Oleh humas on February 13, 2020

Foto : 

  • Kristian Suryatna

Jakarta (12/2) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy hadir mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin saat membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahun 2020.

Kehadiran Menko PMK sekaligus bentuk nyata apresiasi serta dukungan bagi BKKBN dalam mewujudkan keluarga Indonesia berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang. Harapannya, dengan itu dapat mendorong tercapainya visi presiden dan wakil presiden menuju Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Pada kesempatan tersebut, Wapres Ma'ruf menyebutkan bahwa BKKBN merupakan institusi penting bagi negara ini. Sejak dibentuk pada tahun 1970, kiprah BKKBN telah membantu mengedukasi, membimbing masyarakat betapa pentingnya keluarga berencana (KB) dan segala aspeknya.

"Untuk itu saya sampaikan apresiasi yang tinggi pada segenap keluarga besar BKKBN dan seluruh mitra dari kementerian/lembaga serta unsur masyarakat yang telah berkontribusi memajukan program keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Banggakencana)," ujarnya seraya membuka Rarkernas BKKBN  2020 di Jakata.

Namun di samping itu, Ma'ruf menegaskan tidak ada seorang pun yang boleh tertinggal dari akses layanan dasar dan perlindungan sosial. Melalui inisiatif program Banggakencana BKKBN diharapkan masyarakat Indonesia menjadi lebih bermartabat tanpa ada kesenjangan. 

"Sumber daya manusia akan menjadi kekuatan kita menyongsong Indonesia Negara Maju 2045. Dengan pertumbuhan penduduk yang seimbang maka pintu bonus demografi semakin terbuka lebar dan kita bisa memanfaatkannya untuk tujuan pembangunan,” tandasnya.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyebutkan sebagai langkah awal dalam periode pembangunan nasional 2020-2024, berbagai percepatan dilakukan BKKBN. Ada 5 (lima) Program Kerja Utama (Quick Wins) BKKBN tahun 2020, yaitu 1) Mengatasi kekosongan alat dan obat kontrasepsi,  2) Membangun Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi, 3) Restrukturisasi Kelembagaan dan Penyederhanaan Jabatan Struktural sampai Level Dua, 4) Membangun Zona Integritas, 5) Re-Branding Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) berupa Logo, Tagline dan Jingle yang sesuai dengan Generasi Milenial.

"Salah satu tiang penyangga pembangunan karakter bangsa adalah keluarga. BKKBN telah diberikan mandat untuk melakukan revolusi mental berbasis keluarga dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa," papar Hasto.

Lebih lanjut, jelasnya, Rakernas BKKBN tahun 2020 menghadirkan beberapa narasumber pakar, dengan pembicara utama Kepala BKPM Kabinet Indonesia Maju Bahlil Lahadalia, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dan Dirjen Bangda Kemendagri.

Sedangkan, kegiatan rakernas itu diikuti sekitar 524 Peserta yang terdiri dari Lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (dalam hal ini diwakili oleh OPD KB Tk. Provinsi dan Kab/Kota), serta seluruh Mitra Kerja BKKBN.

Kategori: 

Reporter: 

  • Puput Mutiara