Oleh humasnew on April 03, 2018

Yogyakarta (03/04) -- “Pemerintah saat ini sedang mempercepat pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dan Muhammadiyah mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam ikut bergotong royong memperkuat pembangunan manusia yang berkualitas sebagai modal dalam memajukan Indonesia.” demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat kunjungan kerja di Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Menurut Menko PMK, dalam catatan sejarah, madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah merupakan sekolah khusus perempuan yang pertama yang berdiri di Indonesia. “Madrasah Mu'allimaat punya peran strategis sebagai pusat keunggulan perempuan berkemajuan untuk mencetak pemimpin perempuan dengan berbagai kompetensi,” tambahnya.

Dalam mencapai manusia yang berkualitas, menurut Menko PMK peran dan kualitas guru merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam pembangunan bidang pendidikan. “Para guru juga harus di bina dan diikutkan dalam pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya,”pintanya.

Menko PMK juga menghimbau agar teknik mengajar guru harus terus di update yang disesuaikan dengan perkembangan zaman seperti pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Selain itu, lanjut Menko PMK, sarana belajar mengajar dan sistem pengajaran di madrasah perlu terus ditingkatkan sehingga lulusannya memiliki daya saing yang tinggi.

Secara khusus Menko PMK juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Madrasah Mu’allimaat atas kiprahnya selama 1 abad (1918-2018) dalam membangun kualitas perempuan di Indonesia. “Sejak tahun 1918 Madrasah Mu’allimaat telah menciptakan perempuan-perempuan hebat, perempuan-perempuan yang nantinya  bisa menjadi pemimpin-pemimpin diposisinya masing-masing,”terangnya.

Di sela kunkernya di Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Menko PMK secara simbolis berkesempatan menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang pada tahun 2018 terdapat 12.122 KPM PKH dan telah disalurkan pada tahap pertama sebanyak 12.065 KPM PKH. Bantuan lainnya ada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 500 kg PMT ibu hamil dan 500 kg PMT balita. Bantuan selanjutnya adalah Al-Qur'an dan perlengkapan sholat.

Pada saat sambutan, Menko PMK juga berkesempatan melakukan dialog interaktif dengan siswi Madrasah Mu'allimaat, guru serta keluarga penerimaan manfaat (KPM) PKH.

Turut hadir dalam Kunker di Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Mendikbud Muhadjir Effendy; Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah; Wakapolri Komjen Pol. M. Syafruddin; Mantan MKP, Rokhmin Dahuri; Ketua Umum PP Aisiyah, Nurdjannah Haidar Bagir; Direktur Madrasah Mu'allimaat; para KPM PKH; para pendamping PKH; para guru serta para siswa Madrasah Mu'allimaat. (DAM)

Categories: