Oleh humas2 on December 15, 2016

Jakarta (14/12) – Sebagai bentuk sosialisasi SK Menko PMK No.20 Tahun 2016 tentang Tim Koordinasi (Tikor) Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya dan Alam Indonesia, Kedeputian Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Tikor Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya dan Alam Indonesia (SK Menko PMK No.20 Tahun 2016) di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jakarta. 

Rakor juga dimaksudkan agar terciptanya persamaan persepsi tentang pelestarian dan pengelolaan warisan budaya dan alam Indonesia serta terciptanya persamaan persepsi tentang pelestarian dan pengelolaan warisan budaya dan alam Indonesia ke tingkat dunia. Termasuk sinkronisasi program warisan budaya, alam, kota pusaka dan warisan sistem pertanian dan pangan antar kementerian dan lembaga. Selain itu juga sebagai bentuk penyampaian draft/ revisi pedoman umum warisan budaya dan alam dunia, warisan budaya tak benda dan warisan sistem pertanian dan pangan.  

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Haswan Yunaz dalam kesempatan itu memaparkan rencana kerja tim yang diantaranya adalah penyusunan dan finalisasi pedoman umum warisan Indonesia pada masing-masing bidang. Termasuk pelaksanaan kegiatan peninjauan ke lapangan dalam rangka verifikasi pengusulan dan pengelolaan warisan Indonesia. 

Terkait dengan warisan dunia, Sekretaris Kemenko (Seskemenko) PMK, YB Satya Sana Nugraha yang memimpin jalannya rakor menekankan agar daerah yang lokasinya ditetapkan sebagai warisan Indonesia harus mendapatkan apresiasi. Rakor ini sendiri dihadiri oleh Staf Ahli Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan Menko PMK, Sidqy Lego Pangesthi Suyitno, Asisten Deputi Bidang Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari serta Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarinal. PS

 

Categories: