Oleh humas2 on November 29, 2016

Aceh (25/11)--- Sebagai tindak lanjut rencana pengembangan kawasan perdesaan seperti yang sudah dibahas pada Agustus dan Oktober lalu, Kemenko PMK melalui Kedeputian bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan, menggelar Rakor dengan Pemprov Aceh untuk membahas lebih dalam lagi mengenai konsep pengembangan kawasan Gayo berbasis pembangunan manusia dan kebudayaan. Harapannya, Gayo dapat menjadi kawasan perdesaan yang mampu meningkatkan; kesejahteraan masyarakatnya, berbagai layanan dasar, pelestarian budaya, dan lingkungan hidupnya. Pengembangan kawasan Gayo direncanakan menggunakan pendekatan inklusif.

Sebagai kawasan dataran tinggi, Gayo menaungi tiga otoritas kabupaten, antara lain Kab Aceh Tengah, Kab Bener Meriah, dan Kab Gayo Lues. Gayo juga menyimpan sejumlah potensi keekonomian berupa Kopi khas Gayo; wisata alam (Danau Laut Tawar, Taman Nasional Gn. Leuser, Air Terjun, Sumber Air Panas alam); wisata budaya dan olah raga; dan wisata sejarah yaitu Radio Rimba Raya. Tanah Tinggi Gayo sangat berpotensi dikembangkan sebagai Kawasan Perdesaan yang mampu menggerakan perekonomian rakyat dan mengentaskan kemiskinan di kabupaten sekitarnya.

Rakor dihadiri oleh Deputi VII Kemenko PMK beserta rombongan, Plt. Bupati Aceh Tengah, Tim BPIW-Kementerian PUPR, Tim Bappeda Prov. Aceh, Kepala Bappeda Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues,  UPK-TKP2K Aceh, SKPD Kabupaten (Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues),  Koordinator Program SAPA, TA KOMPAK, Camat dan Kepala Desa.

Dalam kesempatan Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan menyampaikan bahwa kebutuhan yang diperlukan yang telah disampaikan Plt. Bupati akan diteruskan kepada K/L terkait.

Diharapkan dari Rakor ini diperoleh kesepahaman pembangunan kawasan perdesaan Dataran Tinggi Gayo, penentuan tematik kawasan Perdesaan Dataran Tinggi Gayo, mendorong pembangunan kawasan perdesaan yang harmonis, terkoordinasi, sinergis dalam semangat gotong royong, di antara desa, dan keterpaduan program pembangunan desa dengan program SKPD, Kementerian dan Lembagaagar tujuan pembangunan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan pemerataan pembangunan antar wilayah dapat tercapai.

Usai Rakor, kegiatan Kedeputian VII Kemenko PMK ini dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke pusat pacuan kuda, ke Koperasi Kopi Organik KUQ Burayyan atau yang selama ini diketahui sebagai pemasok utama kopi Gayo ke kedai kopi Starbucks, ke ladang kopi organik, dan ke lokasi Agrowisata Pantan Terong di Kab Aceh Tengah. (sumber: Kedep VII Kemenko PMK)

Categories: