Oleh humas on January 30, 2018

Jakarta (30/01) – Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, Kemenko PMK, Sigit Priohutomo didampingi Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Kemenko PMK, Tb. Achmad Coesni memimpin rapat koorsdinasi (Rakor) tingkar eselon I terkait perkembangan penanganan KLB Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Hadir dalam rakor tersebut Kemendagri, Kemenkes, Kemen PUPR, Kemensos, Kemenag, Kemendikbud, Kemenhub, KSP, TNI, Polri serta Kementerian/Lembaga terkait.

Sigit dalam pengatar rakor mengatakan bahwa tujuan diadakannya rakor ini adalah untuk mengkoordinasikan, mensinkronkan dan pengendalian secara cepat K/L dalam penanganan KLB Campak dan Gizi Buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. “Rakor ini juga sebagai bahan persiapan materi rakor tingkat menteri serta persiapan kunjungan kerja Ibu Menko dengan beberapa Menteri ke Kabupetan Asmat,” terang Sigit.

Menurut Sigit, Sejak September 2017 hingga Rabu 23 Januari 2018, sebanyak 71 anak meninggal akibat kasus campak dan gizi buruk, 646 anak terjangkit campak, dan 144 anak gizi buruk di Asmat, Papua. Data ini diperoleh dari Kemenkes dan Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa Asmat yang melakukan pemeriksaan terhadap 12.398 anak.

“Faktor penyebab campak ini karena cakupan imunisasi yang kurang, minimnya tenaga kesehatan dan tidak terdistribusi denga baik, serta gizi buruk, hal tersebut diawali dengan permasalahan pembangunan mendasa, seperti sanitasi dan fasilitas air bersih yang tidak memadai akses transportasi yang mahal, akses informasi yang terbatas, serta pola hidup dan pola asuh yang tidak menujang,” jelas Sigit.

Atas dasar itu semua, menurut Sigit perlu kerja sama dan gotong royong antar kementerian/lembaga serta Pemda Setempat dalam menanggulangi KLB campak dan gizi buruk.  (DAM)