Pemuda dan Olah Raga

Oleh humas on December 10, 2014

Jakarta, 10 Desember  - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, agar olahraga di tingkat remaja berkelanjutan, maka Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) akan kembali diwajibkan di sekolah. Saat membuka PON Remaja I di DBL Arena Surabaya, Menpora bahkan sudah bertemu dengan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan untuk mewujudkan ide tersebut.

"Dulu pernah ada SKJ di sekolah. Nah, sekarang saya akan mewajibkan sekolah untuk mengadakan SKJ lagi," ujarnya, Selasa (9/12/2014).

Tak hanya itu saja, agar proses belajar mengajar bidang olahraga terus berkesinambungan, seperti dilansir kompas.com, Menpora juga berencana akan menghidupkan lagi Sekolah Guru Olahraga (SGO). "Ini akan kami hidupkan lagi," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Sebelumnya, Imam juga pernah mengatakan pelaksanaan SKJ bisa dimanfaatkan untuk memperkuat relasi sosial, terutama di sekolah. Hubungan antarsiswa ataupun pegawai bisa terjalin dengan baik melalui sarana SKJ bersama.

"Nanti kami akan menyusun SKJ yang tepat untuk tingkat SD, SMP, SMA, bahkan untuk perusahaan. Pelaksanaannya sebelum sekolah dimulai atau sebelum kerja. Sekitar 5 sama 10 menit," kata Imam. (baca: Menpora Ingin Hidupkan "SKJ", Senam Hanya 5 Menit)

Sebagai informasi, SKJ merupakan senam massal yang pernah diwajibkan di era pemerintahan orde baru. Biasanya senam ini diiringi oleh musik yang memiliki irama dengan aransemen yang biasanya diulang dalam kurun waktu dua hingga empat tahun. Wikipedia mencatat, SKJ diperkenalkan pada awal 1984 berdasarkan Surat Perintah Menpora.  (Kc/Gs).
 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 09, 2014

Jakarta, 9 Desember – Menko PMK Puan Maharani ( keenam kiri) menerima Ketua Yayasan Damandiri, Prof.Dr.Haryono Suyono (ketujuh kiri), Selasa (9/12/2014), di ruang Rapat Menko PMK, Kemenko PMk, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta. (Foto:Choi).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Yayasan Damandiri memberikan paparan tentang Pokok pokok Peranan Posdaya Dalam Pembangunan Manusia, kebudayaan, Pemberdayaan Keluarga Untuk Entaskan Kemiskinan. Paparan tersebut sebagai sumbangan saran untuk Pencapaian Target Nawa Cita Kemenko PMK.

Dalam pertemuan tersebut, Menko PMK didampingi Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Ghazali Situmorang (keempat kiri), Sedangkan Ketua Yayasan Damandiri Haryono Suyono, yang juga Ketua Umum PWRI/Ketua Umum DNIKS/Ketua Umum Hipprada didampingi antara lain Sudarmadi (mantan Sesmenko Kesra danTaskin), dan Parni Hadi.(Choi/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 08, 2014

Jakarta, 8 Desember -  Korban minuman keras oplosan di Sumedang yang masuk ke RSUD Sumedang hingga Jumat (5/12/2014) pagi ini bertambah menjadi 103 orang. "Tadi subuh datang lagi dua pasien, jadi dari 101 bertambah lagi menjadi 103 pasien," kata Kepala Humas RSUD Sumedang Iman Budiman di Sumedang, Jawa Barat, pagi ini.
"Puncak pengunjung (pasien) yang datang ke sini hari Kamis (kemarin)," kata Iman Budiman lagi.

Oleh humas on December 07, 2014

Jakarta, 7 Desember - Kementerian Desa akan melibatkan mahasiswa dalam upaya melakukan pembangunan desa. Dengan gerakan tersebut diharapakan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing masyarakat untuk mewujudukan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik tanpa harus keluar daerah untuk mendapatkan ilmunya karena sudah didampingi para mahasiswa dan intelektual.

Oleh humas on December 05, 2014

Jakarta, 5 Desember 2014 - Sesmenko Kesra Sugihartatmo memimpin Rapat Koordinasi Teknis tentang Persiapan Penyelenggaraan Asian Games (AG) XVIII tahun 2018 dan Asian para Games III tahun 2008 di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta.

Oleh humas on December 01, 2014

Jakarta, 1 Desember – Dalam peringatan Hari Aids Sedunia, ternyata penderita Baru HIV justru terus bertambah. Seperti berbagai kota di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan jumalh penderita baru HIV. Penderita baru HIV yang mengalami peningkatan seperti yang dilansir berbagai portal yang tersebar di berbagai daerah antara lain Depok, Provinsi Riau, Demak, dan Jember

Penderita Baru HIV Depok Tiap Tahun Bertambah

Di Depok, seperti dilansir Portal Indopos, Ironis, penanggulangan penularan HIV atau AIDS oleh Dinas Kesehatan Kota Depok tidak teratasi. Setiap tahun penambahan penderita baru terus terjadi. Dimana penderita baru itu adalah anak-anak dan orang dewasa. Bahkan, pada 2014 saja penambahan penderita baru virus yang menyerang kekebalan tubuh itu mencapai 45 orang.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAK) Depok, Herry Kuntowo mengatakan, peningkatan penderita baru itu terjadi lantaran penggunaan narkoba melalu jarum suntik secara bergantian masih terus terjadi. Dan juga melakukan hubungan intim dengan banyak lawan jenis.
"Ini terjadi karena kurangnya sosialisasi oleh Dinkes. Setiap tahun justru pengidap baru bertambah. Penularannya menggunakan jarum suntik dan perilaku seks yang menyimpang ke banyak lawan jenis," katanya kepada INDOPOS, saat dihubungi, kemarin (30/11).    
Lebih lanjut, Kuntowo menjelaskan, yang ironisnya pengidap HIV baru itu adalah anak-anak dan remaja. Untuk anak-anak penularannya melalui air susu ibu (ASI), dan remaja melalui jarum suntik saat menggunakan narkoba, serta perilaku seks yang menyimpang. Hal itu berlangsung selama bertahun-tahun terjadi dan melanda warga kota tersebut.
Data yang dimiliki Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAK) Depok, mencatat pada 2013, lalu, setidaknya sudah ada 301 orang di mana 36 di antaranya penderita baru. Dari total 301 orang yang terjangkit, 15 diantaranya sudah meninggal dunia. Kemudian peningkatan terjadi pada 2014 sebanyak 387 penderita HIV/AIDS dimana 45 diantaranya penederita bari. Dari total penderita tersebut 19 orang meninggal dunia. Para penderita yang meninggal itu disebabkan tidak mengkonsumsi obat anti retroviral virus (ARV) yang disediakan RSUD dan Dinas Kesehatan. 
Lebih jauh, Kuntowo menyebutkan, ada beberapa titik rawan penulai HIV di kota tersebut. Tertinggi pertama adalah Kecamatan Pancoranmas dengan jumlah penderita 62 orang. Setelah itu, disusul Kecamatan Sukmajaya dengan 49 orang, Cimanggis 41 orang, Cinere 35 orang, Beji 34 orang,  Sawangan 26 orang, Cipayung 21 orang, Cilodong 14 orang, Limo 8 orang, Bojongsari 7 orang, dan Kecamatan Tapos 4 orang. 
Karena itu, Kuntowo berharap perlu ada perhatian serius dari Pemerintah Kota Depok dan sukarelawan dari masyarakat sendiri untuk bekerjasama menangani masalah ini. Pihaknya juga berharap, ada lembaga khusus yang fokus mengurus para penderita HIV/AIDS di kota Depok. Tidak hanya untuk menekan jumlah tersebut tapi juga untuk menangani penderitanya. 
Sementara itu, Pendiri LSM Kuldesak Kota Depok, Samsu Budiman menuturkan, penyebab meningkatnya penderita HIV atau AIDS itu karena minimnya sosialisasi menurunnya tingkat kesadaran penderita mengkonsumsi obat ARV. Ditambah dengan minimnya sosialisasi yang diberikan Pemkot Depok akan penggunaan obat tersebut. Serta, sulitnya mendapatkan obat tersebut yang hanya bisa di dapatkan ke RSUD.  
"Tingkat kesadaran para ODHA belum tinggi. Kemungkinan karena minimnya sosialisasi dari RSUD atau Dinkes. Ini yang harusnya diperbaiki agar peningkatan pendatang baru berkurang," tuturnya.
Budiman meminta Dinkes dan RSUD memberikan akses pengambilan ARV ke puskesmas. Kemudian juga mensosialisasikan informasi serta penyediaan tempat khusus pengambilan obat ARV untuk dikonsumsi. Dan jika hal itu tidak dilaksanakan maka akan semakin banyak ODHA yang meninggal dunia kembali.
"Kami harap mereka tidak kesulitan lagi harus mengambil obat ARV di RSUD Depok. Jika bisa disediakan tempat dipuskesmas. Ini sangat penting untuk memberantas HIV," imbuhnya.(cok)

Penderita HIV/AIDS Terus Tumbuh Pesat

Sementara di Provinsi Riau, seperti dilansir Halloriau, angka penderita HIV/AIDS setiap tahunnya terus tumbuh pesat di berbagai wilayah. Di Provinsi Riau, selama 2014 saja hingga September lalu saja tercatat ada 2.610 pengidap penyakit berbahaya tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya  2.138 pengidap.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau dalam menyambut hari AIDS sedunia, 1 Desember, penderita HIV/AIDS di Riau tersebar di 12 kabupaten/kota. Rinciannya, terdapat 1442 orang pengidap HIV dan 1168 penderita AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin menuturkan data tersebut ditemukan selama pendataan dan perealisasian pencegahan kasus HIV/AIDS di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau sampai September 2014 lalu.
"Pendataan yang dilaksanakan tersebut masih belum merata, karena banyak dari masyarakat yang tidak mau diperiksa atau memeriksakan diri, padahal Diskes Riau sudah menyediakan fasilitasnya," ujarnya, Minggu (30/11/2014).
Selain itu, pihaknya juga menggelar kegiatan penyuluhan dalam menyambut HIV/AIDS sedunia terasebut di Car Free Day, Minggu (30/11/2014). "Kita tadi bersama Kanwil Kemenhum dan Ham menggelar acara penyuluhan bagi penderita HIV/AIDS," ujar Zainal
Ia juga menjelaskan dalam kegiatan penyuluhan tersebut memberikan pemahaman tingginya angka penularan dan pengidap HIV/AIDS itu akibat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit tersebut. Mengacu pada data yang ada, penularan didominasi melalui hubungan seks.
Selain itu juga melalui injecting drug users (IDU) di kalangan pengguna narkoba dengan suntikan, hubungan seks sesama jenis, atau melalui mother-to-child transmission (MTCT).
Menurut Zaial, untuk mengantisipasi penyebaran virus mematikan jenis HIV dan AIDS dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak dan ragam kalangan. "Khususnya pihak keluarga atau orang tua agar terus mengawasi pergaulan anak-anaknya jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas yang akhirnya melakukan hubungan seks diluar nikah hingga penggunaan narkoba," paparnya.KPAD Kab.Demak Kewalahan

Sedangkan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Demak seperti dilansir laamn Tribunjateng, mengaku kewalahan dalam menekan laju jumlah penderita HIV/AIDS di wilayahnya. Hal ini lantaran minimnya anggaran yang tersedia  untuk sosialisasi dan juga pendampingan ODHA.
KPA berharap agar Pemerintah Kabupaten Demak sudi memberikan bantuan anggaran untuk peduli HIV/AIDS. Selama ini, aktivitas penanggulangan HIV/AIDS di Demak masih ditopang dana Global Fund dan Pemerintah Pusat.
Sekretaris KPA Kabupaten Demak, Zaenudin, mengatakan, pada tahun ini belum ada bantuan anggaran dari Pemkab terkait HIV/AIDS. Tentunya ini menjadi satu diantara pokok permasalahan utama yang menjadi kendala bagi pihaknya. Apalagi, Global Fund berencana akan menghentikan upaya pemberian bantuan anggaran terhadap HIV/AIDS pada 2015.
" Meningkatnya kasus penderita HIV/AIDS menjadi cambuk bagi KPA Kabupaten Demak untuk berupaya keras melakukan sosialisasi. Tahun 2013 ada anggaran sejumlah Rp 50 juta dari Pemkab, tapi tahun ini belum. Kami berharap pemkab tanggap akan hal ini.  " kata Zaenudin, Minggu (30/11/2014).
Dikatakan Zaenudin, pada bulan Oktober tercatat ada 3 orang positif HIV. Ironisnya, meski pada November ini jumlah penderita HIV/AIDS belum tercatat seutuhnya. Namun dia berujar jika jumlahnya terus meningkat. " Data belum terkumpul secara rinci. Sementara ada tambahan 10 penderita HIV/AIDS pada November, " ungkap Zaenudin.
Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Sukardjo, menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi dan juga menggelar Voluntary Counseling Test (VCT) di beberapa wilayah di Kabupaten Demak. Harapannya masyarakat dibisa semakin mengerti apa itu HIV/AIDS.
" Bersama KPA kami Sosialisasi serta VCT di kampung nelayan dan juga tukang ojek. Kami akan perbanyak fasilitas tempat VCT d kabupaten Demak. Saat ini hanya ada di RSUD, " kata Sukardjo.
Sementara Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Demak, Susi Alifah, membenarkan jika pada tahun ini memang tidak ada hibah dan bansos dari untuk HIV/AIDS. Susi mengaku prihatin atas kondisi ini. Untuk itu pihaknya terus berupaya untuk mengajukan anggaran untuk HIV/AIDS.
" Insya'alloh 2015 ada anggaran untuk HIV/AIDS, " ujar Susi.
Untuk diketahui, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Demak terindikasi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Demak grafis lonjakan signifikan mulai terlihat sejak tiga tahun terakhir.
Pada 2012 tercatat jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 18 orang dengan 4 orang diantaranya meninggal dunia dan 2013 jumlah penderita HIV/AIDS meningkat mencapai 41 orang dengan 9 orang diantaranya meninggal dunia.
Hingga September 2014 ini jumlah penderita HIV/AIDS meningkat lagi menjadi 45 orang dengan seorang diantaranya meninggal dunia. Total keseluruhan jumlah penderita HIV/AIDS yang ada di kota wali ini terhitung sejak 2003 hingga september 2014 tercatat mencapai 197 orang dengan 42 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Mayoritas, mereka yang positif terinfeksi virus yang menyerang sistim kekebalan tubuh ini merupakan pekerja swasta.

 

Jumlah Terinfeksi HIV/AIDS di Jember Capai 1.335 Orang

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, seperti dilansir laamn Antaranews, mencatat jumlah penderita yang terinfeksi HIV/AIDS di wilayah itu mencapai 1.335 orang.

"Jumlah penderita HIV/AIDS cenderung mengalami peningkatan setiap tahun dan tahun lalu jumlahnya sekitar 1.000 orang," kata Humas Dinkes Jember, Yumarlis, Minggu (30/11/2014).

Menurut dia, penderita penyakit yang mematikan tersebut tersebar hampir merata di 31 kecamatan di Kabupaten Jember dan tercatat sekitar 400 orang sudah meninggal dunia karena sudah masuk stadium lanjut.

"Dari jumlah tersebut, Jember menempati peringkat ketiga di Jatim dan merupakan daerah 'merah' dalam kasus penderita HIV/AIDS," tuturnya.

Penderita penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut didominasi oleh usia produktif dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, pengusaha, dan ibu rumah tangga.

"Pemkab dan Pemrov Jatim berusaha melakukan berbagai upaya untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS dengan membuka pelayanan klinik Voluntary Councelling and Testing (VCT) di 10 lokasi di Jember," paparnya.

Pemeriksaan VCT sebelumnya hanya dilakukan di tiga rumah sakit milik Pemkab yakni Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, RSD Balung, dan RSD Kalisat, serta satu puskesmas yakni Puskesmas Puger.

"Saat ini pemeriksaan VCT sudah tersebar di sejumlah puskesmas lain seperti Puskesmas Jember Kidul, Puskesmas Kencong, dan Puskesmas Tanggul, sehingga dengan penambahan tempat pemeriksaan diharapkan penderita HIV/AIDS bisa terdeteksi sejak dini," katanya.

Sementara, Kepala VCT RSD dr Soebandi Jember, dr Justina Evy Tyaswati, mengatakan, sebagian besar penderita yang memeriksakan diri ke klinik VCT sudah masuk stadium dua dan tiga.

"Mereka sudah dalam kondisi parah datang ke klinik VCT, sehingga pengobatannya lebih sulit dibandingkan penderita yang masih stadium satu," ucap psikiater RSD dr Soebandi Jember itu.

Ia mengimbau warga yang memiliki risiko tinggi tertular HIV/AIDS untuk datang ke klinik VCT dan memeriksakan diri secara sukarela, agar dapat diobati sejak dini.(Ip/Hr/Tn/Ant/Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on December 01, 2014

Jakarta, 1 Desember - Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.
Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.
Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Pgoram AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS).
Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia (HAS).  (Sumber. Wikipedia).
Untuk tahun 2014, seperti dilansir laamn Sindonews, tema besar HAS tahun 2014 adalah ‘Cegah dan lindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV-AIDS dalam rangka perlindungan HAM’.  Dan beberapa pilihan sub-tema, yaitu (1) Pencegahan penularan baru HIV & AIDS terhadap diri, keluarga dan masyarakat; (2) Perlindungan HAM bagi ODHA dari stigma dan diskriminasi melalui lingkungan yang kondusif dengan optimalisasi Komunikasi Informasi Edukasi; (3) Peningkatan Program Penanggulangan HIV&AIDS secara Komprehensif dan Berkesinambungan di lingkungan Kementerian Hukum Dan HAM RI.
Pada tahun ini, MenkoPMK menunjuk Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai sektor utama Pelaksana Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2014, baik di tingkat nasional maupun di daerah.
Dalam sambutan peringatan HAN, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly berharap Peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) dapat menjadi pelecut kembali tekad dan semangat semua kalangan untuk menanggulangi penularan HIV/AIDS, khususnya di Lapas/Rutan.
Menurutnya, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian antara lain perlunya mendorong pemerintah untuk melakukan advokasi terhadap diversifikasi hukuman bagi para pelaku penyalahgunaan narkoba sebagai sarana mengurangi overcrowded Lapas/Rutan. Pemerintah juga perlu mendukung alokasi dana yang memadai guna mewujudkan program pengendalian HIV-AIDS yang komprehensif di lingkungan Lapas/Rutan.
"Meningkatkan kapasitas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk dapat melakukan perencanaan, advokasi, dan mengawal usulan anggaran program HIV/AIDS," katanya dalam sambutan dikutip dari Situs Resminya.
Selain itu, lanjutnya perlu dilakukan peningkatan koordinasi dengan sektor dan organisasi yang relevan seperti Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional, dan sebagainya.
"Yang perlu dilakukan berikutnya, penyediaan program dan layanan deteksi dini HIV-AIDS, pemeriksaan dan pengobatan serta perawatan warga binaan Pemasyarakatan. Kemudian pelatijan dan penyegaran bagi Petugas Pemasyarakatan agar memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam menjalankan program penanggulangan HIV-AIDS," tambahnya.
Yasonna berharap peringatan Hari AIDS Sedunia ini tidak hanya sekedar menjadi kegiatan seremonial semata. "Marilah kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum bagi kita semua guna meningkatkan kembali kewaspadaan dan kepedulian dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat berpartisipasi secara aktif," pungkasnya.(Sin/Gs)

 

 

 

 

Oleh humas on November 27, 2014

Jakarta, 27 Nopember - Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Pendidikan Dan Agama, Prof.Dr. Agus Sartono, MBA (keempat kanan) memimpin rapat kordinasi (Rakor) Pembahasan Pekan Olahraga Dan Seni Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) 2016, Kamis (27/11) di Jakarta.

Dalam rakor tersebut, Agus Sartono menegaskan kesiapan beberapa daerah yang bersedia menjadi tuan rumah perhelatan tahunan olah raga dan seni bagi kalangan santri ini. Daerah tersebut yang bersedia antara lain, Provinsi Banten, Provinsi Kalimatan Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Provinsi Jawa Tengah.

Perhelatan POSPENAS 2015 rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2016. sedangkan untuk kepastian siapa daerah yang menjadi tuan rumah diharapkan sudah dapat ditentukan pada awal Februari 2015 mendatang. Rakor ini dihadiri para pejabat dari perwakilan dari Kemeterian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sedangkan peserta daerah berasal dari Pejabat Pemprov dan Kemenag antara lain Banten,Sulsel,Gorontolo, dan Kalsel. (yn/t3t)

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on November 25, 2014

Jakarta, 25 Nopember - menko PMK Puan Maharani menerima Ketua Umum  Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault beserta jajaran Pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka, Selasa (25/11/2014) di ruang rapat Menko PMK, Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No3, Jakarta. (Gs).

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK didampingi para Staf Khusus Menko PMK dan Asdep Urusan Pemuda dan Asdep Urusan Olahraga Kedeputian Kebudayaan, Pariwisata, pemuda dan Olahraga. Sedangkan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka didampingi 17 anggota Pengurus. (Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on November 21, 2014

Jakarta, 21 Nopember - Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, memaparkan perkembangan terkini persiapan 'Sail Tomini 2015' dalam forum Rakor Persiapan 'Sail Tomini 2015, Jumat (21/11/2014)  di ruang rapat utama lt.7 Kemenko PMK, Jakarta.

Oleh humas on November 16, 2014

Jakarta, 16 Nopember – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menghadiri Puncak Perayaan 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur, Sabtu (15/11/2014) malam di kawasan Areal Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Oleh humas on November 07, 2014

Jakarta, 7 Nopember  - Menteri Koordinator Bidang pembangunan Manusia dan Kebudayaan (menko PMK) Puan Maharani, Jumat (7/11/2014) pagi ini pukul 07.00 jalan sehat bersama pegawai Kemenko PMK di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Menko PMK didampingi Sesmenko PMK Sugihartatmo, para pejabat Eselon I, II, III, IV dan Pegawai kemenko MPK pukul 07.00 menuju Monas dan dilanjutkan dengan senam kesegaran jasmani di halaman Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, jakarta.Di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat.

Oleh humas on October 24, 2014

Jakarta, 24 Oktober  - Pakar linguistik dari Universitas Indonesia (UI) Bernadette Kushartanti mengatakan Bahasa Indonesia memiliki berbagai variasi, yang salah satunya adalah Bahasa Indonesia Jakarta yang saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat.
"Bahasa yang dianggap prestisius untuk sekarang ini, selain Bahasa Indonesia baku, ada bahasa yang berkembang dengan pesat yaitu Bahasa Indonesia Jakarta," katanya dalam Seminar bertajuk "Bahasa dan Remaja", Kamis (23/10/2014) di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Depok.

Oleh humas on October 21, 2014

Jakarta, 21 Oktober - Rektor Universitas Muhammadiyah Profesor Doktor Buya Hamka (Uhamka) Soeyatno memandang perlu makna sumpah pemuda direvitalisasi dan tidak sekadar formalitas saja.
"Peringatan Sumpah Pemuda harus dijadikan momen pembenahan diri, yang maknanya harus direvitalisasi," ujar Prof. Soeyatno, Sabtu (18/10/2014)  di Jakarta.

Oleh humas on October 16, 2014

Jakarta, 16 Oktober - Menko Kesra HR. Agung Laksono mengatakan bahwa keberhasilan program selama lima tahun ini kita capai terus ditingkatkan dan yang bersifat terobosan dan percepatan terus ditingkatkan. Demikian antara lain dikatakan Menko Kesra HR. Agung Laksono dalam Sambutan pada Pemberrian Penghargaan bagi Pegawai dan Purna Tugas Kemenko Kesra, Kamis (16/10/2014) pagi di ruang Rapat Utama Kemenko Kesra, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Oleh humas on October 11, 2014

Jakarta, 11 Oktober  - Sedangkan Menko Kesra RI HR. Agung Laksono menginginkan penyelenggaraan Asian Games nanti bisa lebih sukses dibandingkan penyelenggaran saat Indonesia menjadi tuan rumah tahun 1962. Selain itu Menko Kesra menghendaki adanya unsur seni budaya Nasional yang dimunculkan saat penyelenggaraan Asian Games.

Oleh humas on October 10, 2014

Jakarta, 10 Oktober – Menko Kesra HR. Agung Laksono memimpin rapat koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang Persiapan Penyelenggaraan Asian Games (AG) XVIII 2018, Jumat (10/10/2014, di ruang rapat Utama Kemenko Kesra, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Oleh humas on October 10, 2014

Jakarta, 10 Oktober - Menko Kesra HR. Agung Laksono (kedua kiri) memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang Persiapan Penyelenggaraan Asian Games (AG) XVIII tahun 2018. Hadir dalam rakor tersebut antara lain Wagub Jabar Dedy Miswar (kiri), Ketua KOI Rita Subowo (ketiga kiri), Sesmenko Kesra Sugihartatmo (kedua kanan), Deputi Menpora Gatot S. Dewo Broto, Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Haswan Yunaz, dan para pejabat perwakilan dari K/L maupun SKPD Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Sumsel dan Pemprov Jabar. (Foto:Gs).

Oleh humas on October 10, 2014

Jakarta, 10 Oktober  - Sekitar 75 persen dari seluruh pecandu narkoba di Indonesia adalah pelajar atau dari kalangan usia produktif.
"Rata-rata pecandu narkoba adalah pelajar dan generasi muda, persentasenya sekitar 75 persen dari total pecandu yang mencapai 4,5 juta jiwa di seluruh Indonesia," kata Analis Peran Serta Masyarakat Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, AKBP Maria Sorlury, Kamis (9/10/2014) di Jakarta.

Oleh humas on October 10, 2014

Jakarta, 10 Oktober - Indonesia butuh Peraturan Presiden (Perpres) untuk menyelenggarakan Asian Games 2018. Perpres juga akan menjadi petunjuk siapa penanggung jawab acara pembukaan dan penutupan di antara tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Namun, Perpres yang diharapkan bisa diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya meleset. Sebab sampai saat ini belum ada tandatanda Presiden SBY akan mengeluarkan peraturan tersebut.

Oleh humas on October 05, 2014

Jakarta, 5 Oktober  - Iklan bahaya merokok sebagai kampanye pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia akan resmi ditayangkan di beberapa stasiun televisi pada 10 Oktober 2014.
"Kami sangat menghargai pemerintah Indonesia dalam upayanya menjalankan kampanye anti tembakau di media massa nasional. Iklan ini bagian dari usaha pengendalian rokok setelah beberapa dekade informasi mengenai bahaya rokok mendapat intervensi dari industri tembakau," kata Kepala Eksekutif World Lung Foundation Peter Baldini, Jumat (3/10/2014) di Jakarta.

Oleh humas on October 04, 2014

Jakarta, 4 Oktober – Menko Kesra HR. Agung Laksono hari ini, Sabtu (4/10/2014) diagendakan untuk memberikan Sambutan pada Capacity Building Pegawai Kemenko Kesra 2014 yang berlangsung di Talaga Cikeas Bogor, Jawa Barat.

Oleh humas on October 04, 2014

Jakarta, 4 Oktober - Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, tepatnya di dua kecamatan direpotkan dengan maraknya pelajar mulai dari SD hingga SMA konsumsi obat batuk dan lem untuk teler alias mabuk. 

Oleh humas on October 03, 2014

Jakarta, 3 Oktober - Jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kabupaten Jember terus bertambah setiap tahun.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jember, seperti yang dilansir laman Tribunnews.com, tahun 2012 jumlah ODHA tercatat sebanyak 822 orang, kemudian tahun 2013 naik menjadi 1.118 orang.

Sampai dengan Juni tahun 2014 tercatat 1.335 orang. Dengan jumlah tersebut, Jember masuk dalam zona merah HIV-AIDS di Jawa Timur.

Pages

Subscribe to RSS - Pemuda dan Olah Raga