Oleh humas on July 12, 2018

Jakarta (12/7) --- Asisten Deputi Tanggap Cepat Bencana, Djoko Joewono, siang ini pimpin rapat koordinasi terkait kesiapsiagaan dalam penanggulangan darurat bencana akibat erupsi gunung Agung. Rakor ini berlangsung di ruang rapat Taskin, gedung Kemenko PMK, Jakarta. Hadir dalam rakor ini perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, DPRD Provinsi Bali serta beberapa perwakilan lainnya.

Dalam pembukaannya Djoko menjelaskan bahwa bencana erupsi gunung agung menjadi  perhatian khusus Ibu Menko PMK. Maka, diperlukan penguatan kapasitas Daerah di Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem untuk meningkatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana erupsi Gunung Agung sehingga ketika terjadi erupsi, pos pengungsian itu sudah siap dipergunakan.

“Ketika terjadi erupsi sudah siap pos-pos pengungsi dan jalur-jalur evakuasi sudah siap sehingga diperlukan penguatan kapasitas daerah khususnya di Bali untuk meningkatkan kesiapsiagaan, jika memang ada masalah dilapangan yang tidak bisa diputuskan di daerah maka nanti diputuskan di Rapat Menteri, begitu kata Ibu Menko PMK," Djoko.

Payung Hukum Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Agung telah diterbitkan Perpres No.17 Tahun 2018, Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Dalam Keadaan Tertentu.

Perwakilan dari DPRD Provinsi Bali mengatakan saat ini kondisi Bali aman dan nyaman. Seluruh aktivitas berlangsung tertib dan lancar atas kerjasama Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha. Koordinasi antar Pemerintah, Petugas lapangan dan masyarakat terkoordinir dengan baik sehingga penanganannya pun juga baik.

Di akhir rapat Djoko mengatakan saat ini di setiap Kementerian dan Lembaga masih  berjalan “on the track” artinya sudah siap di jalur pos-nya masing-masing dan masih baik dalam penanganan bencana.