Oleh humas on December 01, 2016

Jakarta (1/12)—Asisten Deputi bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Masyarakat pada Kedeputian bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri, hari ini memimpin Rapat Koordinasi Teknis yang membahas masalah Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Implementasi Nilai-nilai Revolusi Mental yang diselenggarakan di Ruang Rapat lt. 4 Gedung Kemenko PMK, Jakarta.

Rakor ini membahas mengenai hasil monitoring setiap Direktorat Teknis (SMP, SMA, dan SMK) mengenai implementasi Permendikbud 18/2016 mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru dan implementasi nilai-nilai revolusi mental, serta menyempurnakan silabus dan menyusun Juknis tentang implementasi nilai-nilai Revolusi Mental dalam kegiatan PLS untuk TA 2017/2018. Dalam Permendikbud No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah kepada siswa baru, sesuai dengan pasal 2 ayat (1) adalah "Pada awal tahun pelajaran, perlu dilakukan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru"; (2) "Pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 bertujuan untuk mengenali potensi diri siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar efektif, mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya, serta menumbuhkan perilaku positif antar siswa dan warga sekolah lainnya."

Implementasi Permendikbud no. 55 tahun 2014 tentang Masa Orientasi Siswa Baru di sekolah belum dapat secara optimal mencegah terjadinya perpeloncoan, sehingga ditetapkan Permendikbud tentang pengenalan lingkungan sekolah untuk mendukung proses belajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif. Dari hasil monitoring evaluasi diketahui, secara umum seluruh sekolah yang dikunjungi telah mengawali tahun ajaran baru 2016/2017 dengan melaksanakan Pengenalan Lingkungan Sekolah sesuai dengan amanat Permendikbud 18/2016; sekolah belum secara khusus memberikan materi revolusi mental, dan silabus dalam lampiran 1 Permendikbud 18/2016 tentang PLS tidak menyebutkan bahwa materi revolusi mental harus diberikan secara tersendiri sehingga sekolah tidak melaksanakannya.

"Perlu adanya rencana implementasi revolusi mental dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah pada tahun ajaran 2017/2018, yaitu penyempurnaan silabus Revolusi Mental dan penyusunan juknis revolusi mental dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) bagi siswa baru dalam bentuk menu-menu kegiatan per jenjang pendidikan (SMP dan SMA/SMK). Seperti thema aku cinta kejujuran, kegiatan penanaman dan penumbuhan akhlak, ibadah bersama, pengenalan pendidikan anti korupsi, yang tujuannya ditumbuhkannya perilaku positif melalui kejujuran, nilai-nilai revolusi mental dimasukkan kedalam slogan/ tagline sekolah secara terus menerus tidak hanya pas pelaksanaan PLS sehingga nilai revolusi mental tercermin dalam satuan pendidikan." Demikian harapan Femmy saat menutup Rakornis kali ini.

Hadir dalam Rakornis ini adalah perwakilan dari Kemdikbud, Sesditjen Guru dan tenaga Kependidikan, Direktur Pembinaan SMP, Direktur Pembinaan SMA dan Pembinaan Direktur SMK, Kepala Sekolah SMP dan SMA Negeri dan Swasta Jakarta. (Ricki)

Categories: