Pariwisata

Untuk bidang Pariwisata

Oleh humas on June 05, 2015

Jakarta, 5 Juni – Sesmenko PMK Sugihartatmo (tengah) berdialog dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan), Jumat, 5/6/2015 pagi sebelum pelaksanaan pelantikan pejabat eselon I, II, III, IV dan Pengurus Korpri di lingkungan Kementerian Pariwisata, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta. Tampak hadir juga Sesmenko Kemaritiman Asep Jembar Mohammad (kiri)

Kehadiran Sesmenko PMK dan Sesmenko Kemaritiman di Kementerian Pariwisata ini sebagai Saksi pada Sumpah/janji Pelantikan pejabat struktural eselon I,II,III,IV dan Pengurus KORPRI di lingkungan Kementerian Pariwisata.(Gs).

Oleh humas on May 29, 2015

Manado,28 Mei 2015- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memberikan sambutan pada acara peresmian Jembatan Ir. Soekarno, di Kota Manado Sulawesi Utara, Kamis (28/05).(Yn/humas)

Lokasi jembatan senilai Rp 300 miliar ini terletak di atas Sungai Tondano dan Pelabuhan Manado dengan pemandangan Pulau Bunaken dan Manado Tua. Jembatan menghubungkan Boulevard I, Boulevard II, dan By Pass Manado.

Oleh humas on May 20, 2015

Jakarta, 20 Mei, - Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Prof.Dr.R.Agus Sartono, MBA., (kiri) memimpin rapat koordinasi (Rakor) teknis tingkat Eselon I dalam rangka penyiapan bahan Pertemuan Indonesia Tiongkok mengenai High-Level to People Exchinange Mechanism. Rakor ini berlangsung, Rabu, 20/5/2015 bertempat di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta. (Gs).

Oleh humas on May 11, 2015

Jakarta (11/5) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani bersama Presiden Republik Indonesia ke 5 Megawati Soekarnoputri dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rusdi Kirana meninjau stand batik dalam acara launching Batik Air Frequent Flyer di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. (PS)

Oleh humas on May 11, 2015

Jakarta, 11 Mei – Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Prof.Dr.R.Agus Sartono, MBA., (kelima kanan) memimpin rapat koordinasi tentang penyiapan pertemuan Indonesia – Tiongkok mengenai High- Level People to People Exchange Mechanism, Senin, 11/5/2015, di kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta. (Gs/Pram).

Rakor ini tertujuan untuk mengindentifikasi dan menginventarisir kerjasama yang sudah ada antara K/L dengan fihak RRT dan membahas status 11 draft MoU antara Indonesia dan RRT yang sudah ada.

Oleh humas on May 08, 2015

Bandung (07/05) Menko PMK, Puan Maharani (paling tengah) bersama dengan Menristek Dikti, M. Nasir (berbaju putih) meletakkan tangan di layar virtual sebagai simbol dimulainya Program Nasional Pengembangan 100 Science Techno Park (STP) di gedung pertemuan utama Bandung Techno Park atau yang masih dalam satu lokasi dengan Universitas Telkom, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat. Selain peresmian, Menko PMK juga menyaksikan langsung penandatanganan komitmen 65 kepala daerah baik kabupaten maupun kota yang akan membangun serta mengembangkan STP di daerahnya masing-masing.

Oleh humas on May 05, 2015

Jakarat, 5 Mei 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani bersama dengan Menteri Koordiantor Politik Hukum dan Keamanan (menko Polhukam) Tedjo Edhy Prdijanto, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pendayagagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chisnadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi (paling kanan) dan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Ngurah Puspayoga (paling kiri) dengan didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memukul gendang

Oleh humas on May 05, 2015

Jakarta, 5 Mei 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memberikan sambutan dan arahan pada acara Launching Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015 di Jakarta, Senin (5/5).

Oleh humas on April 12, 2015

Bandung Barat, 11 April 2015 -- Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Hazwan Yunaz dan Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Wahnarno Hadi menghadiri Festival Budaya di Situ Ciburuy Kabupaten Bandung Barat yang diselenggarakan oleh Komunitas Penggiat Seni Budaya dan Lingkungan Hidup Jawa Barat. Acara ini dihadiri pula oleh Acil Bimbo dan Septian Dwi Cahyo. Adapun kegiatan dalam festival budaya ini adalah festival seni, penanaman pohon, penebaran ikan di Situ Ciburuy dan dialog budaya.

Oleh humas on March 26, 2015

Jakarta, 26 Maret 2015 - Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK, Wahnarno Hadi, memberikan penjelasan tentang persiapan kegiatan Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara (BHAKESRA) 2015 di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jakarta. Tahun ini kegiatan ekspedisi BHAKESRA merupakan yang ke-5 kalinya dan akan menempuh rute Pulau Muna, Sultra; Pulau Wawonii, Konawe, Sultra; Pulau Banggai, Banggai Kepulauan, Sulteng; dan Pulau Togean, Tojo Una-una, Sulteng.

Oleh humas on March 10, 2015

Jakarta, 10 Maret 2015 - Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusian dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Agus Sartono memimpin rapat koordinasi pemberdayaan ekonomi umat pondok pesantren dalam rangka mendukung Sail Tomini 2015 dan terkait bidang kegiatan pemberdayaan ekonomi umat melalui pondok pesantren dan koperasi pondok pesantren (PEP) pada selasa 10/03/2015 di ruang rapat Lt. 5 Kemenko PMK.

 

Oleh humas on March 05, 2015

Jakarta. 5 Maret 2015 - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menerima Audiensi Direktur Utama TMII Bambang Susanto di Kantor Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3 Jakarta. (ole)

Pada kesempatan itu Dirut TMII Memaparkan Persiapan Penyelenggaraan Internasional Training Center for Intangible Heritage in The Asia Pasific  Region Under The Auspices of UNESCO Tahun 2015, serta membahas persiapan pelaksanaan Ulang Tahun ke 40 TMII.

Oleh humas on February 16, 2015

Bogor, 16 Februari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengikuti rapat terbatas (Ratas) di Istana Bogor , Senin pagi (16/2/2015). Ratas  yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membahas soal upaya meningkatkan jumlah wisatawan di Indonesia. Rapat dimulai pukul 10.00 WIB di Gedung Utama Istana Bogor, Jawa Barat, Dalam sambutannya, Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, ingin agar para menterinya bekerja keras meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Oleh humas on February 04, 2015

Jakarta, 4 Februari 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberikan arahan dan masukan pada rapat kerja pimpinan Kementerian Luar Negeri dengan Kepala Perwakilan Republik Indonesia Tahun 2015, yang bertempat di Ruang Nusantara Kementerian Luar Negeri pada Rabu, 4/2/2015.(ng)

Oleh humas on January 27, 2015

Jakarta (27/01)--- Puan Maharani, Menko PMK (paling kanan) foto bersama usai menerima penghargaan Rekor MURI bersama dengan penerima penghargaan lainnya. Menko PMK terpilih sebagai penerima penghargaan dengan kategori sebagai perempuan pertama yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri termuda dalam Kabinet Kerja Jokowi - JK.

Oleh humas on January 23, 2015

Jakarta, 23 Januari – Untuk kesekian kalinya para menteri kabinet kerja kembali bersama-sama menggelar acara Jumat minum jamu bersama. Kali ini acara berlangsung di Kementerian Kesehatan pada Jum’at (23/01/2015), yang bertemakan "Bugar dengan Jamu" (BuDe Jamu). Hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Perindustrian Husen Saleh, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BPOM Roy Siparingga, Kepala BNN Anang Iskandar, serta pejabat dari Kementerian/Lembaga terkait.

"Saya berharap jamu jangan hanya dikenal masyarakat Indonesia saja, tetapi juga harus dikenal dunia lewat ajang promosi. Kami di jajaran Menteri Kabinet Kerja yang hadir di Kantor Kementerian Kesehatan sepakat untuk bisa mendorong, memajukan dan meningkatkan warisan budaya bangsa, sehingga jamu ini tak hanya dikenal di dalam negeri tapi juga di dunia internasional," kata Menko PMK.

Ia menambahkan, peluncuran gerakan ini, untuk melestarikan budaya minum jamu dalam memelihara kesehatan dan kebugaran. Selain itu, agar jamu tidak lagi dianggap sebagai minuman masyarakat kelas menengah ke bawah. “Saat ini, jamu telah mengalami revolusi, baik dari sisi bentuk sediaan maupun manfaatnya”, lanjut Menko Puan.

Menko PMK juga menyampaikan apresiasinya kepada Kemenkes atas upaya yang dilakukan dalam mengangkat jamu ke tempat terbaik, melalui saintifikasi jamu, yaitu penyediaan data ilmiah jamu meliputi keamanan, khasiat, dan mutunya.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK bersama Menteri Kabinet Kerja dan Pejabat lainnya menandatangani “Komitmen Bersama Membudayakan Minum Jamu Dari Diri Sendiri, Keluarga, Lingkungan dan Masyarakat”. Acara ditutup dengan minum jamu bersama seluruh tamu dan undangan.(Humas).

 

 

 

 

Oleh humas on January 23, 2015

Jakarta, 23 Januari – Menko PMK Puan Maharani (kiri) usai acara Jumat Minum Jamu Bersama, memberikan keterangan pers dan tampak  mendampingi antara lain Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perindustrian M. Saleh Husin dan jajaran para pengusaha jamu. (Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on January 23, 2015

Jakarta, 23 Januari – Menko PMK Puan Maharani (kanan) usai memberikan sambutan dalam Acara Jumat Minum Jamu Bersama, menandatangani “KOMITMEN BERSAMA membudayakan minum jamu dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat”, Jumat (23/1/2015) pagi di kementerian Kesehatan, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menkes Nila Moeloek, Menperin Husen Saleh, Menneg PP dan PA Yohana Yambise, Menkopdan UKM Abak Agung gde Ngurah Puspayoga, dan para pejabat dari K/L terkait.(Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on January 21, 2015

Jakarta, 21 Januari-  “Penyelenggaraan event Internasional Sail Tomini 2015 akan tetap dilaksanakan pada bulan September mendatang dan tidak ada perubahan jadwal sebab hal tersebut berhubungan dengan arah angin.”

Demikian yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri tentang persiapan penyelenggaraan Sail Tomini 2015, Rabu (21/1/2015) pagi diKemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Rakor yang dihadiri oleh Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menko Polhukam Tedjo Eddy, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya, dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, kali ini membahas berbagai hal terkait persiapan penyelenggaraan Sail Tomini 2015. Diantaranya tentang pembahasan logo, thema dan jadwal penyelenggaraan.

Dalam arahannya, Menko PMK berpesan agar agenda kegiatan penyelenggaraan Sail Tomini 2015 tidak berubah-ubah sebab hal tersebut berkaitan dengan arah angin yang berhembus di kawasan tersebut. “Maka dari itu acara puncak Sail Tomini untuk saat ini tidak perlu ada perubahan tetap tanggal 19 September,” kata Menko PMK.

Berkaitan dengan logo yang nanti akan digunakan, menurut Menko PMK harus menonjolkan kekhasan kawasan tersebut. “Kalau untuk Sail Tomini saya kira yag lebih pas adalah dengan menggunakan logo perahu Phinisi dengan layar yang warna-warni,” terang Menko PMK.

Pemilihan logo tersebut, lanjut Menko PMK tentunya tidak asal pilih sebab perahu phinisi merupakan perahu tradisional Sulawesi yang telah diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya milik Indonesia.

Pada kesempatan Rakor kali ini, Menko PMK kembali menegaskan bahwa tujuan penyelenggaraan Sail Tomini 2015 adalah untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal, pinggiran, dan kepulauan. “Sekaligus untuk mempromosikan distinasi pariwisata di daerah Sulawesi Tengah ke dunia internasional,”tambah Menko PMK.

“Dan tujuan yang lebih penting adalah mengukuhkan kembali kejayaan Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup di Negara Kepulauan,” tegas Menko PMK.(Humas).

 

 

 

 

 

Oleh humas on January 21, 2015

Jakarta, 21 Januari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani (ketiga kanan)  memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri tentang penyelenggaraan event Sail Tomini 2015. Hadir dalam rakor tersebut Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo (kedua kanan), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arief Yahya (kanan), dan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola (keempat kanan) serta para pejabat dari berbagai instansi (K/L) maupun Pemerintah daerah yang terlibat. Rakot diselenggarakan Rabu (21/1/2015) pagi  di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3 Jakarta Pusat). Dalam Rakor tersebut juga  membicarakan rencana persiapan penyelenggaraan Sail Karimata 2016. (foto: deni/Gs)

 

 

 

 

Oleh humas on January 10, 2015

Jakarta, 10 Januari - Pemerintah, melalui sejumlah kementerian, mencanangkan Gerakan Budaya Minum Jamu. Hal itu dilakukan untuk mendorong agar produk jamu di Tanah Air diminati, baik oleh pasar lokal maupun internasional.
“Kami (pemerintah) akan mendorong UKM jamu naik kelas, jangan jamu gendong terus. Dulu Martha Tilaar dari berusaha jamu gendong sekarang menjadi perusahaan raksasa,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga, seusai meresmikan Gerakan Budaya Minum Jamu di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (9/1/2015).
Hadir pada acara tersebut,seperti dilansir laman Koran Jakarta,  antara lain, Menteri Perdagangan Rachmad Gobel, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Baldan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kesehatan Nila Muluk, pendiri PT Mustika Ratu, Moeryati Sudibyo, dan Ketua Yayasan Puteri Indonesia, Putri K Wardani.
Puspayoga mengatakan bahwa pihaknya akan terus menyosialisasikan kampanye minum jamu di semua kantor pemerintahan dan kementerian yang ia pimpin. “Ini warisan budaya, bangsa Indonesia harus mencintai dan melestariakan jamu,” katanya.
Menurut dia, jamu adalah produk unggulan Indonesia yang harus terus dipromosikan, baik di dalam maupun di luar negeri. Terlebih, jamu merupakan produk herbal yang punya nilai budaya tinggi dan telah berusia lebih dari 1.200 tahun.
“Sebelum terus didengungkan di luar negeri, maka dipromosikan di sini (dalam negeri) dulu. Jamu juga jadi bagian produk halal yang akan kita promosikan,” katanya.
Menteri Pariwisata, Arif Yahya, menyambut positif pencanangan tersebut. Pasalnya, Indonesia adalah negara terbesar kedua di dunia setelah Brasil yang memiliki sekitar 30.000 varietas tanaman berkhasiat. Indonesia bahkan diklaim sebagai negara nomor satu yang memiliki varietas terbanyak tanaman laut berkhasiat. “Potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum masuk dalam perdagangan herbal dunia,” kata dia.
Dukungan pemerintah seperti pencanangan minum jamu akan sangat membantu produk herbal asli Indonesia itu untuk bisa masuk pasar internasional. “Kita harap Indonesia ke depan bisa jadi pemain jamu dan industri herbal kelas dunia,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah, melalui Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, juga menandai pencanangan kampanye minum jamu di Kementerian Perdagangan. Menurut putri presiden kelima RI itu, gerakan sehat minum jamu akan dimulai di seluruh kantor pemerintah.
“Ini penting sebagai salah supaya kita tetap menghargai produk dalam negeri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” kata Puan.UKM Jamu Naik Kelas
Pada kesempatan itu, Puspayoga juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong UKM jamu naik kelas. Hal itu akan dilakukan melalui berbagai upaya, salah satunya mempermudah pemberian Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) kepada para pelaku usaha mikro herbal tersebut.
Puspayoga mengatakan potensi herbal sebagai bahan jamu di Tanah Air mencapai triliunan rupiah. Realitas itu didukung potensi kekayaan bahan baku herbal yang melimpah dan potensi iklim yang mendukung bahan baku jamu sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan produksi jamu di Indonesia.
Ia mengatakan saat ini terdapat 1.247 industri jamu, 129 unit berupa industri obat tradisional (IOT) dan selebihnya termasuk golongan Usaha menengah Obat Tradisional (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Puspayoga menambahkan keberadaan industri jamu mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 15 juta orang. Sebanyak 3 juta di antaranya terserap di industri jamu tradisional, sedangkan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang berkembang ke arah makanan, minuman, food supplement, spa aroma terapi, dan kosmetik.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya, Putri K Wardani, dalam kesempatan yang sama, menyayangkan banyaknya jamu berbahan kimia yang beredar. Padahal, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang begitu besar karena merupakan negara terbesar kedua di dunia setelah Brasil yang memiliki varietas tanaman berkhasiat. Itu pun belum termasuk varietas tanaman laut. (Kj/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on January 01, 2015

Jakarta, 1 Januari  - Komite Perdamaian Dunia tepat di malam pergantian tahun baru 2015 menetapkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  menjadi Taman Peradaban Internasional dan Wahana Perdamaian Dunia karena memiliki Plaza Konperensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (KTT GNB) .
"TMII diberi pengakuan dan ditetapkan sebagai Taman Peradaban Internasional dan Wahana Perdamaian Dunia oleh Komite Perdamaian Dunia, karena TMII memiliki Plaza KTT Non-Blok yang bersejarah," ujar Direktur Operasional TMII Ade F. Meyliala di Jakarta, Rabu (31/12/2014) malam.

Oleh humas on December 27, 2014

Yogyakarta, 27 Desember  - Menjelang pergantian tahun, jumlah wisatawan yang berkunjungan ke Candi Prambanan meningkat secara signifikan. Kepala Unit Candi Prambanan, Priyo Santoso mengatakan, peningkatan kunjungan wisatawan mulai terlihat sejak akhir pekan lalu.

Menurutnya, kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ini dipengaruhi dengan bertepatannya liburan sekolah dengan libur panjang Hari Raya Natal.

Oleh humas on December 22, 2014

Jakarta, 22 Desember  - Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Prof Dr Kacung Marijan MA menegaskan bahwa kebudayaan penting untuk pembangunan, karena budaya-lah yang menjaga Indonesia dari "buaya" atau sikap tidak berperikemanusiaan.
"Jadi, tugas kebudayaan adalah menjaga hilangnya huruf d dalam kata budaya agar tidak menjadi buaya," katanya saat membuka NU di Tahun Kebudayaan 2014 di teras utara Gedung PWNU Jatim, Minggu (21/12/2014) sore.
Dalam acara yang digelar oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur itu, ia menjelaskan NU sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kebudayaan Nusantara, seperti peran Lesbumi.
"Bahkan, NU merupakan komunitas yang lahir dan hidup dalam kebudayaan, karena Nahdlatul Ulama adalah Islam Nusantara yang menunjukkan bahwa Islam dan kebudayaan itu tidak bertentangan, bahkan keduanya bisa saling berkolaborasi," katanya.
Menurut Guru Besar Ilmu Politik Unair itu, seperti dilansir laman Antaranews, bila kebudayaan menjadi "arus utama" dalam pembangunan, maka pembangunan akan semakin memiliki makna, karena kebudayaan itu memiliki tiga dimensi.
"Tiga dimensi penting dalam kebudayaan adalah sistem nilai, ekspresi, dan materiil. Sistem nilai itu berkaitan dengan ketuhanan dan etika, sedangkan ekspresi itu berkaitan dengan bentuk seperti lukisan, tari, dan sebagainya. Untuk materiil adalah bentuk fisik seperti candi dan bangunan bersejarah," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kacung Marijan melaporkan perkembangan pembangunan Museum Islam Nusantara di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim. "Tahun ini, saya membangun 39 museum, termasuk Museum Islam Nusantara di Jombang itu," katanya.
Ia menargetkan Museum Islam Nusantara itu akan selesai dibangun pada akhir tahun 2015. "Insya-Allah bertepatan dengan Muktamar NU 2015 akan bisa terselesaikan," kata Kacung yang juga bertekad membangun Laboratorium Kebudayaan di SMA/SMK itu.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 19, 2014

Jakarta (19/12)--- Presiden RI, Joko Widodo, mendengarkan paparan tentang isi dari Pusat Sejarah Konstitusi (Puskon) dari Janedjri M. Gaffar, Sekjend Mahkamah Konstitusi (MK) usai membuka secara resmi Puskon MK di Gedung MK, Jakarta, Jumat pagi.

Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara lainnya turut hadir dalam peresmian Puskon yang terletak di lantai 5 Gedung MK itu, bahkan Try Sutrisno, mantan Wapres RI, ikut serta dalam peninjauan Puskon hingga selesai. Sebelum peninjauan, Presiden Joko Widodo menandatangani prasasti peresmian yang ada tepat di depan pintu masuk Puskon.

Pages

Subscribe to RSS - Pariwisata