Oleh humas2 on December 10, 2016

Labuan Bajo (10/12) --- Pekan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) Labuan Bajo, NTT, ditutup hari ini lewat acara yang meriah. Acara ini merupakan kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kemenko Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, yang bermitra dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi NTT, Balai Taman Nasional Komodo, Indonesia Waste Platform, Eco Flores, Dive Operators Community Komodo, dan lain-lain.

Pekan GBBS dirancang sebagai kegiatan yang dapat diimplementasikan dengan melibatkan berbagai kelompok sosial dan budaya karena diyakini budayabersih dan senyum adalah karakter bangsa yang sehat. Gerakan ini pada akhirnya diharapkan dapat mendorong peningkatan pariwisata di Indonesia karena lokasi dan masyarakat akan berubah menjadi lebih indah dan lebih ramah terhadap kunjungan wisatawan. Adapun peserta kegiatan ini adalah siswa SD, siswa SMP, siswa SMA dan komunitas, PNS, LSM, masyarakat umum, wisatawan, dan para volunteers.

Terdapat 3 kegiatan utama dalam Pekan GBBS ini yaitu :

  1. Beach Clean Up, kegiatan bersih-bersih  pantai sepanjang pantai Kota Labuan Bajo (±2 km) yang melibatkan sekitar 1.000 siswa SD, SMP, SMA, PNS, komunitas, dan masyarakat;
  2. Ocean Clean Up, kegiatan bersih-bersih laut di Pulau Bajo, yang melibatkan 50-75 peselam lokal, kementerian, volunteer dan wisatawan;
  3. Pengelolaan Sampah, yaitu pemilahan penimbangan, dan penanganan sampah hasil bersih-bersih pantai dan laut, yang akhirnya akan diserahkan kepada bank sampah.

Sampah yang terkumpul hari ini sebanyak 1.4 ton, terdiri dari 900 kg sampah darat, 500 kg sampah laut, dimana sebanyak 88% sampah berjenis anorganik. Sampah-sampah yang terkumpul ditimbang, dan akhirnya dikumpulkan di satu truk besar untuk dibuang ke TPAS.

Bupati Manggarai Barat, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Vitora, mengatakan, “Manggarai Barat sudah cantik, jangan kita kotori lagi dengan sampah. Kita harus membangun kepedulian untuk tidak menggunakan plastik terlalu banyak.”

Selain mengumpulkan sampah, acara hari ini juga diisi dengan hiburan yang dipimpin oleh perwakilan Kemenko Kemaritiman dan Kemenko PMK. Para peserta acara yang kebanyakan adalah pelajar SD-SMA terlihat sangat antusias ketika berbagai kuis diberikan. Termasuk ketika mereka ditantang membawakan yel-yel, menyanyi, bahkan membaca puisi. Acara berlangsung semakin meriah ketika para pelajar dengan penuh semangatnya maju ke depan dan melakukan tari Sajojo, Mogi, dan Gemufamire yang juga diikuti oleh perwakilan kementerian, hingga wisatawan asing yang datang. 

Categories: