Oleh humas2 on November 24, 2016

Jakarta (24/11) — Deputi bidang Koordinasi Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Sujatmiko, didampingi oleh Asisten Deputi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Rudoro Susanto, dan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial (Kemensos) Nahar, membuka rapat persiapan Deklarasi Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan Tahun 2017 di Gd. Utama Lt.7 Kemenko PMK.

Rencana kerja program Indonesia bebas anak jalanan 2017 ini dibagi menjadi empat tahap. Tahap I yaitu assesment dan pemetaan; tahap II yaitu implementasi program; tahap III Intensifikasi program; dan tahap IV yaitu keberlanjutan program.

Dalam rapat ini juga dipaparkan draft Deklarasi Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan Tahun 2017 di antaranya adalah kepentingan terbaik bagi anak adalah semua tindakan yang menyangkut anak yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, badan legislatif, dan badan yudikatif, maka kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama. Penarikan anak dari jalanan dibarengi dengan pendampingan sosial anak dan penguatan keluarga, dan memastikan anak masuk lembaga pendidikan yang diminatinya merupakan upaya yang harus dilakukan untuk membebaskan anak dari belenggu kehidupan di jalanan, serta komitmen bersama pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat luas adalah kunci utama keberhasilan anak keluar dari dunia jalanan. 


Acara deklarasi ini akan diselenggarakan pada tanggal 27 November 2016 di kawasan Silang Monas Barat Jakarta pada pukul 06.00 wib yang bertepatan dengan CFD agar lebih meriah dan masyarakat lebih tahu tentang program ini. Peserta dalam deklarasi ini akan hadir 2000 anak-anak dari beberapa Binaan Rumah Singgah/ Yayasan. Dalam acara ini pula dimeriahkan dengan hiburan anak-anak melalui menyanyi, menari, dan berkesenian bersama. 


Hadir dalam rapat ini perwakilan dari Bareskrim, Polda Metro Jaya, KPAI, Kemendikbud, Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Dishub Trans, Yayasan/ Rumah Singgah serta K/L terkait lainnya. (Riki)