Oleh humas on October 18, 2018

Jakarta (18/10) – Pemerintah terus berkomitmen menggelontorkan program usaha ekonomi produktif bagi masyarakat kurang mampu. Terkait hal itu, pemerintah melalui Kemenko PMK tengah menjajaki kerjasama dengan Program Mekaar (Membina Keluarga Sejahtera) yang diinisiasi oleh Permodalan Nasional Madani (PNM). 

Dalam Rakor Program Usaha Ekonomi Produktif Bagi Masyarakat Kurang Mampu yang di selenggarakan di salah satu hotel di Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK TB. Achmad Choesni mengatakan, pemerintah berkomitmen meningkatkan standar hidup penduduk 40% terbawah dengan dua cara yakni pengurangan beban dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin.

Dalam pengurangan beban, pemerintah telah menggelontorkan Bantuan Kesehatan (PBI-KIS), Pemenuhan Kebutuhan Pangan (Rastra/BPNT), Bantuan Tunai Bersyarat (PKH), Bantuan Pendidikan (KIP) dan Beasiswa. Termasuk subsidi listrik, subsidi gas, perbaikan rumah dan bansos lainnya. Adapun untuk peningkatan pendapatan, pemerintah menjalankan Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) serta Program Pemberdayaan Lainnya. 

Menurut Choesni, diperlukan kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat diperlukan dalam percepatan penurunan kemiskinan. Salah satu Program UEP yang menarik perhatian dan dirasakan berhasil ialah Program Mekaar besutan PNM. Program ini dilandasi pemikiran bahwa bantuan sosial tidak membangun kemandirian dalam meningkatkan kesejahteraan. Disisi lain, perempuan pra-sejahtera memiliki waktu dan keterampilan yang tidak termanfaatkan karena kekurangan modal. 

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi mengatakan, proram Mekaar adalah revolusi mental untuk mendidik dan menanamkan mental usaha. Disebut seperti itu karena pertemuan mingguan yang wajib dilakukan secara disiplin dan tepat waktu dengan mengucapkan doa, janji nasabah, janji account officer Mekaar, janji bersama dan Pancasila serta berbagi pengalaman dan pembinaan usaha. Selain itu, nasabah Mekaar adalah perempuan yang sudah memiliki usaha ataupun yang belum memiliki usaha (menganggur). Dalam program Mekaar, bagi ibu yang menganggur memang wajib memiliki usaha apapun dalam waktu 25 minggu. 

Program Mekaar disebut Arief juga sebagai layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra-sejahtera dengan mendidik dan menanamkan mental usaha untuk jujur, disiplin dan kerja keras. Dengan program ini juga terjalin peningkatan kerukunan, kekeluargaan dan gotong royong. Termasuk membangun budaya menabung. Hingga kini nasabah total Program Mekaar per September 2018 mencapai 3.602.825 orang. Para nasabah itu dilayani di 1.757 cabang yang tersebar di 2.053 kecamatan, 270 Kabupaten, 30 Provinsi. PS