Oleh humas on July 29, 2018

Banda Aceh (27/7) – Kawasan dataran tinggi Gayo Alas (DTGA) yang terdiri dari 4 kabupaten yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Gayo Luwes dinilai memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi Kawasan Strategis. Demikian dikatakan Plt. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK, Sonny Harry B. Harmadi saat memimpin Rakor Pemberdayaan Kawasan Strategis Dataran Tinggi Gayo Alas di Bappeda Provinsi Aceh.

Sonny menjelaskan bahwa pembangunan kawasan strategis yang melibatkan 4 kabupaten didasarkan pada kenyataan bahwa keempat kabupaten tersebut memiliki hubungan fungsional yang kuat. Baik fungsional secara ekonomi, sosial budaya, maupun lingkungan hidup. Upaya mendorong pengembangannya sebagai kawasan strategis dimaksudkan agar terjadi percepatan empat hal yakni, peningkatan kesejahteraan masyarakat, mengungkit daya saing SDM, mengurangi kesenjangan antar wilayah, dan memperbaiki pelayanan publik dalam kawasan. 

“Sebelum membangun kawasan strategis, kita harus mengetahui, apakah lokasi tersebut punya hubungan fungsional yang bersifat _localization economies_ atau tidak. Artinya, apakah punya mata rantai produksi untuk mendukung penciptaan nilai tambah produk unggulan lokal yang kuat," jelas Sonny.

Tentu untuk menjadi kawasan strategis nasional, keempat pemerintah kabupaten didukung pemerintah Aceh harus segera menyiapkan langkah-langkah yang jelas dan terarah. Menurut Sonny, langkah pertama yang dibutuhkan ialah perbaikan dan harmonisasi RTRW provinsi dan kabupaten agar mendukung wilayah DTGA sebagai kawasan strategis nasional. Oleh karenanya Bappeda provinsi harus segera berkoordinasi dengan Bappeda 4 kabupaten terkait.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengembangan kawasan strategis di Dataran Tinggi Gayo ini harus sinkron dengan kawasan strategis nasional Leuser. Harus mendukung daya saing konservatif, memetakan kawasan berbasis klaster (tema-tema kawasan) dan membangun kekuatan serta potensi yang ada secara spesifik. Daerah harus bisa mengembangkan aktivitas tertentu sebagai motor pengungkit pertumbuhan ekonomi. Untuk itu diperlukan dukungan mulai dari penyiapan komoditas unggulan, SDM, Sarana dan Prasarana, kemampuan keuangan daerah serta aksesibilitas. Sonny yakin bahwa DTGA sangat berpotensi untuk lebih maju di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Sonny juga mengingatkan pentingnya optimalisasi kualitas penggunaan dana desa di 4 kabupaten DTGA. Dana desa harus digunakan secara efektif, sesuai kebutuhan masyarakat, dan dapat mendukung pengembangan kawasan perdesaan serta kawasan strategis yang akan dikembangkan di DTGA. 

Turut hadir dalam acara rakor tersebut, Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK, Kepala Bappeda Provinsi Aceh, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Aceh, serta para pejabat eselon 2 dan 3 dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Luwes, Aceh Tenggara dan Provinsi Aceh.

Categories: