Oleh humas on November 12, 2019

Foto : 

  • Puput Mutiara

Jakarta (12/11) -- Program Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan jumlah penduduk. Pun, diharapkan mampu berpengaruh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Hal itu penting, mengingat, Indonesia diprediksi akan mencapai bonus demografi pada tahun 2025. Melalui program KB diharapkan akan lahir generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di masa depan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto menyatakan bahwa untuk menyukseskan program KB perlu melibatkan generasi milenial.

"Sosialisasi KB harus terus digalakkan. Yang paling utama tentu juga harus menyasar kaum milenial yakni memberikan edukasi pada mereka tentang pentingnya kesehatan reproduksi," ujarnya saat memimpin Pertemuan Lintas Sektor KSP Kebijakan Advokasi-KIE tentang Program KB di Hotel Harris Vertu, Jakarta.

Menurut dia, sosialisasi program KB khususnya terkait kesehatan reproduksi dapat diberikan kepada generasi milenial saat bimbingan pranikah. Dengan begitu akan menjadi bekal pengetahuan serta pemahaman bagi pasangan tersebut.

Akan tetapi, data menunjukkan kualitas konseling KB di Indonesia masih terbilang rendah yaitu 30,4%. Padahal, harapannya setiap petugas bisa memberikan edukasi dan sosialisasi tentang KB termasuk memilih alat kontrasepsi yang tepat.

Hal senada diungkapkan oleh beberapa narasumber dari Kementerian Kesehatan, BKKBN, Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, dan juga para peserta rapat dari kementerian/lembaga terkait.

Lebih lanjut, diperlukan kerja sama lintas sektoral serta memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya program KB dan menciptakan keluarga yang berkualitas.

Reporter: 

  • Puput Mutiara