Oleh humas on February 03, 2020

Bogor (3/2) --  Genap satu bulan lalu, Indonesia dilanda bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di beberapa daerah terutama yang paling terdampak parah yaitu di Kabupaten Lebak, Banten, dan Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Khusus di Kecamatan Sukajaya, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda masih menyisakan beberapa persoalan. Utamanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur dan pemukiman warga serta pemulihan kondisi alam yang masih rentan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy turun langsung ke lapangan mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau beberapa desa di Kecamatan Sukajaya yang mengalami kondisi terdampak bencana paling parah hingga terisolasi.

Ia mengatakan bahwa tinjauan presiden beserta rombongan menteri, ketua lembaga/badan, dan kepala daerah ke Kecamatan Sukajaya itu merupakan langkah awal dari aksi nyata komitmen pemerintah dalam menangani serta mengawal proses pemulihan pascabencana.

"Setelah satu bulan observasi, kita harapkan ini titik awal untuk segera memulihkan lahan sekitar sini (Kecamatan Sukajaya). Lahan yang kemarin terdegradasi itu," ucap Muhadjir.

Menurutnya, upaya pemerintah tidak akan berhenti sampai di situ. Pembibitan vetiver dan pohon buah akan terus dilakukan hingga diyakini telah memiliki dampak bagi kehidupan warga sehingga kembali normal seperti sedia kala. 

"Kita sudah siapkan pusat pembibitannya dan itu tidak akan terhenti di sini. Harus betul-betul tuntas dan normal kembali," pungkas Menko PMK.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyebutkan ada dua pendekatan dalam memulihkan Kecamatan Sukajaya. Pertama, melalui pendekatan fisik dengan memperbaiki infrastruktur dan pemukiman warga. Kedua yaitu pendekatan ekologi dengan penanaman vetiver dan pohon buah.

"Pendekatan ekologi merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam memulihkan Kecamatan Sukajaya. Ini akan berdampak baik untuk sektor ekonomi warga sehingga diharapkan dengan pendekatan ini bencana terkait banjir, longsor, bisa kita selesaikan. Tapi untuk yang lebih luas ya kita siapkan lagi dalam jumlah jutaan," tutur Kepala Negara.

Presiden beserta rombongan melakukan tinjauan ke beberapa desa. Mulai dari Desa Harkatjaya, tidak sekadar meninjau area bekas wilayah longsor yang sudah ditanami vetiver namun presiden juga ikut menanam vetiver. Begitu pun, aktivitas serupa dilakukan di Desa Pasir Madang.

Lebih kurang 92 ribu bibit tanaman telah disiapkan untuk kemudian ditanam di beberapa desa terdampak di Kecamatan Sukajaya. Beberapa varietas yang akan ditanam selain vetiver ialah pohon jengkol, durian, sirsak, pete dan sengon yang bisa dimanfaatkan warga. 

Tidak hanya itu, di samping meninjau dan menanam bibit vetiver dan pohon buah, Presiden juga secara langsung memberikan paket bantuan kepada warga berupa sembako, makanan siap saji, serta alat-alat keperluan sekolah.