Buka Seminar Nasional 'Manusia & Politik Kebudayaan', Menko PMK Tekankan Kepribadian Budaya Indonesia

Semarang (26/7) --- Menko PMK Puan Maharani, menjadi keynote speaker sekaligus membuka secara resmi Seminar Nasional bertema “Manusia dan Politik Kebudayaan” di Universitas Diponegoro , Semarang, Jawa Tengah.

Di depan seluruh civitas akademik Universitas Diponegoro, Menko PMK mengatakan, untuk menghadapi kemajuan teknologi dan industri yang semakin cepat serta berbagai tantangan globalisasi, maka diperlukan suatu visi pembangunan yang dapat menjawab permasalahan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa tujuan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia, secara tegas telah diguratkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, alinea keempat, dimana Pemerintahan yang dimaksud adalah Pemerintahan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang dalam mewujudkan tujuan bernegara tersebut, diperlukan politik pembangunan untuk dapat mengelola, mengatur, dan mengendalikan sumber daya bangsa dan negara secara optimal.

“Politik pembangunan pemerintahan saat ini dilaksanakan berlandaskan pada visi untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Politik pembangunan juga harus dapat membuka ruang dan akses partisipasi seluruh rakyat. Karena setiap rakyat juga memikul tanggung jawab yang sama dalam berkontribusi pada kepentingan nasional”, ujar Menko PMK. Lebih lanjutnya, untuk membangun ketahanan budaya Indonesia harus diawal dengan memperteguh landasan kesadaran, komitmen, dan kerja bersama seluruh komponen bangsa, bahwa pemersatu keberagaman kebudayaan Indonesia adalah Pancasila.

Sejak 4 tahun terakhir, Pemerintah terus memperkuat upaya pembangunan karakter bangsa dan salah satu program yang diluncurkan adalah Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang merupakan gerakan bersama seluruh komponen bangsa untuk merubah cara pikir, cara kerja, dan cara hidup agar lebih berintegritas, beretos kerja dan bergotong royong. Menko PMK  juga mencontohkan salah satu  kesuksesan gerakan GNRM adalah sukses penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, sebagai bukti bahwa dengan gotong royong, bangsa Indonesia mampu melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik lagi dan menunjukan bahwa Indonesia adalah negara besar yang maju, berbudaya dan berprestasi.

Menko PMK juga menekankan, bahwa dalam membangun Indonesia dibutuhkan peran serta dan kerja bersama, gotong royong dari seluruh komponen bangsa dan diharapkan dalam seminar kali ini dapat ikut memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian serta menghasilkan berbagai formulasi kebijakan ataupun program yang dapat ditindak lanjuti secara konkrit.

Dalam keterangan pers nya kepada awak media, Menko PMK menegaskan,  “politik budaya itu sangat penting karena Pancasila itu merupakan satu-satunya perekat bangsa ini untuk bisa tetap kuat dan kokoh”. Hadir dalam seminar ini  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Pimpinan DPR RI, Utut Adianto; Anggota DPR RI, Bambang Wuryanto;  Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah; Pangdam IV/Diponegoro, Moch. Effendi; Kapolda Jawa Tengah, Rycko Amelza; Rektor Undip, Yos Johan Utama; Para Rektor PTN/PTS Provinsi Jawa Tengah; serta beberapa perwakilan lainnya.

Kontributor Foto: