Oleh humasnew on January 26, 2018

Deli Serdang (26/01)--- Usai beramah tamah dengan guru-guru di Sekolah Cinta Budaya, kegiatan Menko PMK di hari pertama kunjungan kerjanya di Kota Medan, Sumut, berlanjut menuju PDAM Tirtanadi untuk meresmikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Medan dan sarana Sambungan Air Minum tingkat kecamatan Serdang Bedagai, Jumat sore.

“Dengan adanya fasilitas pengolahan sanitasi dan air minum, diharapkan masyarakat secara bergotong royong, juga dapat menjaga dan merawat fasilitas tersebut. Kami mengapresiasi program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan, melalui PDAM Tirtanadi, untuk meningkatkan pelayanan sanitasi dan air minum melalui kegiatan inovasi secara online, yang mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses sanitasi dan air minum melalui program “Layanan Sambungan Rumah Air Minum”, dan “Layanan Lumpur Tinja Terjadwal”,” kata Menko PMK dalam arahannya.

Pemerintah, tambah Menko PMK, berkomitmen untuk mempercepat capaian pada tahun 2019, yaitu mencapai target 100% pelayanan sanitasi dan 100% penyediaan air minum karena layanan dan penyediaan sarana dan prasarana sanitasi dan air minum yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat yang sehat dan sejahtera. Maka, kemudahan untuk mendapatkan akses sanitasi dan air minum secara langsung akan berpengaruh pada tingkat kesehatan dan produktivitas masyarakat. Dengan begitu, masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas yang baik. 

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diketahui membantu Pemerintah Kota Medan untuk membangun IPLT Kota Medan pada tahun 2017, dan membantu Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk membangun SPAM IKK Kecamatan Sei Rampah yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah setempat, pada tahun 2016 hingga 2017. IPLT Kota Medan dibangun dengan kapasitas 100 m3/hari yang ditargetkan dapat melayani 50.000 rumah yang memiliki tangki septik individual maupun komunal yang terbangun di wilayah Kota Medan. Sedangkan, SPAM IKK Kabupaten Serdang Bedagai memiliki kapasitas 50 liter/detik yang dapat melayani hingga 5.000 rumah.

Secara umum, capaian sanitasi di Indonesia pada tahun 2017 baru mencapai 76,37% sedangkan akses air minum mencapai 72,04%. Oleh karena itu diharapkan, Pemerintah Kota Medan dan Kabupaten Serdang Bedagai mampu untuk menjamin keberlanjutan infrastruktur IPLT dan SPAM IKK yang telah terbangun melalui langkah-langkah strategis, antara lain penambahan akses baik sambungan air minum maupun pelayanan pengurasan tangki septik, perbaikan kualitas tangki septik di tingkat rumah tangga, dan inovasi pelayanan yang dapat mempermudah masyarakat mendapatkan akses sanitasi dan air minum. Pada tahun 2017, telah terealisasi 115 unit IPLT, 17.000 liter/detik SPAM, dan LLTT di 18 kabupaten/kota. Di tahun 2018 ditargetkan untuk mencapai 28 unit IPLT, 3.435 liter/detik SPAM, dan LLTT di 10 kabupaten/kota. Untuk tahun 2019 ditargetkan untuk mencapai 40 unit IPLT, 4.106 liter/detik SPAM, dan LLTT di 13 kabupaten/kota. Upaya ini dilakukan untuk mencapai target RASTRA untuk mencapai 222 unit IPLT, 24.544 liter/detik SPAM, dan LLTT di 40 kabupaten/kota.

Selain meresmikan, Menko PMK dalam kesempatan ini berdialog akrab dan menggelar kuis berhadiah bagi masyarakat sekitar yang hadir. Dari dialog itu, Menko PMK mengapresiasi masyarakat yang ternyata sudah sangat paham akan manfaat hidup dan lingkungan yang bersih. Menko PMK juga menekan sirine tanda resmi dioperasikannya IPLTDan dilanjutkan dengan penandatangan prasasti IPLT Kota Medan dan SAM IKK Serdang Bedagai; dan meninjau langsung fasilitas IPLT. (IN)

Categories: