Oleh humas on February 18, 2020

Foto : 

  • Olivia Christine P

Labuan Bajo (18/02) – Labuan Bajo sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menawan, tidak hanya wisata alam dengan beragam pesonanya, tetapi juga memiliki beragam wisata adat dan kebudayaan yang sarat akan sejarah.

Beragam pesona ini yang membuat Presiden Joko Widodo pada tahun 2019 lalu menetapkan Labuan Bajo sebagai satu dari 5 destinasi wisata super prioritas di Indonesia selain Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Likupang. Terkait dengan hal tersebut, pembenahan demi pembenahan perlu dilakukan, tidak hanya terkait dengan infrastruktur penunjang wisata, tapi yang terpenting adalah kualitas mental dari sumber daya manusia di Labuan Bajo.

Salah satu upaya Pemerintah dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dengan mencanangkan mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai program prioritas untuk mempercepat pembangunan karakter bangsa Indonesia dengan mengacu pada nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di Labuan Bajo, Plt. Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Redemtus Alfredo Sani Fenat bersama Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat Martinus Ban, membuka secara resmi Gathering Positif Bermedia Sosial yang digelar di Hotel La Prima dan sekitar Pantai Pede.

Melalui implementasi Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesa Mandiri, dan Indonesia Bersatu, menjadi strategi dalam rangka mengajak dan memperkuat praktik-praktik perubahan menuju masyarakat yang memiliki modal sosial yang baik, karakter unggul, dan kompetitif.
"Gathering “Positif Bermedia Sosial” kali ini mengambil tema “Milenial Peduli Sampah”, dengan harapan milenial Labuan Bajo dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan peduli terhadap sampah, yang selanjutnya menjadi teladan bagi masyarakat", tegas Alfredo.
Sementara Martinus dalam sambutannya mengajak peserta untuk bersama menjaga Labuan Bajo dari sampah.

Kegiatan yang melibatkan 120 peserta ini terdiri dari kalangan mahasiswa, pelajar, Pramuka, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Duta Generasi Remaja (GenRe), Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK), Pemda, TNI, Polri, komunitas, vlogger, Youtuber dan netizen aktif pengguna media sosial di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penggunaan internet secara positif, kreatif dan bertanggung jawab, mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas nasional, serta mendorong masyarakat berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui penyebarluasan konten Revolusi Mental yang melalui peran generasi muda dalam bermedia sosial.

Kegiatan dimulai dengan aksi nyata bersih Pantai Pede dan pembuatan konten media sosial di pusat daur ulang Labuan Bajo, yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Manggarai Barat. Tempat ini sudah berdiri sejak dua tahun lalu dan setiap harinya paling tidak menerima 80 kilogram sampah botol plastik. Setelahnya, peserta diajak melihat dan mencoba secara langsung proses daur ulang sampah.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang yang menjelaskan mengemai potensi Pulau Kodomo sebagai destinasi wisata internasional, dilanjutkan oleh Coordinator Indonesian Waste Platform (IWP) Marta Muslin. Marta menjelaskan terkait dengan Milenial Labuan Bajo Peduli Sampah
Sementara Politics and Government Facebook Noudhy Valdryno memaparkan terkait Strategi Memviralkan Konten Positif dan Manajer Komunikasi Instagram Putri Silalahi yang memaparkan media sosial untuk promosi destinasi wisata internasional. Diskusi para narasumber dimoderatori oleh Ketua Genpi Labuan Bajo Muhammad “Boe” Boeharto.
Terakhir, seluruh peserta diminta membuat konten kreatif terkait dengan kegiatan yang dilakukan hari ini.

Kategori: 

Reporter: 

  • Olivia Christine P

Editor: 

  • Puput Mutiara