Oleh humas on January 23, 2018

Jakarta (23/01) – Untuk memastikan kesiapan K/L dalam pelaksanaan PKTD Kemenko PMK menggelar Rakornis tentang Kesiapan Program Padat Karya Tunai di Desa (PKTD) dari Kementerian/Lembaga di Desa dan Rencana Rakor bersama 10 Kabupaten dan 100 Desa.

Rakornis yang berlangsung di ruang rapat utama lt.7 kemenko PMK, Jakarta ini dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan, Kemenko PMK, Nyoman Shuida didampingi Staf Khusus Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif, Kemenko PMK, Sidqy Lego Pengesthi Suyitno, dan Asisten Deputi (Asdep) Bidang Pemberdayaan Desa, Kemenko PMK, Herbert H. O. Siagian. 

Dalam pengantar rapatnya, Shuida mengatakan bahwa penyelenggaraan Rakornis hari ini merupakan tindaklanjut dari pelaksaan Rakor Tingkat Menteri (RTM) tentang pelaksanaan program PKTD yang dilaksanakan pada 17 Januari lalu, RTM dipimpin langsung oleh Menko PMK, Puan Maharani.

Selain ingin mengetahui kendala atau hambatan pelaksanaan PKTD, menurut Shuida, rakornis ini juga ingin memastikan kesiapan K/L dalam pelaksanaan PKTD. Misalnya, kesiapan Kemendes PDTT terkait dengan alokasi 30% HOK, kesiapan pendamping professional, dan kesiapan 100 Desa sasaran. “Kalau Kemendagri terkait dengan revisi Permendagri No. 113 yaitu soal penyesuian APBDes untuk mendukung padat karya. Begitu pula laporan kesiapan K/L lainnya dalam pelaksanaan PKTD ini,”tambanya. 

Shuida juga menyampaikan bawha rakornis kali juga membicarakan rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan mengundang 10 Kabupaten dan 100 Kepala Desa ke Jakarta. Pembentukan tim teknis dan secretariat bersama pelaksanaan PKTD, serta pemutakhiran data dan informasi rincian program atau kegiatan K/L pelaksana PKTD. 

“Kondisi terkini dari PKTD adalah selesainya penyusunan Pedoman Umum(Pedum), telah dilaksanakannya Sosialisasi Pelaksanaan PKTD pada tanggal 9 Januari 2018 dengan mengundang 9 Provinsi dan 10 Kabupaten, mamun yang hadir 2 Provinsi dan 5 Kabupaten, serta Bapak Presiden telah melihat pelaksanaan padat karya di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Mesuji,” terang Shuida.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang UMKM dan Ekraf, Sidqy Lego Pengesthi pada akhir rakornis menyampaikan beberapa hasil atau kesimpulan pada rakor kali ini, diantaranya adalah akan dilaksanakan Rakor/asistensi kepada 100 Desa dan 10 Kabupetan yanga kan dilaksanakan di Jakarta. Pembagian peran K/L akan diintegarsikan dalam tugas-tugas Tim Teknis PKTD serta dalam Pedum PKTD yangsedang difinalisasi.

“PKTD di Kementerian Pupera agar secara regular mengupdate form/data inventarisasi program PKTD yang dikoordinasikan oleh Kemenko PMK, PKTD Kemenkes siap untuk program stunting tepat di 10 Kabupaten dan 100 Desa, PKTD Kemenhub akan mengexercise 10% APBN untuk dukungan PKTD yang berada atau dekat dengan lokasi di 100 Desa, dan BPKP siap untuk mendukung dari aspek pengawasan,”tambah Sidqy.

Rakornis pada siang hari ini dihadiri oleh perwakilan Kemendes PDTT, Kemenkes, Kemenhub, Kemen Pupera, Kemensos, Kementan, KKP, Kemenakertrans, Kemenpar, Kemenkeu, Kemendagri, Seskab, Bappenas, TNP2k, BPKP, dan instansi terakit lainnya. (DAM) 

   

Categories: