas on June 06, 2018

Jakarta (06/06) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani menghadiri buka puasa bersama dan Silaturahmi Kebangsaan Tokoh - Pemimpin OKP Keagamaan yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI). Kegiatan di laksanakan di Auditorium PTIK, Jakarta.

Dalam sambutannya, Menko PMK menyampaikan bahwa persatuan dan toleransi harus dibangun dan diperjuangkan yaitu dengan meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan. Menghormati konstitusi dan tatanan kehidupan bernegara yang demokratis.

“Saya optimis bahwa kedamaian, kerukunan dan keharmonisan hidup beragama akan terwujud apabila semua pimpinan keagamaan dan umat beragama saling bergandengan tangan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan, dan keragaman adalah anugerah dan alamiah,” kata Menko PMK.

Menko PMK juga menyampaikan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dapat tetap lestari dan terjaga bila semua sektor pembangunan di Indonesia mengacu pada empat konsensus yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. 

“Keutuhan NKRI dalam pembangunan bidang keagamaan di tanah air harus menanamkan paham keagamaan yang utuh, baik dan benar, tidak berdasarkan dari keyakinan atau kepentingan diri sendiri, atau kelompok,”jelas Menko PMK.

Untuk itu, lanjut Menko PMK, Para pendiri bangsa kita sudah mewariskan kode pemersatu yakni Pancasila. Karena hanya dengan Pancasila itu kita dapat bersatu. Meninggalkan Pancasila sama halnya mencabut jati diri dari akar terdalamnya. Sehingga bangsa ini akan kehilangan karakternya sebagai bangsa yang ramah dan toleran.

“Dengan semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu mempercepat pembangunan bangsa mencapai kemajuan,” ujar Menko PMK.

Dikesempatan tersebut sebut, Menko PMK juga menyampaikan harapannya agar silaturahmi para aktivis yang berkiprah dalam dunia ke-masjid-an dan kepemudaan Islam di Indonesia dapat memberikan manfaat bagi setiap individu dan orang-orang yang berada disekitarnya.

Menko PMK juga menganjurkan agar para aktivis dapat saling bertukar pikiran, berdialog, dalam membangun ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), dan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama bangsa).

“Saya berharap akan muncul tokoh-tokoh muda, yang berakhlak, berjiwa kebangsaan, dan berjiwa pemimpin. Dengan demikian, harapan Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur, negeri yang baik, aman, tenteram, adil, makmur dan sejahtera serta mendapatkan ampunan dari Tuhan dapat segera terwujud,”kata Menko PMK.

Selesai buka bersama, Menko PMK bersama Wakil Ketua PP DMI Kombes. M. Syafruddin dan peserta lainnya melaksanakan shalat berjamaah. Silaturahmi kebangsaan sendiri diikuti berbagai OKP Keagamaan serta pengurus dan anggota DMI. (DAM)

Categories: