Oleh humasnew on July 02, 2018

Siaran Pers Nomor: 132/Humas PMK/VI/2018
Sonny: Pesan Menko PMK, Gunakan Dana Desa dengan Bijak dan Berkualitas
Sumba Tengah (29/06) - Di hari kedua kunjungan kerjanya ke NTT, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Sonny Harry B Harmadi, didampingi oleh Staf Ahli Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan Sidqy LP Suyitno, Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Magdalena, dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT Kisyadi, 
mengunjungi Kab. Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Sumba Tengah. Sonny diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Sumba Tengah, Umbu Sanola didampingi Kepala Dinas PMD, para kepala desa dan pendamping desa. 
Masyarakat Kab. Sumba Tengah yang berpenduduk sekitar 84.000 orang diketahui mayoritas bekerja di sektor pertanian dan peternakan. Di sini proses penyusunan perencanaan sejak bulan Juli/Agustus, yang dimulai di level dusun/kampung terlebih dahulu dan dihadiri oleh seluruh warga desa, lalu dilanjutkan dengan musrenbangdes. 
Menurut Umbu, dana desa sangat membantu masyarakat. Dana desa sudah digunakan untuk untuk membangun jalan, embung, air minum, sarana olahraga (lapangan voli) maupun kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dana umumnya digunakan untuk membangun infrastruktur dan jalan untuk ke sawah maupun kebun. 
Umbu berharap, dengan alokasi yang sudah ada, perlu peningkatan anggaran dana desa untuk Kab. Sumba Tengah di tahun 2019.
Dalam kesempatan diskusi, Sonny memberi masukan kepada para kepala desa dan pendamping yang hadir berkenaan dengan pemanfaatan dana desa. Sekali lagi Sonny mengingatkan agar dana desa digunakan dengan bijak dan berkualitas serta semaksimal mungkin memakai bahan baku/tenaga kerja setempat. Hal ini tidak lain merupakan pesan dari Menko PMK Puan Maharani, sebelum tim melakukan kunjungan kerja.
Antonius, Kepala Desa Malinja, merasa bersyukur dengan bantuan dalam bentuk dana desa dan berjanji menit ngkatkan kualitas pemanfaatannya secara maksimal. Untuk tahun 2017, 75% dana desa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, misalnya untuk membeli bahan-bahan material membangun rumah yang dibangun secara bergotongroyong. 
Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, dalam membangun desa, bahan-bahannya harus dibeli dari desa dan orang-orang yang membangun juga adalah warga desa sendiri, sehingga dana desa bisa digunakan untuk membayar upah warga desa yang bersama-sama membangun desa.
Rusdiani Umbu Riada, Pendamping Desa Kec. Umbu Ratu Nggai Barat, menyampaikan sedikit kendala yang Ia temui di lapangan dengan dimulainya skema padat karya tunai tahun ini. Menurutnya, jika desa secara bersamaan melakukan satu kegiatan, proses kontrol sulit dilakukan oleh pendamping. Teknis infrastruktur juga sulit diverifikasi oleh pendamping mengingat jumlah pendamping desa teknis infrastruktur hanya ada 1 orang per kecamatan.
Sementara itu, Tonga Wuhangara, Kepala Desa Dasa Edu mengatakan, dalam memanfaatkan dana desa, Ia berpedoman pada dokumen RPJMDes. APBDes berpedoman pada RPJMdes. Tahun ini, dana desa difokuskan untuk membangun satu los pasar desa. Tujuannya agar hasil produksi dapat dipasarkan dengan baik.
Pemberdayaan masyarakat difokuskan di rekonstruksi lahan tanaman kopi. 
Dari pertemuan hari ini, diketahui sudah ada 22 desa di Kab. Sumba Tengah yang memiliki BUMDes. Kegiatan yang dilakukan di BUMDes antara lain mengelola pasar, embung dan lumbung pangan desa. Beberapa BUMDes bertindak sebagai “Bulog” bagi desa, dengan membeli sebagian produksi petani untuk kemudian ada yang dijual dan ada yang disimpan sebagai cadangan saat musim paceklik.
*********
*Bagian Humas & Perpustakaan*,
*Kementerian Koordinator Bidang* *Pembangunan Manusia dan Kebudayaan*
*roinfohumas@kemenkopmk.go.id*
*www.kemenkopmk.go.id*
*Twitter@kemenkopmk*
*IG: kemenko_pmk*
*Fb: @kemenkopmkRI*