Oleh humas on January 15, 2018

Jakarta (15/01)--- Usai meresmikan hasil renovasi besar komplek olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Presiden Joko Widodo menyaksikan pertandingan sepakbola persahabatan antara Timnas Indonesia dan Timnas Islandia. Setelah pertandingan selesai, Presiden berkenan menjawab sejumlah pertanyaan dari awak media. Salah satunya adalah ketika diminta tanggapan mengenai kasus gizi buruk dan wabah campak di Kab Asmat, Papua. Saat menyampaikan keterangan pers itu, Presiden didampingi Wakil Presiden, Jusuf Kalla; Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani; dan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah tidak berdiam diri terhadap kejadian luar biasa campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, dalam beberapa bulan terakhir. "Kita sudah kirim tim berapa hari lalu atau minggu lalu. Sudah mulai September masuk ke sana. Memang sudah kirim juga makanan tambahan tapi memang medan sangat sulit," demikian penegasan Presiden Joko Widodo seperti dikutip dari keterangan resmi Biro Setpres.

Presiden juga mengakui bahwa penanganan masalah gizi buruk dan wabah campak ink memang tidak mudah, karena terdapat banyak kendala yang dihadapi, mulai dari medan yang sulit, biaya yang tinggi, hingga jarak tempuh yang cukup jauh. "Saya berikan contoh medan di sana memang sangat berat sekali. Contoh di Nduga saja, siapa yang pernah ikut saya ke Nduga. Jalan baru ke Wamena saja 4 hari, ini sama di Asmat juga sama. Perjalanan ada rawa, di situ harus naik boat 2 sampai 3 jam untuk biaya ada Rp 3 sampai Rp 4 juta. Ini sebuah kendala yang memang sangat menghambat," kata Presiden lagi.

Dalam keterangannya, Presiden lalu meminta pemerintah daerah setempat berperan aktif memeriksa dan mengawasi kondisi kesehatan masyarakatnya sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah dengan cepat. "Pemda yang dekat selalu memantau, melihat, mengelilingi terus daerah-daerah yang diperkirakan terjangkit penyakit, atau gizi buruk," ujar Presiden. (*)

sumber foto : nasional.kompas.com

Categories: