Pemuda dan Olah Raga

Oleh humas on June 07, 2015

Jakarta, 7 Juni –, Menko PMK Puan Maharani (kedua kiri) bersama mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri serta Menpora Imam Nahrawi terbang langsung ke Singapura, Jumat, 5/6/2015 untuk memberikan dukungan kepada kontingen Indonesia selama bertanding dan sekaligus menghadiri pembukaan di South East Asia (SEA) Games Setibanya di Bandara International Changi, ketiganya disambut Duber RI untuk Singapura, Andri Hadi, Ketum KOI Rita Subowo dan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik Irianto, dan Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kebudayaan Haswan Yunaz. (Foto: Ist/Gs).

Oleh humas on May 09, 2015

Jakarta (09/05) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, serta Kepala Staf Angkatan Udara Agus Supriatna, ikut dalam rombongan jalan santai di Markas Komando Pertahanan Udara Nasional, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kegiatan tersebut adalah rangkaian Olahraga Bersama TNI AU di Lapangan Lapda Prakarsa Nirwikara dalam rangka mengapresiasikan Hari Pendidikan Nasional. (fik)

Oleh humas on May 08, 2015

Bandung (07/05) Menko PMK, Puan Maharani (paling tengah) bersama dengan Menristek Dikti, M. Nasir (berbaju putih) meletakkan tangan di layar virtual sebagai simbol dimulainya Program Nasional Pengembangan 100 Science Techno Park (STP) di gedung pertemuan utama Bandung Techno Park atau yang masih dalam satu lokasi dengan Universitas Telkom, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat. Selain peresmian, Menko PMK juga menyaksikan langsung penandatanganan komitmen 65 kepala daerah baik kabupaten maupun kota yang akan membangun serta mengembangkan STP di daerahnya masing-masing.

Oleh humas on May 05, 2015

Jakarta, 05 Mei 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani foto bersama dengan jajaran pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Praja Muda Karana (Pramuka) yang dipimpin oleh Ketua Kwarnas Adyaksa Dault. Foto bersama dilakukan setelah pengurus Kwarnas Pramuka berdiskusi mengenai persiapan Jambore Pramuka Se-Dunia yang ke-23 yang rencananya akan dilaksanakan pada 29 Juli mendatanag. (foto: Kristian)

Oleh humas on April 07, 2015

Jakarta, 7 April 2015 - Menko Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK) Puan Maharani, memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Sea Games XXVIII Tahun 2015 dan Asian Games XVIII Tahun 2018 di Kantor Kemenko PMK. (ole)

 

Oleh humas on April 07, 2015

Jakarta, 7 April 2015 - Menko Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK) Puan Maharani, didampingi Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia  (FORMI) Haryono Isman, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Wakil Kapolri Badrodin Haiti, memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Persiapan The 6th TAFISA World Sports for All 2016 di Kantor Kemenko PMK. (ole)

Oleh humas on March 31, 2015

Jakarta (30/03) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberikan arahan pada acara Deklarasi Korps Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin, 30 Maret 2015. (yn)

Oleh humas on March 06, 2015

Jakarta, 6 Maret - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, foto bersama dengan pengurus harian Forum Pemuda Pelopor (FPP) setelah berdiskusi mengenai pentingnya mendongeng bagi perkembangan mental dan budi pekerti anak-anak. Menurut Menko PMK, kegiatan mendongen sangat mendukung program revolusi mental yang tengah di laksanakan oleh pemerintah. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Deputi Menko PMK bidang Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Haswan Yunaz, serta raja dongeng Indonesia kak Kusumo.(deni) 

Oleh humas on March 05, 2015

Jakarta, 5 Maret 2015 - Deputi V Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Haswan Yunaz, didampingi Sekretaris Kemenpora Alfitra Salam (kiri) dan Ketua KOI Rita Subowo (kanan), memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Eselon I Paparan Rencana Induk pelaksanaan Asian Games XVIII 2018 di Kantor Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No. 3, Jakarta. (irul)

Oleh humas on February 27, 2015

Jakarta, 27 Februari  - Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Haswan Yunaz (kelima kanan) dan Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia  (FORMI) Haryono Isman (keenam kanan), memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan The 6th Tafisa World Sports for All Games 2016, Jumat (27/2/2015) di Kantor Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta. (ole)

 

 

 

 

Oleh humas on January 30, 2015

Jakarta, 30 Januari – Sesmenko PMK Sugihartatmo atas nama Kemenko PMK dengan  Jurgen Stetten (kanan) dari Direktur Departemen Asia dan Pasifik, Divisi Kerjasam Internasional Friedrich- Ebert-Stiftung (FES) melakukan penandatanganan MoU Saling Pengertian antara Kemenko PMK dengan Friedrich- Ebert-Stiftung (FES) tentang Program Kerjasama pembangunan, Jumat (30/1/2015) di kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Dalam MoU tersebut dalam rangka untuk meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antara para pihak dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Adapun tujuan MoU tersebut adalah untuk melakukan suatu kerjasama antara para pihak untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, sesuai dengan kebijakan dan strategi pembangunan serta implementasinya di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Kerjasama pembangunan berkelanjutan ini antara dalam bidang, peningkatan sistem perlindungan sosial dan mendukung reformasi sistem jaminan sosial di Indonesia. Kedua, meningkatkan akses perempuan, pemuda, lanjut usia dan penyandang cacat atas kesejahteraan yang setara. Ketiga, mempromosukan Indonesia sebagai rujukan bagi negara lain.

Hadir dalam acara tersebut Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Ghazali Situmorang, yang juga Ketua DJSN, dan para pejabat Eselon II, III di lingkungan Kemenko PMK dan FES. (Humas/Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on January 29, 2015

Bandung (28/01) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, menyambangi berbagai lokasi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (28/1) yaitu lembaga pendidikan, kesehatan serta ruang publik.

Oleh humas on January 21, 2015

Jakarta, 21 Januari-  “Penyelenggaraan event Internasional Sail Tomini 2015 akan tetap dilaksanakan pada bulan September mendatang dan tidak ada perubahan jadwal sebab hal tersebut berhubungan dengan arah angin.”

Demikian yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri tentang persiapan penyelenggaraan Sail Tomini 2015, Rabu (21/1/2015) pagi diKemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Rakor yang dihadiri oleh Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menko Polhukam Tedjo Eddy, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya, dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, kali ini membahas berbagai hal terkait persiapan penyelenggaraan Sail Tomini 2015. Diantaranya tentang pembahasan logo, thema dan jadwal penyelenggaraan.

Dalam arahannya, Menko PMK berpesan agar agenda kegiatan penyelenggaraan Sail Tomini 2015 tidak berubah-ubah sebab hal tersebut berkaitan dengan arah angin yang berhembus di kawasan tersebut. “Maka dari itu acara puncak Sail Tomini untuk saat ini tidak perlu ada perubahan tetap tanggal 19 September,” kata Menko PMK.

Berkaitan dengan logo yang nanti akan digunakan, menurut Menko PMK harus menonjolkan kekhasan kawasan tersebut. “Kalau untuk Sail Tomini saya kira yag lebih pas adalah dengan menggunakan logo perahu Phinisi dengan layar yang warna-warni,” terang Menko PMK.

Pemilihan logo tersebut, lanjut Menko PMK tentunya tidak asal pilih sebab perahu phinisi merupakan perahu tradisional Sulawesi yang telah diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya milik Indonesia.

Pada kesempatan Rakor kali ini, Menko PMK kembali menegaskan bahwa tujuan penyelenggaraan Sail Tomini 2015 adalah untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal, pinggiran, dan kepulauan. “Sekaligus untuk mempromosikan distinasi pariwisata di daerah Sulawesi Tengah ke dunia internasional,”tambah Menko PMK.

“Dan tujuan yang lebih penting adalah mengukuhkan kembali kejayaan Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup di Negara Kepulauan,” tegas Menko PMK.(Humas).

 

 

 

 

 

Oleh humas on January 20, 2015

Jakarta, 20 Januari - Sebagai tindak lanjut digelarnya Rapat Pimpinan (Rapim) dilingkup Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) terkait Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemenko PMK pada hari ini (Selasa, 20/01/2015) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Paripurna Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kantor Kemenko PMK, Jl. Medan merdeka Barat No.3, Jakarta. Rakor ini dihadiri oleh berbagai Kementerian dan Lembaga di bawah Kemenko PMK.

            Rakor yang dipimpin oleh Menko PMK Puan Maharani ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi , Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Kesehatan Nila Moeloek serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. Rakor kali ini membahas berbagai hal terkait bidang PMK. Diantaranya tentang persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, keberlanjutan program Raskin, penyelenggaraan ibadah haji dan rencana pembangunan techno park dan science park.

            Dalam arahannya, Menko PMK menyebut bahwa Rakor ini termasuk Rakor Utama di Kemenko PMK. Pihaknya harus mensinergikan dan mengkoordinasikan program-program berbagai Kementerian/ Lembaga di bawahnya agar bisa berjalan dengan baik. Apalagi dengan akan berlangsungnya Asian Games pada tahun 2018. “Bapak Presiden sudah mengarahkan agar penyelenggaraan Asian Games dilakukan dengan baik. Karena itu perlu dilakukan persiapan dan langkah-langkah yang strategis untuk menuju Asian Games (AG)2018,” ujar Menko PMK. Seperti diketahui, pemerintah telah mempersiapkan Provinsi Sumsel, Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam penyelenggaraan AG 2018. Pemerintah dengan koordinasi ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga tengah mempertimbangkan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di AG 2018., Berkaitan  dengan pelatih ,gizi,dan tempat pelatihan atlit, Menko bidang PMK Puan Maharani Kepada Menpora  mengharapkan agar dapat dikontrol kualitas dan fasilitas yang menunjang prestasi olahraga  ,terutama persiapan Asean Games  dapat memilih cabang olah raga prioritas yang diunggulkan sehingga dapat maksimal meraih prestasi. Oleh karena itu kita harus menyiapkan pelatih terbaik , gizi  atlet yang baik  dan tempat pelatihan yang emmadai .  Menko PMK juga meminta kepada semua K/L terkait untuk mendukung  Asean  Games 2018 ,karena ini merupakan agenda  Nasional yang menjadi tanggung ajwab kita semua  untuk mencapai sukses dan prestasi bersama .

            Sementara itu terkait penyelenggaraan Ibadah Haji, Rakor membahas tentang kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memotong 20 persen dari kuota haji nasional kepada setiap Negara. Atas dasar itu pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan rencana pemotongan jumlah kuota haji tersebut. Pada kesempatan ini pula sempat dibahas tentang pemondokan calon haji, serta kesehatan calon haji. Kesehatan calon haji menjadi perhatian serius pemerintah mengingat para calon haji Indonesia usianya termasuk tua.  

            Pada kesempatan ini Menko PMK mengapresiasi Check List Monitoring dan Evaluasi (Monev) Haji yang dilakukan pada tahun 2014 lalu. Dengan Check List Monev menurut Menko PMK, kegiatan rapat tidak akan bertele-tele. “Kita akan tahu kerjaan apa yang harus ditangani oleh Kementerian terkait. Kedepan, saya berharap setiap K/L bisa menampilkan Chec List semacam ini di setiap kegiatan rapat,” tegas Menko PMK.

            Rakor kali ini juga menyinggung pelaksanaan Raskin. Menurut Menko PMK, pemerintah tetap melanjutkan Raskin hingga akhir tahun ini (2015). Pemerintah juga mewacanakan pada tahun 2016 nanti, Raskin akan digantikan dengan program lain semisal e-money. Tadinya pemerintah berencana menghapuskan program Raskin pada tahun 2015, namun untuk menjaga stabilitas harga, hal itu urung dilakukan. Program pemerintah sebelumnya yang juga diperpanjang adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Berbeda dengan Raskin yang sampai akhir tahun 2015, program PNPM rencananya hanya sampai bulan April 2015. Adapun program pemberdayaan kini akan dikerjakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 

            Tentang rencana pembangunan Science Park dan Techno Park, Menko PMK meminta Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk segera berkoordinasi, khususnya untuk memilih lokasi yang strategis. Dengan lokasi yang strategis, hal itu akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.(Humas).

 

 

 

 

 

File Pendukung: 

Oleh humas on January 20, 2015

Jakarta, 20 Januari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tiga kiri) memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Paripurna Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Selasa (20/01/2015) pagi diKemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Rakor Paripurna tersebut membahas diantaranya mengenai Pelaksanaan subsidi beras bagi Masyarakat berpendapatan rendah (raskin), Persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, Persiapan Penyelenggaraan Haji. (foto:olle)

 

 

 

 

Oleh humas on January 07, 2015

Jakarta, 7 Januari - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berencana menunda acara launching Asian Games Ke-18 2018 yang diagendakan berlangsung di Lapangan Monas, Jakarta, pada 7 Januari ini. Penundaan dilakukan karena Indonesia masih dalam suasana berkabung oleh musibah pesawat AirAsia QZ8501.

‘'Acara launching Asian Games terpaksa ditunda karena musibah AirAsia yang menimpa saudara-saudara kita. Selain itu, juga karena Presiden OCA (Dewan Olimpiade Asia, Sheik Fahad al Sabah) tidak mempunyai banyak waktu di Indonesia,'' ujar Ketua KOI Rita Subowo kepada HARIAN NASIONAL setelah bertemu Menpora Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Senin (5/1/2015).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen KOI Hifni Hasan menjelaskan, pengunduran acara launching Asian Games 2018 itu atas permintaan Presiden Joko Widodo. Presiden menilai tidak etis menggelar pesta di tengah kesedihan akibat musibah pesawat Air Asia QZ8501 pada Minggu (28/12/2014) lalu.

‘'Itu (penundaan) atas permintaan Presiden (Jokowi) karena lauching Asian Games ini kan bersifat perayaan sebagai penanda bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah Asian Games. Jadi, kami tidak ingin menyelenggarakannya dalam kondisi seperti ini," kata Hifni menguraikan.

Launching Asian Games 2018 diperkirakan baru bisa digelar pada Februari mendatang, tepatnya usai Rapat Anggota Tahunan KOI yang direncanakan berlangsung akhir bulan ini. ‘'Setelah Rapat Tahunan (KOI), baru kita akan membicarakan secara detail terkait launching Asian Games ini sekaligus akan memperkenalkan maskot Asian Games," ujar Hifni.

Presiden OCA Sheik Fahad al Sabah dijadwalkan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (6/1/2015) pagi ini. Selain rombongan OCA, beberapa presiden federasi dan organisasi olahraga internasional juga diagendakan hadir di Indonesia, seperti Presiden Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) Poul Erik Hoyer Larsen serta Senior Vice President Federasi Sepak Bola Asia (AFC ) Zhang Jilong.

Rombongan bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, serta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada gala dinner di Hotel Mulia, Senayan, pada Selasa (6/1/2015) malam. Rabu (7//20151), rombongan diagendakan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta. (Hn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 27, 2014

Yogyakarta, 27 Desember  - Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sebagian besar enggan menjalani program pengobatan secara rutin yang disiapkan pemerintah.
"Banyak yang periksa dan terbukti positif tapi mereka malah lari. Dari sekitar 45 orang yang positif, jumlah yang mengakses obat secara rutin itu hanya dua orang padahal disediakan cuma-cuma," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr H Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Jumat (26/12/2014).

Oleh humas on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Program Generasi Berencana (GenRe) yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sukses menjangkau hingga ke pelosok daerah di Indonesia.
"BKKBN terus mengembangkan program Genre hingga ke pelosok daerah, termasuk di seluruh wilayah di Provinsi Riau," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Indrawarman, Selasa (16/12/2014) di Pekanbaru, Riau.
Dia menjelaskan pihaknya terus menyosialisasikan program GenRe yang bisa menjauhi remaja dari seks bebas, narkoba serta HIV dan AIDS salah satunya melalui road show KB bertajuk Gebyar KB Lancang Kuning Mupen On The Road atau "Gelak Mother".
Melalui "Gelak Mother" rombongan mobil unit penerangan (Mupen) KB dan mobil pelayanan KB seperti dilansir laman Antaranews, melakukan perjalanan ke seluruh wilayah di Provinsi Riau termasuk daerah perbatasan Riau - Jambi dan Sumatera Barat.
"Tim road show Gelak Mother melakukan sosialisasi program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga termasuk program GenRe. juga memberikan pelayanan KB kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Sementara itu, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Sudibyo Alimoeso menambahkan gerakan GenRe semakin marak diberbagai sekolah maupun komunitas remaja di Indonesia.
"Muatan GenRe nampaknya perlu diperluas bukan hanya menyangkut Kesehatan Reproduksi saja, tetapi perlu juga diberi muatan budaya anti korupsi," katanya.
Hal itu, menurut Sudibyo, sejalan dengan upaya KPK dan pemerintah untuk mencegah korupsi melalui pendekatan keluarga yang dapat dimulai sejak anak-anak dan remaja.
Kelangsungan GenRe di sekolah, menurut dia, juga perlu mendapat perhatian. Hal ini disebabkan banyaknya pengurus Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja atau Mahasiswa yang lulus namun kemudian tidak ada yang melanjutkan kepengurusannya.
"Untuk itu diperlukan kaderisasi pengurus dan juga harus melibatkan guru BK atau dosen pembimbing yang dapat mencetak pendidik sebaya atau konselor sebaya berikutnya," kata Sudibyo.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember - Pramuka diminta bukan hanya sekadar menikmati hutan dalam kegiatan perkemahannya yang rutin dilaksanakan. Lebih dari itu, Pramuka juga harus bisa ikut menjaga kelestarian hutan.
Harapan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani seperti dilansir laman Detiknews, yang didapuk membuka Perkemahan Bakti Saka Pramuka Wanabakti (Pertiwana) Nasional IV Tahun 2014 di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jaktim, Senin (15/11/2014). Acara ini merupakan perkemahan tingkat nasional Saka Pramuka Wanabakti yang diikuti lebih 8.000 orang Pramuka Penegak dan Pandega, usia 16-25 tahun (tingkat SMA dan Perguruan Tinggi) dari seluruh Indonesia. Tidak ketinggalan perwakilan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
“Saat ini kita dihadapkan pada persoalan kehutanan, mulai dari perambahan hutan dengan beralihnya fungsi hutan hingga penebangan ilegal. Dengan perkemahan ini kita harapkan dapat membangkitkan kembali keresahan kita semua terhadap persoalan hutan di tengah-tengah dilema lajunya pembangunan,” ujar Menko PMK dalam keterangannya.
Menko PMK yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, ingin para anggotanya bisa menjadi contoh publik. Menko PMK melihat menjaga kelestarian alam tidak kalah penting dalam pembangunan yang tengah dikebut pemerintah.
‎Putri Megawati Soekarnorputri ini meminta Saka Pramuka Wanabakti bisa jadi pioneer terdepan dalam mendukung program kelestarian lingkungan. Selain itu kegiatan yang dilakukan Pramuka juga harus benar-benar berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
"Saya berharap dukungan dan komitmen seluruh Kementerian dan Lembaga serta seluruh pihak terkait terhadap Gerakan Pramuka. Agar Gerakan Pramuka dapat terus menjaga konsistensinya dengan memberikan pendidikan karakter yang lebih berkualitas lagi dan menyentuh generasi muda bangsa yang lebih luas lagi,” tutupnya.(Dn/Gs).
 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Keberadaan Madrasah Aliyah (MA) unggulan Insan Cendikia yang berprestasi tingkat internasional dan lulusannya bisa masuk universitas negeri papan atas turut mengangkat nama madrasah yang sebelumnya dianggap lembaga pendidikan kelas dua.
Dengan keberhasilan ini, seperti dilansir laman Antaranews, Kementerian Agama akan terus menambah jumlah MA Insan Cendikia di seluruh Indonesia. Saat ini yang sudah beroperasi 3 MA, yang dalam proses pembangunan 20 sehingga total ada 23 MA di 23 provinsi yang seluruhnya akan beroperasi pada 2017.
Lalu bagaimana dengan 10 provinsi sisanya? Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag Nur Kholis Setiawan mengatakan, dalam diskusinya dengan Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menag menyampaikan bahwa dirinya akan mengusahakan 10 provinsi sisanya dengan bekerjasama dengan gubernur.
"Kalau sudah ada madrasah yang bagus, kita kelola dari sini, menunya dari sini, sama persis rasanya, hanya outletnya yang beragam, bermitra dengan pemerintah daerah, bisa maksimal," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (15/12/2014).
Menag menambahkan, melalui kerjasama dengan pemerintah, maka otomatis sustainabilitas madrasah tersebut juga terjaga. "Pemerintah daerah tidak selesai hanya menyerahkan 10 hektar pada kita, tetapi mereka juga berkewajiban membangun infrastruktur jalan, listrik, air, sanitasi, beasiswa dan seterusnya," tandasnya.
Selanjutnya, tugas Kemenag adalah mengontrol dan membina, sekaligus madrasah unggulan tersebut bisa menjadi percontohan. Ia menjelaskan, Madrasah Insan Cendikian Serpong membantu madrasah yang ada di sekelilingnya sehingga saat ini, tak ada lagi madrasah buruk di seputaran Serpong, Tangsel, Banten.
"Tolak ukurnya mudah, dari hasil Ujian Nasional. Tidak ada angka ujian Madrasah Aliyah yang buruk. Tidak pernah dibawah 99 persen. Ini artinya serius membina," katanya.
Bahkan bukan hanya membantu madrasah di sekitarnya, Insan Cendikia Serpong atau Gorontalo juga diminta pertimbangan oleh daerah lain seperti di NTT.
"Skema begini mudah melakukan pembinaan karena ada imamnya. Mereka jadi mercusuarnya. Saya yakin strategi pengembangannya akan jauh lebih efektif karena roadmapnya jelas," ujarnya.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Menko PMK Puan maharani secara resmi membuka Perkemahan Bakti Saka Pramuka Wanabakri (Pertiwana) Nasional IV Tahun 2014, Senin (15/12/2014) di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur. Menko PMK dalam sambutannya mengharapkan Satuan Karya (Saka) Pramuka Wanabakti mempunyai tanggung jawab yang lebih sebagai benteng pertahanan kelestarian hutan di Indonesia. Tidak sekedar menjadi penikmat hutan dengan berkemah di tengah hutan tanpa mendapat nilai apapun tentang hutan.

Pertiwana Nasional IV Tahun 2014 merupakan perkemahan tingkat nasional Saka Pramuka Wanabakti yang diikuti oleh kurang lebih 8.000 orang Pramuka Penegak dan Pandega, usia 16-25 tahun (tingkat SMA dan Perguruan Tinggi) dari seluruh Indonesia dan perwakilan Negara-negara di kawasan Asia Pasifik, yang paham memiliki ketertarikan berbagai hal tentang hutan.

Sesuai dengan tema kegiatan Pertiwana Nasional IV tahun 2014 ini “One Scout One Tree” para Anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti harus menjadi pionir terdepan dalam mendukung program kelestarian lingkungan agar hutan dan lingkungannya dapat bermanfaat bagi peradaban manusia.

“Saat ini kita dihadapkan pada persoalan kehutanan, mulai dari perambahan hutan dengan beralihnya fungsi hutan hingga penebangan ilegal. Dengan perkemahan ini kita harapkan dapat membangkitkan kembali keresahan kita semua terhadap persoalan hutan ditengah-tengah dilema lajunya pembangunan,” tegas Menko PMK.

Pemerintah diminta bantu Jamnas Pramuka 2016

Sementara itu Kwarnas Gerakan Pramuka juga akan menyelenggarakan Jambore Nasional tahun 2016 dan diharapkan Pemerintah membantu penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) 2016 tersebut, khususnya mengenai anggaran.
Ketua Kwarnas Pramuka, Adhyaksa Dault seperti dilansir laman Antaranews, mengatakan hal itu kepada pers di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (15/12/2014), terkait persiapan Jamnas tahun 2016.
Hadir dalam acara persiapan itu, Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya yang kebetulan dalam rangka kunjungan kerja masa reses.
Adhyaksa Dault mengatakan bahwa Pramuka akan "all out" untuk mempersiapkan Jamnas secara matang, agar pelaksanaanya Jamnas 2016 nanti bisa berjalan dengan baik.
"Kwarnas membutuhkan dukungan Komisi X dalam rangka membantu persiapan pramuka dari sisi anggaran," katanya.
Adhiyaksa juga menyebutkan Pramuka akan melakukan "re-branding", khusus untuk itu dan dalam rangka mempersiapkan Jamnas 2016, sehinga membutuhkan dukungan anggaran. "Ini dibutuhkan untuk memperbaiki berbagai fasilitas yang ada di Buperta, Cibubur," paparnya.
Ketika menanggpai hal tersebut, Ketua Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya mengatakan Gerakan Pramuka harus terus didukung dan didorong untuk dikembangkan dan Komisi X sebagai mitra dari Kwarnas Gerakan Pramuka akan memberikan dukungan penuh sesuai dengan harapan Kwarnas.
"Kami akan suport Pramuka dalam rangka persiapan Jamnas termasuk dari sisi anggaran, karena harapan Pramuka sebagai salah satu tempat pembinaan kaum muda agar lebih berkarakter dan cinta tanah air bisa di wujudkan," katanya.(Tn/Ant/Gs).

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember 2014- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyematkan topi kepada peserta dari Papua menandai dibukanya Perkemahan Saka Wanabakti Pramuka tingkat Nasional tahun 2014, Senin (15/12/2014) di Lapangan Utama Buperta Cibubur Jakarta Timur. Acara ini juga dihadiri oleh Menpora Imam Nahrawi, dan Ketua Kwartir Nasional Adiyaksa Dault.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember – Menko PMK Puan Maharani mengatakan bahwa Gerakan Pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter bangsa yang dapat diandalkan.

“Gerakan Pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter bangsa yang dapat diandalkan karena konsistensinya”, kata Menko Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam sambutan pada Upacara Pembukaan Perkemahan Bakti Saka Pramuka Wanabakti Nasional IV Tahun 2014, Senin (15/12/2014) siang di Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta Timur.

Lebih lanjut Menko PMK selaku Ketua Harian Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka mengatakan, “Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai luhur budaya bangsa serta perilaku manusia yang berhubungan dengan Sang Pencipta, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama. Pembangunan Manusia Indonesia yang berkarakter akan memperkuat bangunan Bhineka Tunggal Ika”.

 

Menko PMK menegaskan, “Oleh karena itu Gerakan Pramuka harus menjadi yang terdepan melaksanakan revolusi mental, revolusi menjadi bangsa memiliki karakter yang baik, jujur, disiplin, beretos kerja, tangguh, dan bertanggung jawab dengan bersandar pada nilai – nilai budayanya yang baik. Revolusi Mental yang dimaksud adalah perubahan cara berpikir dan bertindak untuk ikut memiliki tanggung jawab dalam melakukan pembangunan bangsa dan Negara”.

 

Dalam mengawali sambutan tersebut, Menko PMK mengajak seluruh hadirin, Bapak, Ibu, Kakak, dan adik- adik peserta Pertiwana, untuk memanjatkan Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya, pembukaan Pertiwana Nasional IV Tahun 2014 ini dapat dilaksanakan.

 

Kepada seluruh Peserta, Pendamping, dan Panitia saya ucapkan selamat datang dan selamat berpartisipasi dalam Pertiwana Nasional IV 2014. Secara khusus Menko PMK juga mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas peran serta dalam Periwana Nasional IV tahun 2014 kepada Pimpinan dan Anggota Pramuka dari Negara sahabat Kerajaan Malaysia dan Kerajaan Brunai Darusalam.

   

Dihadapkan Persoalan Kehutanan

Menko PMK lebih lanjut mengatakan bahwa Pertiwana Nasional IV Tahun 2014 merupakan perkemahan tingkat nasional Saka Pramuka Wanabakti yang tentunya diikuti oleh para peserta yang paham atau paling tidak memiliki ketertarikan berbagai hal tentang hutan. Kita ketahui bersama juga bahwa saat ini kita dihadapkan pada persoalan kehutanan, mulai dari perambahan hutan dengan beralihnya fungsi hutan hingga penebangan ilegal. Dengan perkemahan ini kita harapkan dapat membangkitkan kembali keresahan kita semua terhadap persoalan hutan ditengah – tengah dilema lajunya pembangunan.

 

Walaupun Fokus Pembangunan kita adalah diperuntukan bagi kepentigan manusia, tetaplah perlu dan penting menjaga keseimbangan dan daya dukung alam serta lingkungan hidup. Hutan hujan Indonesia merupakan salah satu paru – paru dunia, yang didalamnya mengandung kekayaan ragam kehidupan yang tentunya harus dilestarikan demi kelanjutan hidup umat manusia di masa mendatang. Dan budaya kita dengan berbagai kearifan lokalnya telah menunjukan hubungan yang harmonis antara manusia dan hutan, oleh karena itulah pembangunan manusia yang dilakukan harus tetap bersandar pada nilai – nilai budaya yang ada yang telah dijadikan panduan hidup sejak jaman dahulu.

 

Jadi Benteng pertahanan Kelestarian Hutan

Menko PMK menegaskan bahwa Kakak – Kakak dan Adik Saka Pramuka Wanabakti mempunyai tanggung jawab yang lebih sebagai benteng pertahanan kelestarian hutan kita. Jangan hanya menjadi penikmat hutan dengan berkemah ditengah hutan tanpa mendapat nilai apapun tentang hutan. Sesuai dengan tema kegiatan Pertiwana Nasional IV tahun 2014 ini “One Scout One Tree” para Anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti harus menjadi pioneer terdepan dalam mendukung program kelestarian lingkungan agar hutan dan lingkungannya dapat bermanfaat bagi peradaban manusia.

Kepada Kakak – Kakak Pembina dan seluruh pihak terkait, Saka Pramuka Wanabakti harus diberikan peran yang lebih, tidak hanya dalam memahami persoalan kehutanan di tanah air, tetapi juga perannya di masyarakat mengampanyekan kelestarian hutan secara berkelanjutan.

 

Dapat Dijadikan Event Besar

Menko PMK mengharapkan Pertiwana kedepan dapat dijadikan event yang lebih besar lagi, kegiatan yang mampu melibatkan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, kegiatan yang benar-benar mampu menjalin kebersamaan yang kuat antara Pramuka, masyarakat dan hutan. Bila perlu Pertiwana selanjutnya dilakukan di sekitar hutan yang memiliki masalah lingkungan dan sosial, sehingga para peserta benar – benar merasakan persoalan yang dihadapi dilapangan dan bersama – sama mencari solusinya.

 

Jaga Konsistensi

Komitmen dan dukungan Kementerian dan Lembaga terkait sangat dibutuhkan bagi konsistensi Pramuka Saka Wanabakti dan Saka – Saka lainnya dalam Gerakan Pramuka. Untuk itu, Menko PMK berharap dukungan dan komitmen seluruh Kementerian dan Lembaga serta seluruh pihak terkait terhadap Gerakan Pramuka. Agar Gerakan Pramuka dapat terus menjaga konsistensinya dengan memberikan pendidikan karakter yang lebih berkualitas lagi dan menyentuh generasi muda bangsa yang lebih luas lagi.

 

“Akhirnya, dengan atas nama kita semua, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohiim, Perkemahan Bakti Saka Pramuka Wanabakti Nasional IV Tahun 2014 secara resmi saya buka. Selamat berkemah, semoga kesuksesan menyertai langkah-langkah Kakak-Kakak dan Adik-Adik semua di masa yang mendatang”, kata Menko PMk mengakhirnya sambutannya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Menteri LH dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, jajaran Pengurus Gerakan Kwartir nasional Gerakan Pramuka, dan para pimpinan Kwartir Gerakan Pramuka Daerah.(Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember  - Persoalan pelajar dan sekolah marak belakangan ini, Menteri Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan pun meminta kepala sekolah langsung turun tangan apabila melihat ada yang tidak beres dalam proses kegiatan belajar mengajar, terutama dari para siswa.

"Jika melihat potensi masalah kepala sekolah harus turun tangan," ujar Mendikbud di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu(14/12/2014). Mendikbud  seperti dilansir lamanTribun News, juga menyadari kasus tawuran antarpelajar terjadi peningkatan menjelang akhir tahun. Meskipun dia tak menyebutkan berapa angka yang signifikan terjadi.

Menurut penggagas gerakan Indonesia Mengajar ini, energi para siswa yang tak tersalurkan dengan baik menjadi penyebab utama. Faktorl lainnya pembinaan siswa yang tak berjalan dengan baik kesadaran yang rendah akan masalah ini. Meski begitu, dia berjanji akan berusaha menangani persoalan tersebut.

"Di tiga bulan terakhir ini ada peningkatan yang tinggi, insya allah kami akan melakukan tindakan penurunan," kata Mendikbud.

Kegiatan Eskul Perlu Diganti

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud, menilai kegiatan ekstra kurikuler (Ekskul) yang ada di sekolah sudah ketinggalan zaman, sehingga dianggap menjadi pemicu maraknya tawuran antarpelajar.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini perlu membuat ekskul yang menarik supaya energi anak-anak lebih tersalurkan

"Ekskul yang ada ini sudah ketinggalan zaman. Sekarang banyak anak-anak yang sudah kurang tertarik dengan ekskul yang ada. Maka kita harus buat ekskul yang menarik, jadi energi lebih anak-anak tersalurkan," katanya.

Penggagas gerakan "Indonesia Mengajar" ini mengatakan, selain kegiatan ekskul yang harus diubah, Bimbingan Konseling (BK) juga harus diperkuat dan responsif terhadap masalah siswa. Hal tersebut agar para guru tidak mendiamkan dan membiarkan bibit tawuran di sekolah.

"Guru harus cepat merespons, kepala sekolah mempunyai otoritas, guru punya otoritas dan jadikan sekolah tempat subur perdamaian bukan tempat subur kekerasan," ujarnya.

Selain juga, Mendikbud  menegaskan kepala sekolah harus lebih bijak menangani permasalahan yang ada di sekolah. Pimpinan sekolah juga harus menunjukkan kepemimpinannya. "Jika melihat potensi masalah kepala sekolah harus turun tangan," ucapnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 11, 2014

Jakarta, 11 Desember  - Kepala Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto mengungkapkan, sebanyak 70 persen pengguna narkoba di Indonesia saat ini adalah pekerja di usia produktif. Sebanyak 22 persen lainnya adalah pelajar dan mahasiswa. Sementara 8 persen adalah kategori lain.

"Totalnya 4 Juta orang, kita paling banyak di ASEAN dari segi jumlah," Sumirat kepada Kompas.com, Rabu (10/12/2014).

Modus yang sering dipakai oleh para pengedar, kata Sumirat, adalah dengan menyamarkan narkoba menjadi semacam suplemen kesehatan. Umumnya, narkoba yang disebarkan adalah jenis baru sehingga masyarakat awam tidak bisa mengenalinya.

"Orang orang cenderung bekerja overtime dalam rangka kebutuhan hidup, mereka membutuhkan suplemen. Suplemen ini lah yang dijadikan modus bagi pengedar," ujar Sumirat.

Narkoba yang menyerang kalangan pelajar, mahasiswa dan pekerja di usia produktif ini, kata Sumirat, sangat memprihatinkan. Harusnya, mereka dapat mengemban ilmu dan menjalani karir dengan baik, namun justru harus terhambat karena menjadi korban narkoba.

"Karena itu kita sepakat yang namanya pecandu narkotika penanganannya lebih baik direhabilitasi daripada di penjara," ucapnya.

Terkait hukumannya, ada lima terpidana mati kasus narkoba akan dieksekusi pada Desember 2014. Pelaksanaan eksekusi itu tinggal menunggu surat dari Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Eksekusi bulan ini, Desember. Nanti akan ditembak, pasti. Tetapi, eksekusi akan menunggu surat dari Kejagung," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Presiden Joko Widodo memastikan akan menolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Kepastian itu disampaikan Presiden Jokowi di hadapan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dalam kuliah umum yang digelar di Balai Senat Gedung Pusat UGM, Selasa (9/12/2014).

"Saya akan tolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Saat ini permohonannya sebagian sudah ada di meja saya dan sebagian masih berputar-putar di lingkungan Istana," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan, kesalahan itu sulit untuk dimaafkan karena mereka umumnya adalah para bandar besar yang demi keuntungan pribadi dan kelompoknya telah merusak masa depan generasi penerus bangsa.(Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Pages

Subscribe to RSS - Pemuda dan Olah Raga