Oleh humas on June 06, 2018

Jakarta (6/06) – Sebagai tindak lanjut Rakor Pelatihan KIPAN sebelumnya, Kemenko PMK melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Kebudayaan hari ini menggelar Rakor lanjutan. Adapun pembahasan kali ini adalah materi untuk Pelatihan KIPAN.

Asdep Kepemudaan Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat memimpin rakor kali ini. Dalam rakor terungkap sejumlah materi yang akan disampaikan dalam Pelatihan KIPAN. Keasdepan Peningkatan Wawasan Kemenpora mengungkapkan sejumlah materi tersebut. Diantaranya materi Narkoba dan berbagai permasalahannya, strategi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka pencegahan penyalahgunaan pemberantasan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) serta penyalahgunaan narkoba dalam perspektif hukum. Materi tersebut disampaikan oleh BNN. Materi lain yang disampaikan Kemenpora ialah Kebijakan Kemenpora : Peran dan tugas kader pemuda anti narkoba. Termasuk adanya materi dari motivator berupa dinamika kelompok/ ice breaking.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, untuk membekali Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) dengan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pencegahan penyalahgunaan narkoba, pemerintah akan memberikan Pelatihan KIPAN. Pemuda yang telah selesai mengikuti Pelatihan KIPAN ini sendiri, nantinya akan menjadi relawan Anti Narkoba dimana pembinaan selanjutnya menjadi BNN dan jajarannya.

Adalah Kemenpora sebagai penanggungjawab penyelenggaraan urusan pemerintah di bidang kepemudaan serta Badan Narkotika Nasional (BNN) yang melaksanakan Pelatihan KIPAN. Sementara, Kemenko PMK juga menjalankan fungsi KSP-nya terkait kegiatan ini.

Kemenpora sendiri sudah melaksanakan Program KIPAN, yang mana program tersebut berupa pelatihan dan penugasan /penyuluhan pemuda anti narkoba, yang di tahun 2016 sudah dilaksanakan di 3 provinsi, tahun 2017 di 5 provinsi, dan di 2018 direncanakan akan dilakukan di 6 provinsi. Dari pelatihan ini, terbentuk sekurang-kurangnya 30.000 pemuda /siswa kader inti anti narkoba. PS