Oleh humas on September 13, 2018

Denpasar (13/09) - Pemerintah terus berupaya menghasilkan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat. Di masa mendatang, Indonesia berpotensi besar menjadi negara maju, namun tantangan dan ujian dari berbagai aspek tidaklah mudah. Untuk itu perlu konsolidasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mewujudkan target pembangunan nasional atau NAWACITA, sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019.

“Ke depan masih banyak tugas-tugas yang harus kita selesaikan bersama. Untuk itu sinergi antara pusat dan daerah merupakan syarat mutlak dalam mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat", tegas Seskemenko PMK Y. B. Satya Sananugraha saat membuka Pertemuan Konsolidasi Program dan Kegiatan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Tingkat Nasional untuk Wilayah Tengah dan Timur Indonesia. 

Ditambahkannya, dalam kurun tiga setengah tahun pemerintahan Jokowi-JK, cukup banyak capaian pembangunan yang diraih. Salah satunya adalah membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang diukur dengan indikator kesehatan, pendidikan dan pendapatan. Pada tahun 2015, IPM Indonesia sebesar 69,55 naik 1,26 menjadi 70,81 pada tahun 2017. Selain itu, ketimpangan pendapatan dapat ditekan sebesar 0,013 dari semula 0,402 pada tahun 2015 menjadi 0,389 pada Maret 2018.

“Saat ini angka kemiskinan juga berada di bawah dua digit yaitu 9,82 % dan pertama kali di bawah dua digit sejak krisis 1998,” papar Seskemenko PMK. 

Proses pembangunan, terang pria yang akrab dipanggil Pak Sani, tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat, oleh karena itu kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi entry point mengintensifkan upaya koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian sehingga mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada. Keberhasilan pembangunan nasional merupakan agregasi dari keberhasilan pembangunan daerah. 

“Kami mencermati bahwa program-program yang menjadi prioritas para kepala daerah di beberapa provinsi di wilayah Tengah dan Timur Indonesia sudah selaras dengan agenda pembangunan nasional yang dikoordinasikan Kemenko PMK,” jelas Seskemenko PMK.

Pada kesempatan ini, dirinya juga mengajak perserta untuk bersama-sama mendoakan untuk masyarakat yang tertimpah bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat agar diberikan kekuatan dan semangat dalam menghadapi dalam menghadapi bencana gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu. Pemerintah, baik pusat dan daerah, sektor swasta serta para relawan berupaya secara maksimal mulai dari masa tanggap darurat sampai dengan proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang terus berjalan saat ini.

“Mudah-mudahan dengan dengan kerjasama dan gotong royong oleh seluruh stakeholder, pemulihan terhadap daerah yang terdampak usai gempa bumi beberapa waktu lalu dapat lebih cepat terselesaikan,” harapnya.

Selain itu, Seskemenko PMK juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para atlit-atlit yang telah mengharumkan dan mencetak sejarah Indonesia dalam perhelatan Asian games 2018 ke-18 lalu. Di mana Indonesia memperoleh 98 medali yang terdiri dari 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu serta menduduki peringkat 4 dari 45 negara.

“Ini prestasi tertinggi Indonesia sejak keikutsertaannya pada Asian Games pertama kali di New Delhi India tahun 1951,” pungkasnya.

Categories: