Oleh humas on November 23, 2017

Jakarta (23/11) --- Asisten Deputi Warisan Budaya pada Kedeputian bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Pamuji Lestari, pagi ini membuka dan memimpin rapat monitoring dan evaluasi pelaksanaan festival seni Europalia Indonesia (FEI) 2017-2018. Rapat ini bertempat diruang rapat lantai 3, Gd. Kemenko PMK, Jakarta.

Pamuji menjelaskan tujuan diadakannya rapat ini untuk mengetahui dan mendapatkan perkembangan terkini dari pelaksanaan FEI guna mengambil langkah dan tindakan terhadap hambatan serta kendala yang ada serta mendapatkan masukan dan saran atas tindaklanjut khususnya dalam kunjungan wakil Presiden RI dan menyamakan persepsi guna terwujudnya komitmen bersama dari K/L terkait dalam upaya memberikan dukungan dan fasilitas atas pelaksanaan FEI 2017-2018.

Dari hasil kunjugan kerja wakil presiden di acara FEI 2017, tambahnya,  terdapat beberapa point penting diantaranya pelaksanaan festival seni Europalia Indonesia berkontribusi untuk membuka akses bagi seniman dan budayawan Indonesia bertemu dengan kalangan pelaku dan pemerhati seni Eropa serta publik dunia dengan memanfaatkan panggung Belgia sebagai sarana hubungan budaya di Eropa dan FEI 2017 sebagai ajang kegiatan promosi budaya yang massif dan terintegrasi dengan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan volume perdangan, investasi dan pariwisata di Indonesia.

“Dengan adanya kegiatan ini yang didukung oleh Pemerintah Belgia dan Indonesia sebagai Guest Country nya telah mempererat hubungan RI-Indonesia dibidang politik, ekonomi, sosial budaya termasuk people to people contact,“ ujar Pamuji.

Pamuji juga ingin agar segala bentuk permasalahan dapat segera diinformasikan dan diupdate guna dilaporkan kepada pimpinan dan nantinya akan diadakan pertemuan khusus untuk penutupan ajang FEI 2017-2018. FEI 2017 ini sendiri telah diresmikan pada tanggal 10 oktober 2017 yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla bersama Raja Philippe Belgia di Bozar, Brussel.

Categories: