Oleh humas on April 05, 2018

Jakarta (05/04) – Meskipun prevalensi stunting di Indonesia telah mengalami penurunan, pemerintah terus berusaha agar stunting di Indonesia terus turun bahkan sampai tidak ada lagi anak Indonesia yang mengalami stunting.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, saat memimpin rapat koordinasi terkait status penangan stunting terkini di Indonesia.

Lebih lanjut, Menko PMK menjelasakan berdasarkan data, kondisi stunting pada tahun 2014 sebesar 32,9% lalu pada tahun 2017 telah mencapai 27,5% itu artinya telah malampaui target Rencana Pembangunan Pembangunan Jangka Menengahn (RPJMN) 2019 sebesar 28%.  “Melalui upaya percepatan penanggulangan stunting maka target prevalensi stunsting diharapkan dapat di bawah 25%,”harapnya.

Menurut Menko PMK, kerangka penangan stunting mencakup dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik berkaitan langsung dengan aspek kesehatan yaitu penguatan program kesehatan masyarakat, mencakup pemberian tambahan gizi dengan sasaran pada 1000 hari kehidupan pertama (HKP), ibu menyusui dan anak usia 0-6 bulan, serta ibu menyusui dan anak usia 7-23 bulan.

Adapun yang dimaksud intervensi gizi sensitif, menurut Menko PMK, adalah dengan penanganan stunting yang sifatnya non kesehatan, yaitu sinergi program padat karya dengan kampanye “Isi Piringku”. Proogram tersebut mencakup penyediaan akses terhadap air bersih, akses pada sanitasi, fortifikasi bahan pangan, dan sosialisasi dan edukasi gizi masyarakat.   

Terkait dengan perkembangan penanganan stunting, Menko PMK menyampaikan bahwa telah ditetapakan 1000 Desa dalam 100 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi sebagai prioritas intervensi stunting. Hal ini dikuat lagi dengan peluncuruan buku 100 kabupaten/Kota prioritas intervensi stunting untuk dijadikan rujukan  bagi K/L, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

“Perkembangan lainnya, yaitu peluncuran daftar kegiatan K/L, pemerintah daerah kegiatan penanggulangan stunting, pengembangan materi kampanye stunting  dan “Isi Piringku”, rencana kampanye stunting, rembuk stunting sebagai forum tim teknis pemerintah daerah untuk merencanakan dan menganggarkan program penurunan stunting, ada juga stunting summit forum yangg dihadiri Kepala Daerah untuk menegaskan komitmen daerah bersama dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat penurunan stunting, serta perluasan wilayah prioritas penurunan stunting untuk tahun 2019 menjadi 160 Kabupaten/Kota,”papar Menko PMK.

Turut hadir dalam Rakor Tingkat Menteri (RTM), Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro; Menteri Desa dan PDT Eko Putro Sandjojo; Menteri PPA Yohana Yambise; Kepala Staf Presiden Moeldoko; Kepala Sekretariat TNP2K Bambang Widianto; perwakilan kementerian kesehatan, Kementerian Pertanian; serta K/L terkait.