Oleh humas2 on June 20, 2016

Jakarta (20/06) -- Kedeputian Bidang Koordinasi Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK pagi ini menyelenggarakan Rakor tentang penyusunan kegiatan Indeks Kesejahteraan Rakyat (IKRaR) di ruang rapat lt.3 kantor Kemenko PMK. Rakor yang dipimpin oleh Asisten Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Herbert H.O Siagian, ini membahas perkembangan IKRaR yang di antaranya adalah telah disusunnya buku IKRaR 2009-2014 dan sedang memasuki tahap pencetakan. Selain itu, dalam rakor ini dibahas pula upaya-upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan nilai IKRaR sebagai target dari renstra Kemenko PMK, strategi diseminasi IKRaR, serta hal-hal strategis lainnya yang terkait dengan persiapan kegiatan IKRaR.

IKRaR merupakan salah satu capaian dalam rencana strategis Kemenko PMK yang menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan, tingkat kesejahteraan masyarakat harus menyentuh angka 60 poin. Di tahun 2014 lalu, IKRaR baru mencapai 56 poin saja dan membutuhkan kenaikan paling tidak satu poin setiap tahunnya. IKRaR memiliki banyak keunggulan antara lain mampu melihat progress, irit biaya karena mengolah data Susenas dan indeks demokrasi dari BPS.

Dalam pengantarnya, Herbert menyampaikan bahwa nantinya akan ada pertemuan nasional yang akan dilangsungkan dalam agenda kegiatan IKRaR untuk menginternalisasi IKRaR ke setiap daerah di Indonesia. Herbert  juga meminta kepada semua peserta rakor untuk memberikan usulan terkait rencana pertemuan nasional ini.

Beberapa usulan yang dikemukakan dalam rakor adalah pelaksanaan pertemuan pra kondisi sebelum  diselenggarakannya pertemuan nasional untuk kesiapan acara, peningkatan kapasitas IKRaR agar tidak hanya menjadi indeks kemenko PMK tetapi juga dapat menjadi indeks nasional, dan yang terakhir adalah adanya upaya mengaitkan IKRaR dengan isu-isu terbaru seperti dinamika perubahan nomenklatur yang terjadi di pemerintah pusat dan daerah. Rakor kali ini dihadiri oleh beberapa pegawai di lingkungan Kemenko PMK,  perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) dan SAPA (Strategic Alliance Prosperity Achievement). 

Editor : Siti Badriah

Reporter : Rahma Nur

Fotografer : Dwi Prasetya A