Oleh humas on November 21, 2019

Foto : 

  • Anggun Wahyu P

Magelang (21/11) -- Peserta Ekspedisi Bakti Pemuda PMK diharapkan dapat  menjadi kader perubahan, dengan mempraktikkan perilaku bertanggung jawab, kerja keras, optimis, kerjasama, bersikap toleransi, dan memperkuat ke-bhineka tunggal ika-an Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. 

Berbicara dalam acara puncak Ekspedisi Bakti Pemuda PMK untuk NKRI, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan hal tersebut. Menko Muhadjir berpesan agar para peserta terus berkarya dengan mengimplementasikan hasil pembekalan pendidikan karakter kebangsaan dan penguatan substansi bidang PMK dalam kehidupan bermasyarakat.

"Jadilah pemuda agen perubahan, minimal dapat merubah cara pikir, cara pandang, dan pola kerja sehingga dapat membawa kemajuan di daerah masing-masing," ujarnya. Diharapkan pula agar para kader mampu meningkatkan sinergitas sesama kader pembangunan di masing-masing kabupaten/kota. 

"Kader perubahan juga dapat membantu pemerintah dalam peningkatan pelayanan masyarakat; membantu pencegahan bahaya narkoba dan pencegahan penyebarluasan berita bohong (hoax)," sebutnya. Menko Muhadjir berharap apa yang dilakukan dapat meningkatkan pembangunan manusia dan kebudayaan untuk menciptakan manusia Indonesia yang unggul demi kesejahteraan rakyat yang lebih baik.

Program Ekspedisi Bakti Pemuda PMK ini diikuti 2.000 peserta dari 8 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Adapun pelaksanaannya berlangsung  di RINDAM IV/Diponegoro Magelang. Program ini merupakan salah satu tindakan nyata pemerintah dalam meningkatkan kapasitas pemuda sebagai penggerak pembangunan di daerah. Kegiatan ini juga merupakan tindakan nyata pemerintah untuk membangun Indonesia dengan memperkuat daerah-daerah dan desa. "Kelak, program ini akan menjangkau seluruh Provinsi di Indonesia. Insha Allah program yang diinisiasi di Jawa Tengah ini menjadi role model bagi daerah lainnya," tegas Menko Muhadjir. 

Pada kesempatan ini pula, Menko Muhadjir sempat memberikan bantuan  Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara simbolis kepada siswa Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 1,4 miliar, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp 1,4 miliar, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar Rp 628 juta dan Kejuruan sebesar Rp 1,7 miliar.

Reporter: 

  • Ponco Suharyanto