Oleh humas on July 20, 2018

Jakarta (20/07) – Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Prof. Agus Sartono menyampaikan sambutan pada acara Sarasehan Nasional Kader Surau yang kali ini mengangkat tema “Revolusi Mental dan Peran Pemuda dalam Pembangunan Manusia dan Kebudayaan”. Acara diselenggarakan di Gedung Heritage, Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Mengawali sambutannya, Prof. Agus menyampaikan apresiasi positif kepada YBM BRI maupun kepada para mahasisiwa penerima beasisiwa Kader Surau atas terselenggaranya kegiatan Sarasehan Nasional Kader Surau. Prof. Agus berharap agar kegiatan ini dijadikan momentum sekaligus forum silaturahmi yang bermanfaat bagi upaya membangun kehidupan bangsa yang lebih baik.

Menurut Prof. Agus, sebagai warga Negara Indonesia, keterlibatan pemuda sangat diharapkan terutama dalam mencari solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi bangsa kita. Oleh karena itu, pemuda harus punya cita-cita dan idealism yang tinggi. “Berkontribusilah kepada bangsa ini sesuai dengan kapasitasnya masing-masing,”imbuhnya.

Prof. Agus berharap, pemuda Indonesia terus berperan aktif dalam membangun bangsa ini. Salah satunya dengan banyak melakukan aksi nyata dan kerja sama dengan segenap komponen bangsa. “Bagi mahasiswa yang hadir disini, tingkatkan kualitas diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi tantangan dan rintangan globalisasi yang akan menghadang,”ujarnya.

Prof. Agus kembali mengingatkan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Menurutnya, saat ini Indonesia telah berada pada era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan semakin masifnya penggunaan teknologi internet dan digital. “Dalam era ini ada peluang maupun ancaman, maka kalangan berpendidikan tinggi mesti menjadi motor yang menentukan keberhasilan dalam menghadapi tantangan global,”tambahnya.

Menurut Prof. Agus, pemeritah mulai tahun 2018 berfokus pada upaya pembangunan SDM untuk meningkatkan daya saing bangsa. Berdasarkan Global Competitiveness Report 2017-2018 yang dilansir World Economic Forum, Indeks Daya Saing Global Indonesia naik 5 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, posisi Indonesia berada di peringkat 36 dari 137 negara. Pencapaian tersebut ditopang oleh kondisi makroekonomi yang relative kuat, pasar yang besar, inovasi dan kemudahan bisnis.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Agus juga berpesan agar para mahasiswa penerima beasiswa Kader Surau agar terus meningkatkan karakter dan keterampilan. Sehingga ke depan siap memimpin bangsa dan menghadapi persaingan global. “Namun yang saya tekankan kepada kalian adalah agar memiliki dan  menjaga integritas. Intinya satu, pintar itu penting tapi integritas jauh lebih penting,”tegasnya.   

Prof. Agus juga menyampikan betapa pentingnya membangun karakter bangsa Indonesia. Untuk membangun dan memperbaiki karakter bangsa Indonesia, pemerintah mencanangkan program Revolusi Mental yang merupakan agenda utama dalam membangun dan memperbaiki karakter bangsa. “Gerakan Nasional Revolusi Mental dilakukan secara bersama-sama dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong,”tambahnya.

Menurut Prof. Agus, revolusi mental menyangkut pembangunan kualitas manusia yang tak terbatas pada dimensi social, ekonomi dan politik namun juga dimensi budaya dalam rangka membangun peradaban yang lebih maju, bermartabat dan berjati diri. Sebagai “Gerakan Hidup Baru”, revolusi mental bertujuan menanamkan rasa percaya diri akan kemampuan sendiri, menanamkan optimism dan daya kreatif masyarakat dalam menghadapi tantangan berbangsa dan bernegara.

Sarasehan Kader Surau merupakan kegiatan orientasi bagi penerima beasiswa Kader Surau yang baru setiap tahunnya dan kali ini adalah angkatan ke-3. Beasiswa Kader Surau merupakan salah satu program Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) di bidang pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan dan pembinaan generasi intelektual muda Islam yang memiliki jiwa kepemimpinan, berkarakter islami, berdaya saing, dan menanamkan nilai-nilai Alqur’an dalam aktivitas sehari-hari.

Penerima beasiswa merupakan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah terpilih melalaui proses seleksi. Selain mendapatkan bantuan UKT dan uang saku bulanan, penerima beasiswa juga mendapat pembinaan rutin di asrama. Pada tahun 2018, YBM BRI memberikan beasiswa sebanyak 395 orang yang berasal dari 18 PTN di Indonesia. (DAM)

 

Categories: