Oleh humas on July 13, 2018

Yogyakarta (12/07)-- Deputia Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Prof. Agus Sartono memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) terkait Peningkatan Kualitas Guru di Kementerian Agama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Rakor yang diselenggarakan unit Asisten Deputi Pembinaan Umat Beragama, pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenko PMK ini diikuti 80 peserta undangan yang terdiri dari perwakilan unsur Kepala Madrasah, guru MI, MTs. MA dan pengawas se provinsi DIY, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DIY dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kementerian Agama.

Prof. Agus dalam arahannya  menekankan pentingya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air. Menurut Prof. Agus, bahwa Guru sangat powerful dalam membentuk maupun mengubah pola pikir seorang anak, dan guru merupakan sosok panutan bagi anak yang senantiasa dijadikan role model melebihi orang tua.

“Hal lain yang juga menjadi sangat fundamental dalam pendidikan adalah bagaimana dapat menghasilkan generasi yang berkarakter, berintegritas dan jujur,”tegas Prof. Agus.

Menurut Prof. Agus, orang tua juga memiliki andil dalam hasil akhir pembentukan karakter anak. Orang tua sudah lama terbiasa membentuk anak memiliki mental pragmatis, yang hanya berorientasi pada capaian nilai yang bersifat jangka pendek, seperti halnya mengharuskan anak mengikuti jam belajar tambahan diluar jam sekolah, yang seringkali juga diawali dari ketidakberminatan anak. 

“Pendidikan harus diarahkan untuk lebih mengedepankan proses, sehingga peserta didik akan memahami secara utuh esensi pendidikan bagi masa depan mereka,”jelas Prof. Agus.

Prof. Agus juga mengapresiasi dan mengakui bahwa seiring perjalanan waktu, pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren yang di siapkan dengan bentuknya berasrama atau Boarding School memiliki beberapa keunggulan yaitu dalam teknik belajar dengan Kyai dengan “System Sorogan” dalam mengaji ilmu-ilmu kitab kuning maupun ilmu-ilmu pengetahuan lain (science). Cara belakar sepert ini memotivasi kecakapan para santri dalam ilmu dan menciptakan teamwork persudaraan yang kuat, pada akhirnya para santri mendapatkan pengetahuan keagamaan yang mengakar kuat, karena merapkan sistem hafalan. 

“Beberapa contoh nyata bahwa mahasiswa teladan di Universitas Negeri terkemuka di tanah air merupakan lulusan Madrasah yang berbasis pesantren, maka tidak heran pada akhir study nya banyak santri  yang juga memiliki kemampuan menghafal Al Quran ada yang lima juz, 10 juz, 20 juz bahkan sempurna sampai 30 juz,”ungkap Prof. Agus.

Prof. Agus  optimis atas usaha yang terus dilakukan Kementerian Agama yang terus melakukan pembenahan terkait peningkatan kualitas pendidikan yang salah satunya adalah dengan update data serta penerbitan regulasi melalui PMA terkait meningknya peran guru di madrasah negeri maupun swasta, pesantren, dan berbagai untuk menghasilkan guru-guru berkualitas dan profesional. 
Di akhir pengarahan, 

Prof. Agus mengingatkan segenap unsur yang terkait dengan dunia pendidikan, baik guru, orang tua dan masyarakat untuk dapat menjadikan kemajuan teknologi menjadi media belajar yang positif dan menanamkan karakter integritas kepada segenap anak didik dan juga keluarga.

Dalam rakor tersebu hadir sebagai narasumber lainnya, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama, Kepala Kanwil Kemenag prov DIY, serta Asisten Deputi Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenko PMK.

Categories: