Oleh humas on March 26, 2018

Jakarta (26/03) -- Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutoma didampingi oleh Asisten Deputi urusan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenko PMK, Naalih Kelsum menerima audiensi Mr. Eamonn Murphy, Regional Director UNAIDS Regional Support Team Asia Facifik dan Mr. Prasada Rao, Special Advisor to UNAIDS Executive Director di ruang kerja Deputi 3, lt.3 Kantor Kemenko PMK,Jakarta.

Menurut Sigit, audiensi dari Joint United Nations on HIV and AIDS (UNAIDS) regional Asia Pasifik terkait dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran penyakit HIV/AIDS di Indonesia karena di Indonesia penyebaran HIV/AIDS masih tinggi,bahkan Indonesia berada di urutan ke-3 diantara 21 negara yang berada di kawasan Asia Pasifik.

"Setelah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di bubarkan pada tahun 2016, tugas dan fungsi KPA dipindahkan ke tugas dan fungsi ke Kemenko PMK. Adapun urusan teknisnya di Kementerian Kesehatan,"terang Sigit.

Terkait pencegahan penyebaran AIDS di Indonesia, Menurut Sigit, UNAIDS menewarkan bantuannya berupa teknical asisten maupun supporting program, pelatihan, maupun kegiatan lainnya yang bersifat atau bertujuan untuk pencegahan AIDS.

"Dalam hal ini UNAIDS sangat menekankan pada program pencegahan, selain karena Indonesia masih menempatai urutan ke-3 dalam penyebarab AIDS, juga karena untuk proses penyembuhan penyakitnya, Indonesia berjalan relatif cukup baik," kata Sigit.

Terkait dengan lembaga pengganti KPA, Sigit mengukapkan bahwa saat ini masih terus diskusi dengan Country Director UNAIDS Indonesia terkait dengan format pembentukan kelompok kerja (Pokja) pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS . "Sebenarnya kita sudah memiliki lembaganya, namun tidak dalam bentuk Inpres atau Perpres. Lembaga tersebut berupa lembaga koordinasi dibawah Kemenko PMK,"ungkapnya. (DAM)  

Categories: