Oleh humasnew on March 22, 2018

Jakarta (22/03) – Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb. Ahmad Choesni memyampaikan sambutan dan arahan dalam kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) 2018 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (22/3). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sri Rahayu Widodo; Para Sekda Provinsi dan Kabupaten/Kota; para Kadis Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota; Para Koordinator Wilayah PKH; serta perwakilan instansi terkait.

“Secara khusus ucapan terima kasih dan apresiasi kepada OJK yang sudah mendukung pelaksanaan edukasi dan sosialisasi di 3 wilayah regional. Ucapan terima kasih juga kepada BI, Kemensos, Bappenas, KSP dan TNP2K serta peserta Edukasi dan Sosialisasi yang telah bekerjasama dan hadir pada pelaksanaan sosialisasi ini,” Demikian disampaikan Choesni mengawali sambutannya.

Menurut Choesni, tujuan dilaksankannya kegiatan edukasi dan sosialisasi program BPNT sangat strategis karena dapat meningkatkan  pemahaman  perangkat  daerah,  pengelola  agen  bank  penyalur,  dan pendamping  BPNT  mengenai kebijakan dan mekanisme  penyaluran  BPNT.

Selain itu, lanjut Choesni, kegiatan ini untuk mempersiapkan  para  pelaksana  penyaluran  BPNT  untuk  meningkatkan  optimalisasi program  BPNT  kepada  Keluarga  Penerima  Manfaat (KPM). “Kegiatan ini dapat juga memberikan informasi tentang mekanisme pangaduan program BPNT serta meningkatkan  literasi  keuangan  perangkat  daerah,  pengelola  agen  bank  penyalur, dan  pendamping  BPNT,”tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Choesni juga menerangkan bahwa untuk Bansos Pangan, mulai Tahun 2017, secara bertahap akan dilakukan transformasi dari bentuk natura beras menjadi Non Tunai. Untuk tahap awal, transformasi Rastra menjadi BPNT dilaksanakan tahun 2017 di 44 kota yang telah siap yang mencakup 1,2 juta KPM. Sedangkan Kabupaten/Kota yang belum menjadi wilayah BPNT akan tetap menyalurkan Rastra.

“Bantuan sosial Rastra diberikan dalam bentuk beras berkualitas medium sejumlah 10 kg per KPM per bulan. KPM menerima Bansos Rastra tanpa dikenakan harga/biaya tebus,”ujar Choesni.

Menurut Choesni, transformasi penyaluran bantuan pangan yang awalnya dalam bentuk fisik (red.Rastra) menjadi bantuang pangan non-tunai atas dasar agar penyaluran lebih tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu. 

Untuk Program BPNT, menurut Choesni, KPM akan menerima bantuan sebesar Rp110.000/KPM/bulan yang tidak dapat diambil tunai dan hanya dapat ditukarkan dengan beras dan/atau telur sesuai keinginan. Bantuan dapat disisakan di dalam rekening Bantuan Pangan untuk digunakan lagi sebelum penyaluran bulan berikutnya. 

Menurut Choesni, pada Tahun 2018 perluasan BPNT direncanakan akan dilakukan secara bertahap mencakup 10 juta KPM di seluruh kota dan beberapa kabupaten yang telah siap. Perluasan Tahap awal direncanakan akan dilaksanakan di 24 Kabupaten/Kota dengan jumlah KPM 2 Juta, dan akan dilaksanakan setelah  kesiapan lapangan dipastikan antara lain; kesiapan data yang sudah diverivali kabupaten/kota, kesiapan bank penyalur, kecukupan jumlah e-warong.

Diakhir sambutan, Choesni berharap semoga bantuan program bansos pangan  yang  berikan ini dapat mendukung peningkatan kesejahteraan dan perbaikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Harapan saya kepada seluruh peserta agar bersama-sama, gotong royong dan terintegrasi membantu suksesnya penyaluran BPNT dengan merekrut e warong yang masih kurang,”harapnya. (DAM)