Oleh humas on April 27, 2018

Siaran Pers Nomor: 92/Humas PMK/IV/2018
Temui Grand Mufti Mesir, Menko PMK Tegaskan Pentingnya Penyebaran Pemikiran Islam Moderat
Mesir (26/04) - Setelah bertemu dengan Grand Sheikh Al-Azhar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menemui tokoh Islam berpengaruh di Mesir lainnya, Grand Mufti Mesir Prof Dr. Shawki Allam. Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan hubungan bilateral. Dalam pertemuan tersebut, Menko PMK menyebutkan bahwa hubungan Indonesia-Mesir sudah berlangsung lama.
"Kami berharap agar Grand Mufti dapat membantu mengembangkan pemikiran Islam moderat. Saya yakin hal ini perlu dilakukan sejak dini dan secara bersama-sama. Tidak hanya di dalam negeri tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh tokoh agama Islam di dunia," ujar Menko PMK Puan Maharani. 
Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dilahan 142,5 hektar. Universitas ini diharapkan akan menjadi pusat kajian Islam internasional dan tempat belajar tentang peradaban Islam bagi seluruh mahasiswa dalam dan luar negeri. 
Oleh karena itu, sebut Menko PMK, kampus tersebut akan membutuhkan tenaga pengajar yang kompetitif di bidangnya, sehingga terbuka peluang melakukan kerjasama dengan para ulama untuk ikut mengembangkan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Menko PMK berharap agar ada orang Indonesia yang juga mendalami ilmu agama khususnya terkait dengan fatwa. 
Dalam pertemuan ini, Grand Mufti mengapresiasi upaya Indonesia untuk mendesain kurikulum pengembangan Islam moderat sejak dini dan menawarkan bantuan pengembangan kurikulum. Grand Mufti juga menyambut baik rencana pembangunan UIII di Indonesia. 
"Kami senang ada kerjasama yang baik terutama bagi pelajar Indonesia untuk belajar fatwa. Insyallah lembaga ini siap mensupply bahan sebagai referensi," ujar Grand Mufti. 
Harapan Grand Mufti media ini dapat mengcounter pemikiran ISIS yang banyak menyebar, diantaranya melalui jaringan facebook maupun media sosial lainnya. Karena lembaga fatwa memainkan peran penting dalam menghadapi dan mengcounter pemikiran yang radikal. 
"Lembaga fatwa berperan sangat penting untuk menghadapi dan mengcounter pemikiran radikal," tegas Grand Mufti. 
Grand Mufti menyampaikan bahwa metode untuk mengatasi ancaman pemikiran radikal bagi kalangan muda dengan memberikan bimbingan. Ibarat dalam kapal yang bertingkat, jika yang di bawah meminta air bersih, dia harus meminta kepada yang di atasnya.  Lalu berpikir,  daripada sulit, ia akan melobangi kapal untuk mendapatkan air bersih tersebut. 
"Jika ini dibiarkan maka justru akan membahayakan semua penumpang kapal," tambah Grand Mufti. 
Terkait dengan Pancasila yang disampaikan oleh Menko PMK, Grand Mufti menilai Pancasila itulah esensi dari ajaran Islam. 
Menko PMK mengundang Grand Mufti untuk hadir ke Indonesia bertemu Presiden Joko Widodo dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarno Putri. Turut mendampingi Menko PMK dalam kunjungan antara lain Dubes RI untuk Mesir, Helmy Fauzy dan Deputi Menko PMK bidang Pendidikan dan Agama. 
**************
Bagian Humas dan Perpustakaan
Biro Hukum, Informasi dan Persidangan
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaanroinfohumas@kemenkopmk.go.idwww.kemenkopmk.go.id
Twitter : @kemenkopmk