Oleh humas on October 01, 2018

Jakarta (10)— Perhelatan Asian Para Games (APG) 2018 memberikan pesan akan bukti terwujudnya kesetaraan dan untuk meningkatkan empati terhadap sesama. Asian Para Games 2018 jadi momentum penghormatan kepada kaum disabilitas. Mereka juga dapat mengharumkan nama bangsa.

"Asian Para Games ini merupakan salah bentuk penghormatan kepada kaum disabilitas. Bahwa mereka merupakan salah satu potensi pembangunan untuk mengharumkan nama Indonesia," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "APG 2018: Pesta Kemanusiaan dan Kesetaraan”, di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (1/10).

Nyoman juga menyampaikan kebhinekaan bangsa ini juga dapat diteguhkan melalui kegiatan Asian Para Games 2018 karena pelaksanaan Kirab Obor yang juga diramaikan dengan adanya kegiatan pentas budaya. Selain itu, beberapa kedutaan luar negeri pun turut berkontribusi untuk meramaikan acara tersebut sehingga dapat memperkuat hubungan Indonesia dengan pihak internasional. Dukungan negara terhadap pelaksanaan Asian Para Games (APG) 2018 merupakan implementasi dari salah satu butir Nawacita. Dalam butir itu disebutkan, pemerintah hadir dalam memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

"Pertama adalah menyatakan bahwa negara ini hadir, baik di dalam konteks olahrga nasional maupun intenasional. Terkait konsep kehadiran negara itulah, Indonesia sudah menetapkan beberapa regulasi untuk penyelenggaranan APG,” ujarnya.  

Kehadiran pemerintah sendiri meliputi berbagai sektor yang juga dilakukan demi meningkatkan atau memberi respect yang lebih besar dalam rangka memberikan apresiasi kepada anak bangsa yang bisa mengharumkan nama bangsa.

Terkait gaung Asian Para Games yang belum maksimal, tambahnya, optimalisasi sosialisasi dan persiapan pelaksanaannya akan dioptimalisasi dalam sisa waktu yang ada. Dirinya mengakui memang ada sejumlah hal yang menyulitkan sosialisasi dan persiapan pelaksanaan Asian Para Games 2018. Pihak penyelenggara didukung oleh pemerintah akan mengoptimalkan sisa waktu yang ada untuk mensukseskan event olahraga internasional bagi penyandang disabilitas tersebut. Hasil koordinasi intensif dengan berbagai pihak, tambahnya, di antaranya Angkasa Pura, maka diperoleh sejumlah solusi.

“Ada sejumlah kendala di lapangan terkait promosi dan sosialisasi pelaksanaan Asian Para Games 2018. Papan-papan reklame yang ada di sejumlah titik, nyatanya masih terkait dalam kontrak dengan pihak ketiga untuk pelaksanaan Asian Games 2018 lalu. Misalnya yang ada di Bandara Soekarno Hatta,” terangnya.

Disamping itu, lanjutnya, optimalisasi sarana pertandingan terus dilakukan dengan menyempurnakan akses disabilitas, khususnya seperti yang di GBK. Sisa waktu yang ada ini akan dioptimalkan semua termasuk dan menyiapkan relawan untuk berjaga di tempat-tempat yang rambunya kurang.

Turut hadir sebagai narasum berdalam Diskusi Media FMB 9 kali ini  Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Edi Suharto, dan Direktur Media dan PR Inapgoc, Muhammad Farhan.

Categories: