Oleh humasnew on January 24, 2018

Jakarta (24/01) --- Pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Salah satu caranya dengan melaksanakan program perbaikan tata kelola layanan TKI baik di daerah perbatasan maupun di daerah kantong dengan membangun layanan terpadu satu atap (LTSA)  . Demikian yang disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Sujatmiko, saat memimpin  rapat koordinasi (Rakor) evaluasi pelaksanaan LTSA yang bertempat di ruang rapat utama lt.7, Kemenko PMK, Jakarta.

Upaya ini juga yang diamanatkan oleh UU No 18 tahun 2017 tentang perlindungan para pekerja migran Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pelayanan penempatan dan perlindungan bagi calon TKI, memberikan efisiensi dan transparasi dalam pengurusan dokumen penempatan, serta mempercepat peningkatan kualitas pelayanan bagi para calon TKI. Adapun target pembangunan TLSA sampai dengan Tahun 2018 sebanyak 52 lokasi. Pembangunan ini pertama kali diresmikan oleh Menko PMK pada tanggal 16 Februari 2016 di Nunukan, Kalimantan Utara, yang kemudian di tahun 2017 dibangun beberapa TLSA daintaranya TLSA Ka.  Brebes; Kab. Cilacap; Kab. Pati; Kab. Tulungagung; Kab. Kendal; Kab. Sambas; Kab. Lombok Barat; Kab. Lombok Tengah; Kab, Lombok Timur dan Kab. Sumbawa , serta beberapa daerah lain masih dalam proses persiapan.

“Saat ini kita sudah mencoba memberikan pelayanan yang optimal untuk para TKI, UU sudah di sahkan oleh DPR sehingga dasar hukumnya sudah lebih kuat, maka dari itu kita harus fokus, bekerjasama dan semangat dalam meningkatkan perlindungan untuk para TKI”  Ujar Sujatmiko

Sujatmiko berharap perbaikan tata kelola Layanan TKI di daerah perbatasan  dan daerah kantong TKI dapat berjalan dengan baik. Hadir dalam rakor ini Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono; Direktur Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemnaker, Soes Hindharno, perwakilan dari Bapennas, Polri, Kemenkeu serta beberapa perwakilan lainnya.