Oleh humas2 on January 05, 2016

Jakarta (05/01)--- Deputi bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono, siang ini memimpin Rakor Teknis tingkat Eselon I tentang Pembangunan Science and Techno Park (STP) yang diselenggarakan oleh Kemenko PMK di ruang rapat utama gedung Kemenko PMK. Acara dihadiri oleh para pejabat eselon I yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK dan jajaran kedeputian IV Kemenko PMK.

Acara rakornis ini menghadirkan pembicara kunci yang berasal dari Chungnam University, Korea Selatan, Prof. Dr. OH, Deong-Seong, yang dalam paparannya mencoba berbagi pengalaman tentang bagaimana mewujudkan suatu STP yang ideal dan berkelanjutan di berbagai negara, seperti Jerman, Amerika Serikat, Swedia, Taiwan, Korea selatan, bahkan Malaysia.

Prof. Seong menyambut baik rencana Pemerintahan Jokowi - JK yang ingin membangun sekitar 100 STP hingga tahun 2019 mendatang. "Dengan segala potensi yang ada dan sumber daya melimpah, saya yakin kalau Indonesia akan punya suatu STP yang sangat bagus. Namun, membangun STP, seperti pengalaman banyak negara, butuh waktu setidaknya 20 tahun. Jadi, kalau untuk waktu lima tahun saja, saya pikir Indonesia baru memulai pilot project STP yang ingin diwujudkannya. STP dibangun butuh satu platform yang matang dari keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat di samping masih harus memikirkan potensi pasar yang ada dan keberlanjutannya."

Sementara dalam sambutannya, Agus Sartono menegaskan bahwa STP bukanlah rencana kerja untuk membangun sebuah bangunan bernama STP tetapi bagaimana menyatukan ide, inovasi, dan komitmen semua pihak menjadi sebuah platform yang baik dan matang. "Kita juga perlu melihat komitmen pemerintah pusat dan daerah mengenai STP ini termasuk melihat bagaimana membangun sarana pendukung yang dibutuhkan juga mengajak keterlibatan dunia usaha serta kalangan akademisi." (IN)