Oleh humasnew on April 09, 2018

Jakarta (9/04) – Kemenko PMK melalui Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK, Ade Rustama mengapresiasi Lembaga Bahtsul Masail PBNU. Demikian disampaikannya saat menerima audiensi jajaran pengurus Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Kantor Kemenko PMK Jakarta.

Menurut Ade, pihaknya sangat mengapresiasi kiprah dari Lembaga Bahtsul Masail PBNU yang telah melaksanakan Munas Alim Ulama di Lombok pada 23-24 November 2017. Dalam munas tersebut LBM PBNU telah menyampaikan pandangan islam mengenai penyandang disabilitas. “Kami berterima kasih karena LBM NU beberapa waktu lalu juga telah mengundang kami dalam kajian fiqih mengenai disabilitas”. ungkap Ade. 

Menurut Ade, kajian fiqih terhadap disabilitas merupakan kajian yang penting karena adanya problematika yang dihadapi penyandang disabilitas yang ada di masyarakat. “Problem tidak hanya terkait masalah ibadah, tetapi juga pada bidang aktivitasnya sebagai masyarakat,” ujarnya. Untuk itu diperlukan ikhitiar dalam mengeksplorasi terminologi dan memberikan pemaknaan yang tepat terhadap norma, kaffah, tamyiz, balliqh, ahliyyah, rukhsah, massaqqah, dhahurah, dan hal lainnya terkait dengan penyandang disabilitas. “Pemaknaan terhadap konsep-konsep memerlukan cara baca atau metodologi fiqih yang tepat,” pungkasnya. 

Dengan audiensi ini, diharapkan peran LBM NU akan mengambil peran yang optimal dalam memberikan pandang-pandangan dalam fiqih terkait penyandang disabilitas. Dwi